Part 57

999 42 0
                                                  

Ketuk layar diatas, dengerin lagu sama-sama hehe, biar mellow nya sama-sama juga hehehe ✌✌
.

Happy Reading

"Assalamualaikum.."

"Waaikumsalam." sahut mamanya "Udah pulang? Kok cepet dari biasanya?"

Aletta mengulas senyuman. Ia duduk diruang tengah lalu menatap kosong kearah tv.

"Kenapa? Kok kayanya badmood gitu?"

"Bt."

"Dayat?"

"Dia gak ada kabarin letta ma. Udah jam satu kan ini. Masa iya dia belum sampe? Masa iya dia lupa sama letta. Letta khawatir.."

"Oh begitu. Mungkin dayat lagi istirahat. Lama banget tau kesana itu. Transit, terus perjalanannya, terus perjalanan kerumah dia, angkat-angkat barang. Capek kan pasti."

"Iya sih. Tapi letta khawatir. Apa salah ya?"

"Enggak. Gak salah. Tapi sabar ya, pasti dihubungin kok." ucapnya mengusap lembut rambut Aletta.

Oke. Benar, kini ia harus bersabar dan tidak mengeluh. Bukan seharusnya ia begini, sebelumnya saja ia tidak begini bukan. Tetapi, entah mengapa untuk sekarang..

Oh, mungkin kalian berpikir bahwa Aletta tidak mengirimkan pesan untuk dayat? Pastinya iya, dis mengirimkan. Tetapi hasil chat tersebut tidak menjadi apa-apa. Hanya saja jam pengiriman yang berbeda.

"Ya udah, letta keatas ma." ujarnya bangkit dari duduk dan segera beranjak kekamarnya.

Menyalakan lagu, untuk menemaninya. Tidak ada kegiatan hari ini. Tidak ingin jalan-jalan kemanapun. Yang ia mau hanyalah berdiam diri dikamar kesayangan dan mendengarkan lagu untuk mengisi kebosanan dan keluh kesahnya saat ini.

Wise men say only fools rush in
But I can't help falling in love with you
Shall I stay?
Would it be a sin
If I can't help falling in love with you?

Like a river flows surely to the sea
Darling so it goes
Some things are meant to be
Take my hand, take my whole life too
For I can't help falling in love with you

Like a river flows surely to the sea
Darling so it goes
Some things are meant to be
Take my hand, take my whole life too
For I can't help falling in love with you
For I can't help falling in love with you

Oke, untuk saat ini mungkin pikirannya tidak karuan. Hanya memikirkan dayat dayat dan dayat. Jantungnya berdetak dengan cepat.

Harus apa, yang pasti bersabar. Aletta baru merasakan bedanya menunggu kabar dari dayat. Kabar yang biasanya ia abaikan, sekarang menjadi kabar yang ia harapkan.

"Semoga kamu baik-baik aja." gumamnya.

●●●

"Letta, bangun nak. Gak sekolah apa gimana?" ucap mamanya sambil menepuk pipi aletta. Ia tertidur pulas, entau sejak kapan ia bisa tidur senyenyak ini.

"Hm," gumamnya

"Bangun. Udah jam enam loh. Nanti telat."

Aletta ✔ [ COMPLETE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang