Part 34

1.1K 50 0
                                                  

Mencintai tanpa harus memiliki, itulah "cinta luar biasa"

-Quotes of songs

Kondisi saat ini, sangat sulit untuk diartikan. Seperti quotes yang didapat dari sebuah lagu, sangat cocok dan pas untuk mengertikan kisah percintaan Gatra dan juga Aletta.

Malam ini, Gatra memutuskan untuk mengakhiri hubungannya bersama Aletta. Sebuah hubungan akan sia-sia apabila hanya dipaksakan.

Aletta terus menangis dalam diam. Angin meniup rambut dibalik helm yang ia gunakan. Saling diam untuk kali ini diatas motor. Kini motor gatra sudah sampai tepat didepan pagar rumah Aletta.

"Makasih~" ucap aletta sambil memberikan helm milik gatra.

"Sama-sama."

"Udah jangan nangis. Aku gak suka liat kamu nangis." Ucap gatra sambil mengusap air mata Aletta yang terus mengalir.

"Aku minta maaf. Aku tau kamu marah sama aku, aku tau kamu kecewa sama aku. Aku salah, aku salah udah buat kamu sakit hati sama semua ini."

"Kamu gak salah. Stop buat salahin diri kamu. Udah yaa, jangan nangis."

"Janji. Janji buat jadi gatra yang aku kenal. Jangan ngejauh, kalau istirahat kita bisa kekantin barang kan? kalau malam minggu kita bisa jalan bareng kan?"

"Iya, aku janji. Dan kita bisa kekantin bareng ataupun jalan bareng."

"Ya udah, kamu masuk gih. Udah malem. Jangan begadang ya, besok upacara. Jangan telat juga, nanti dihukum."

"Iya, kamu juga."

"Ya udah, aku pulang ya. Byee, goodnight."

"Goodnight."

"Gatraa" panggil Aletta saat gatra hendak memasang helm miliknya.

"Kenapa?"

"Boleh peluk?" tanya menjawab pertanyaan Aletta barusan, gatra hanya tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya lalu memeluk badan mungil aletta.

"Makasih buat semuanya~" bisik pelan gatra tepat ditelinga aletta. Air mata rasanya ingin menembus pelupuk mata Aletta. Namun, ia tidak ingin melihat gatra risih akan hal itu.

"Ya udah, aku pulang ya." ucap gatra yang sudah melepas pelukkannya. Berlalu untuk segera memasang helmnya.

Kini motor gatra sudah melaju meninggalkan Aletta yang berdiri menatapnya dengan tatapan sendu.

"Gue sayang banget sama loe ta.." gumam gatra dibalik helmnya.

Titt...

Suara klakson mobil yang dikendarai Reyhan kini sudah berhenti tepat didepan Aletta. Aletta hanya tersenyum simpul menatap mobil tersebut.

"Haii, bukain pagarnya dong bi." Ucap reyhan terkekeh.

"Iya iya," sahut aletta sambil mendorong pagar rumahnya. Kini, hanya ada mobil kak tata yang dikendarai reyhan terparkir disana. Mobil ayahnya, tidak ia temui disana. Entah kemana~

Aletta ✔ [ COMPLETE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang