Part 46

1K 50 0
                                          

Happy Reading.

Kini kaki Aletta sudah berada didepan gerbang rumahnya. Dan kini,  jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Ia menghembuskan nafas lega. Akhirnya ia sampai dirumah dengan selamat dan juga sehat. Walaupun ia sedikit kelelahan.

Matanya sempat meyipit saat melihat mobil merah terparkir dirumahnya. Tidak ia kenal dan tidak tahu itu mobil siapa.

"Assalamualaikum" Ucap membuka pintu rumah.

"Walaikumsalam. Eh anak ayah udah pulang." Sambut ayahnya dengan senyuman yang begitu hangat dan manis.

"Dia siapa yah?" tanya Aletta menatap perempuan yang tengah berdiri dibelakang ayahnya dengan jarak yang lumayan jauh.

"Dia tante Mila."

"Temen ayah?"

"Kamu mandi dulu ya. Baru kita makan malem bareng diluar." Aletta hanya mengangguk singkat dan menatap perempuan tersebut dengan senyuman tipis yang ia lontarkan. Kakinya kini menaiki anak tangga dan segera menuju kekamarnya.

"Loh kak? Ngapain dikamar aku?" tanyanya saat melihat kakaknya tengan duduk diatas sofa sambil memainkan ponselnya.

"Kamu ketemu ayah?" Aletta hanya mengangguk dan menaruh tasnya dan segera mengambil handuk yang berada dibalkon rumah. "Ayah mau nikah." Sambung tata yang sontak saja membuat Aletta terdiam. Tubuhnya terasa sangat kaku dan begitu tegang. Wajahnya sangat sulit untuk menampilkan ekspresi apa yang harus ia munculkan.

"Nikah??" tanyanya yang mencoba menyakinkan ucapan kakaknya barusan.

"Sama perempuan yang dibawah. Mila."

"Kita mau diajak makan diluar. Mungkin sekalian mau minta ijin sama kita bedua."

"Kakak setuju?"

"Setuju ataupun enggak. Toh ayah bakalan tetap nikah sama dia."

"Bunda.." Gumamnya pelan hingga terdengar begitu lirih. Kini Aletta sudah siap dengan baju kaos hitam dan celana jeans yang melekat ditubuhnya. Tidak lupa, ia selalu mengenakkan sepatu putih favoritenya. Rambutnya sudah rapi, saat ia catok untuk merapikannya sedikit. Sebenarnya, ia enggan untuk pergi makan malam diluar. Namun, karena ini sangat jarang ia lakukan bersama ayahnya, ia memutuskan untuk menurutinya.

"Udah siap?" tanya ayahnya dengan senyuman yang mengembang. "Ya udah ayok."

Aletta melangkahkan kakinya memasukki mobil. Ia duduk dibelakang bersama kakaknya. Hanya diam tidak ada lontarakan kata-kata disana.

"Kita makan dimana nih?" tanya ayahnya memecahkan keheningan.

"Dimanapun yang enak gak ribet." sahut kak tata

"Makanan kan enggak ribet. Tinggal makan doang." sambung tante mila yang disahuti anggukan oleh ayahnya.  Sedangkan tata dan aletta hanya saling menatap dan menaikkan sebelah alis mereka masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan, namun mereka rasa sama.

"Makanan yang enggak bikin mikirnya lama. Dan enggak buang-buang waktu buat itu." sambung Aletta

"Ya udah. Kita makan Pizza aja ya. Kan gak ribet tu." Potong ayahnya. Tidak ada sahutan, kini aletta hanya sibuk dengan ponselnya.
Tidak terlalu lama dijalan, kini mereka sudah sampai di salah satu mall dijakarta. Bukan untuk berjalan-jalan atau shopping pun. Kini, kaki mereka langsung melangkah ke arah tempat makan yang mereka tuju.

Aletta ✔ [ COMPLETE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang