Part 5

1.7K 120 2
                                    

Haii makasih udah nge vote, sorry kalau upload lama. Server wattpad tuh radak ngeselin banget.
Sorry yang udah nunggu,
Happy reading....

Lovely Pov

Aku terbangun karena suara TV yang mengganggu tidur nyenyak ku.
Aku kaget karena melihat Justin yang tertidur di Sofa dengan TV yang masih menyala.
Ternyata ia tak pulang semalam dan tertidur disini.

Astaga wajahnya sangat imut jika sedang tidur, batinku.

Kulihat wajahnya terus hingga aku tidak sadar jika ia sudah bangun.

"Kayaknya enak banget, bangun tidur langsung melihat pemandangan yang indah. Udah puas ngeliatin gue" ucap Justin tetapi matanya masih tertutup.

Mampus aku, ketahuan deh, kalau aku ngelihatin dia.

"Kenapa lo gak pulang kemarin" ucapku yang mengganti topik pembicaraan.

"Pengen disini aja, nemenin putri tidur yang cantik. Saking cantiknya bunyi ngoroknya keras banget" ucap Justin sambil tersenyum jail.

"Dasar!!!" Ucapku sambil melempar bantalku.
"Udah sana balik, gue mau mandi" sambungku.

"Gak mau, maunya mandi disini. Lo nggak liat di depan masih ada wartawan."

Segera kubuka pintu apartement ku dan tidak melihat apa-apa disana.

"Udah gak ada kok, udah sana" ucapku dengan nada mengusir.

Justin langsung sebal karena melihat tidak ada wartawan. Baru kali ini Justin sebal tidak ada wartawan, biasanya senang karena tidak ada yang mengganggunya.

Author Pov

Setelah Lovely mandi, Lovely bergegas mengambil iphonenya, dan ada beberapa panggilan tak terjawab yang rupanya Raka.

Lovely membuka pesan di hpnya itu, dan ada sms dari Raka yang berbunyi "morning Lovely"

Dan langsung dibalas oleh Lovely
"Iyaaa, gue mau"

Dan ini cuplikan sms Lovely dan Raka setelah itu:

R: apanya yang mau??
L: pertanyaan lo yang kemarin
R:lo serius kan, mau sama gue. Bukan karena terpaksa.
L: ya gue serius.
R:kalo gitu ayo ke kampus . Aku sudah di depan apartemenmu.

Lovely Pov

Yang bener aja Raka tiba-tiba di depan apartement ku. Aku belum bersiap-siap.

Akhirnya sekarang aku sudah berjalan dengan Raka, menuju kampus. Aku masih sedikit malu dengan Raka.

"Nanti keluar yuk, gak bosen apa di apartement melulu" ucap Raka membuka obrolan.

"Ayooo" ucapku bersemangat.

"Ya, urusan jalan-jalan aja kamu bersemangat. Coba diajakin belajar bareng. Mana mau" sindir Raka.

Aku hanya tertawa dan merasakan hal yang berbeda dengan panggilan Raka kepadaku yang berubah menjadi "aku,kamu"

"Oke nanti aku jemput jam 7 di apartementmu"

"Siap" ucapku yang langsung membentuk tangan hormat.

Raka langsung tertawa melihat aksi ku. Ia langsung mengelus puncak kepalaku. Dan aku langsung tersenyum merona.

Author Pov

Lovely sedang berada di apartementnya, dan sedang bersama lelaki, tetapi bukan Raka melainkan Justin.

Lagi-lagi pria ini di apartemenku, batin Lovely.

Lovely terlihat sibuk memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk jalan-jalan bersama Raka, pacar barunya itu.

"Lo, mau kemana sih, kayaknya penting banget sampai lemari udah kayak kapal pecah gitu. Gue yang disini aja gak lo toleh sekali pun." Protes Justin.

"Udah deh lo diem aja, ini emang acara penting" ucap Lovely yang sudah menemukan pakaian yang cocok.

"Emang mau kemana??" Ucap Justin yang masih tidak bisa terdiam.

Lovely tidak menjawab pertanyaan Justin, ia langsung menuju kamar mandi untuk mandi.

Tok..tok..tok..

Justin beranjak dari duduknya dan langsung membuka pintu. Ternyata Raka yang datang, Justin mulai mengerti kedatangan Raka.

Raka yang melihat Justin yang membukakan pintu menjadi kaget, karena tadi ia mau memberikan sekuntum mawar, ia pikir adalah Lovely.

"Gue gak salah apartemen kan?? Kok lo disini" ucap Raka sinis.

"Iya ini apartemen Lovely"

Raka langsung masuk kedalam apartemen Lovely.

"Terus ngapain lo disini" Raka mulai sebal.

"Ya setiap hari gue disini." Ucap Justin santai yang membuat Raka panas.

"Oh"
kenapa Lovely gak pernah cerita, batin Raka.

"Tenang, gue gak ngapa ngapain Lovely kok. Tenang aja" ucap Justin yang menepuk punggung Raka.

Lovely Pov

Aku lagi berganti pakaian di kamar mandi, tetapi aku mendengar Justin sedang berbincang-bincang dengan seseorang.
Mungkin itu suara TV.

Aku keluar dengan santai, dan ternyata Raka sudah datang.

Mengapa Raka datang secepat itu. Ini masih jam 6, aku pun belum berdandan.

"Raka, mengapa kamu datang sekarang, ini masih pukul 6"
Ucapku dari belakang Raka.

"Lebih cepat, lebih baik kan" ucap Raka cuek.

"Yaudah tunggu dulu, aku mau dandan." Ucap ku yang berbalik badan, sebelum aku berjalan tanganku ditarik oleh Raka,

"Nggak usah dandan udah cantik kok. Ayo kita pergi" ucap Raka yang mendekat kan tubuhnya kepadaku.

Justin yang melihat pemandangan tersebut muak, dengan gombalan Raka.

"Tapi kan gak sempurna" Ucapku yang tidak sadar bahwa pipiku sudah merona.

"Haduh digituin aja langsung seneng" ucap Justin sinis.

"Bilang aja lo yang sinis" balas Raka yang langsung menarik tanganku keluar apartement.

Raka menjemputku dengan Motor ninjanya.

Sepanjang perjalanan kita hanya terdiam.

Aku tidak tahan dengan kesunyian ini.
Sesampainya di tempat tujuan, yaitu restoran. Aku memulai pembicaraanku.

"Raka kamu kok dari tadi diam aja"

"Kenapa kamu gak bilang aku kalau Justin sering di apartemenmu." Ucap Raka serius yang menatap dalam mataku.

"Hahahahahha, cuma itu. Itu gak penting Raka" tawaku semakin meledak saat melihat Raka emosi.

"Aku serius, aku tidak suka kalau kamu menutup-nutup i dariku." Bentak Raka.

Baru pertama kali aku dibentak oleh Raka, sepertinya ia cemburu.

"Cie.. yang cemburu" goda ku.

"Ya aku cemburu, aku takut kamu bakalan lebih memilih Justin dari pada aku. Justin lebih kaya dari aku, mungkin juga lebih ganteng, kece dari aku." Ucap Raka pelan tapi tegas.

"Ya nggak mungkin lah. Aku bakalan lebih memilih kamu, dari pada cowok genit kayak gitu"

"Apa yang dia lakukan padamu" ucap Raka emosi.

"Udah gak usah dipikirin, itu gak penting mendingan sekarang kita makan aja" ucap ku yang melihat pelayan yang datang sambil membawa pesananku dan Raka.

"Yaudah, tapi kalau dia macam-macam sama kamu, bilang aja sama aku... oh ya ini ada bunga buat kamu" ucap Raka yang langsung merubah mimik wajahnya dengan tersenyum.
Dan langsung memberi ku sekuntum bunga.

"Makasih ya Raka"

Hai..hai..hai... sorry kalau part ini sangat-sangat pendek. Karena aku lagi ujian. Makasih yang udah mau baca...jangan jadi silent readers ya..

Ceritaku akan kulanjut, kalau yang nge-vote udah 15.

Stay With Me, Justin BieberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang