Part 29

901 46 3
                                    

"Menantuku hamil?" Mom pattie sangat senang.

"Iya mom. Aku hamil" ucap lovely bangga.

"Menantuku!!" Mom pattie berlari memeluk lovely.

Lovely teringat perilaku mom pattie beberapa bulan yang lalu yang sangat perhatian dengan lovely. Mengatur jam makan lovely agar bayinya sehat, memberikan lovely buah-buahan setiap pagi, dan semua perilaku manis mom pattie kepada lovely.
Hal itu sirna seketika.

Mom sangat kecewa dengan kematian cucunya.
Ia belum sempat melihat wajahnya, belum sempat menimangnya, belum sempat menciumnya. Semua orang belum melihat seperti apa wajah anak lovely dan justin.

Lovely Pov

"Justin!! Anak kita!!!  Kapan kita bisa bahagia!! Kapan aku bisa bahagiain kamu dan mom." Teriakku.

"Lovely sabar. Nanti Kamu masih bisa hamil lagi kan? Tenang aja. Nanti kamu bisa bahagiain mom,mama, dan aku" justin memelukku yang sedang menangis.

"Aku takut mom tidak akan menyayangi ku lagi. Aku takut semua itu terjadi justin."

"Tenang aja. Itu semua ga bakalan terjadi. Aku gak bakal biarin semuanya terjadi." Justin tetap menghiburku.

Tapi perkataan justin tidak bisa mengurangi rasa khawatirku terhadap mom.

Skip

Hari ini aku sudah boleh pulang, pulang dengan tidak membawa hasil.

"Mom, maafin lovely. Gara-gara lovely mom gak jadi punya cucu." Ucapku setelah dirumah.

"Lovely... ini sebenarnya salah siapa?!! Bayi kamu kemarin menangis kan? Kamu dengar suaranya kan?" Mom pattie masih tidak setuju dengan yang terjadi kemarin.

"Iya mom. Maafin aku. Aku sudah berusaha agar janinku dulu sehat. Mom tau sendirikan kalau mom sendiri yang memberiku asupan gizi yang tercukupi" aku berusaha menjelaskan.

"Sudah sudah. Mom, lovely. Ini sudah jalan tuhan. Lebih baik kita berdoa aja biar aku dan lovely bisa mempunyai anak lagi" justin menengahi pembicaraan ku dengan mom.

Author Pov

"Justin. Aku mau bicara sama kamu" ucap lovely pada malam hari sebelum mereka terlelap.

"Kenapa sayang? Kamu mau bicara apa?" Justin mengelus rambutku.

"Aku masih takut untuk punya anak. Aku mau membuat keputusan untuk tidak mempunyai anak. Aku masih trauma dengan semua yang terjadi." Lovely menjelaskan.

"Apa?" Justin tidak terima dengan itu.

"Tapi aku takut kamu dan mom tidak setuju denganku, justin.
Aku ingin mengadopsi anak"

"Kalau itu kemauanmu, aku setuju aja. Tapi jangan dipikirin dulu. Lebih baik sekarang kita tidur."

5 Bulan kemudian

Lovely Pov

Aku sudah mengadopsi bayi  perempuan dari panti asuhan. bayi tersebut masih berumur 5 bulan. Aku mengadopsi dari panti asuhan.

Ibu panti berkata jika bayi itu dibuang oleh ibunya di depan panti asuhan.
Malang sekali nasib anak ini, aku disini merindukan seorang anak. Sedangkan seorang ibu disana tega membuang anaknya.

Anak tersebut kuberi nama Alice. Wajahnya yang oval, berkulit putih.
Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri.

Aku belum bilang ke mom jika aku tidak ingin mempunyai anak. Mom hanya tau jika aku mengadopsi anak untuk sementara.

"Jahitan kamu kan sudah sembuh. Kenapa kamu gak hamil lagi lovely?" Mom bertanya kepadaku.

"Mom, aku sudah membuat keputusan untuk tidak hamil lagi. Aku takut mom."

"Apa??!! Jadi kamu gak mau memberikan keluarga ini keturunan!!" Mom pattie sangat syok dengan keputusanku.

"Bukan begitu mom. Aku ingin sekali membahagiakan mom. Tapi..."

"Terus siapa yang akan mewarisi harta justin dan mom nanti. Kita harus mempunyai pewaris."

"Disini kan ada alice mom."

"Tidak... alice bukan anak kandung kamu. Mom tidak suka jika bercampur dengan orang yang bukan darah daging mom. Apalagi anak tersebut adalah anak jalanan."

"Mom!! Jangan sesekali mom menghina anakku"

"Anakmu? Halah.. anak adopsi maksudnya?"

"Mom... cukup!!! Aku tidak tau apa maksud mom. Lagian apa bedanya anak kandung dan anak angkat. Mereka sama-sama manusia. Sama-sama keluar dari rahim wanita."

"Sudah lovely!! Sejak awal mom tidak suka dengan perilaku kamu. Kamu lebih suka mementingkan diri kamu sendiri ketimbang kebahagiaan mom. Mom benci sama kamu lovely!! Mom benci"

Pakkkk...

Mom pattie menampar pipi lovely dan kebetulan disaksikan oleh justin.

Justin mau berbicara tapi sudah didahului oleh mom.

"Sudah justin. Mom muak dengan perilaku istrimu. Mom akan kembali ke kanada, terserah kamu mau memilih lovely atau mom"
Mom pattie langsung keluar.

Justin menghampiriku yang sedang menangis.

"Sudah lovely. Biarkan mom."

"Justin, aku sudah menduga jika mom pasti akan marah kepadaku." Ucapku sambil terus menangis.

"Tenang aja lovely."

"Justin, bagaimana aku bisa tenang kalau kayak gini."

Kringg...kringg...

"Sebentar aku angkat telepon"

"Halo" ucap justin mengangkat telepon.

"Hai.. justin.. masih ingat aku gak? Aku tau kalau anak kamu sekarang ada dimana?"

"Selena??!! Gak usah sok tau kamu!! Anakku sudah meninggal." Justin langsung menutup teleponnya.

"Kenapa justin?" Ucapku bingung.

"Selena. Pasti anak itu ingin menjebak kita. Lupakan aja"

Hai...
Sorry banget ya.. ini part paling pendek dan lama upload nya.
Sebel sama server wattpad, kadang bikin emosi. Itu alasan pertama.

Dan alasan keduanya aku lagi ujian try out 3, jadi over sibuk banget.

Sorry ya guys...

Happy reading guys..

Stay With Me, Justin BieberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang