Part 11

1.6K 68 1
                                          

♡♡♡♡

PAGI ini aletta sudah berada diruangan osis. Duduk sambil membaca semua jurnal yang Billa tulis kemaren. Pandangan Aletta beralih kepada seseorang yang baru saja datang dengan membawa dua buah kotak sterofon yang entah apa isinya.

"Kak dio? pagi kak." Sapa Aletta

"Pagi, loe udah sarapan belum? Gue ada beli bubur ayam dua nih. Satu buat loe." Dio langsung menaruhnya tepat didepan Aletta.

"Makasih kak."

"Makan let. Biasakan makan pagi, biar gak maag." Aletta mengangguk sambil mengaduk semua campuran dari bubur ayam tersebut.

Aletta hanya terus mengaduk buburnya dengan tatapan kosong, seperti sedang memikirkan sesuatu "Kak, sori buat yang kemaren ya." Ucapnya dengan nada ragunya menatap dio.

Dio hanya mengangguk dan terus memakan buburnya. "Gak papa kok. Gue harusnya yang bilang sori, Karna gue udah suruh-suruh loe terus. Because, gue enak aja gitu kerja sama loe."

"Makasih kak. Kak boleh nanya gak?"

"Iya apa??" tanya dio dengan senyuman yang ia lontarkan.

"Kak Bella itu pacar kakak?"

Dio terhenti memakan buburnya. Kini ia menatap Aletta yang memancarkan wajah penuh pertanyaan. "Iyaa, dari gue kelas 10. Kenapa?"

"Gak papa kok kak, nanya doang. Kakak bedua sama aku gini, kasih aku makan gini, kak Bella enggak marah? Apa dia tau?"

"Gak tau. Kan gue sama loe cuman satu organisasi dan kita kerja disini. Lagi pula gue kan ketos disini, wajar dong gue baik ke loe, baik ke anggota yang lain."

Aletta hanya mengangguk dan kembali menyuap bubur ayamnya. "Tapi, kenapa gue jarang liat kak Bella disekolah?"

"Dia cheerleader. Dan sekarang lagi fokus latihan buat ikut lomba." Jelas dio  "Ya udah makan. Gak usah dipikirin masalah yang kemaren-kemaren.Okay?"

"Hari ini rapat lagi kan kak?"

Dio menggeleng "Enggak. Kita untuk beberapa hari kedepan udah enggak rapat lagi. Nanti bakalan gue kasih tau kapan kita bakalan rapat lagi."

"Oh oke kak."

•●•●•

Kringgg...

Jam pergantian jam pelajaran sudah berbunyi. Guru mata pelajaran matematika dikelas Aletta sudah keluar dengan meninggalkan tugas yang banyak.

Belum sempat Aletta menarik nafas, dan menenangkan otakknya, kini kelasnya sudah dimasukki oleh guru kesenian yang sudah membawa mic dan juga sound.

"Hah!!? Belum sempat otak gue istirahat dari matematika, adalagi?" Ucap iren dengan membaringkan kepalanya diatas meja.

Aletta menatap guru yang bernama nani tersebut "Nyanyi?" Tanyanya menatap mic dan sound yang dibawa olehnya.

"Siang anak-anak.., siang atau pagi?" Tanya bu nani sambil melirik kearah jam kelas

"Siang bu,"

"Pagi ini masih mah..,"

"Iya pagi..,"

"Enggak siang kah??"

"Udah-udah. Pagi atau siang, saya mau semangat kalian seperti semangat 45. Sekarang bagi kelompok menjadi 5 kelompok. Satu kelompok 6 orang. Cepat!!" Ucap bu nani dengan suaranya yang sangat nyaring.

Aletta ✔ [ COMPLETE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang