Forty

1.7K 120 24
                                    

JAEHYUN POV

Rasanya ga bisa diungkapin gue bisa nemenin Nana dan anaknya siang ini. Terlebih lagi anak Nana, Kimi, adalah balita paling menggemaskan yang pernah gue tahu. Dia riang dan selalu tertawa meski gue hanya mengajaknya bergurau ringan, sifat yang menurun dari Nana, pintar membuat orang nyaman berada di dekatnya.

Hampir satu jam kita menghabiskan waktu makan siang. Tak sedikit orang-orang yang melihat kami sambil tersenyum dan berbisik. Samar gue dengar mereka bilang kami adalah keluarga yang bahagia. Dalam hati gue merasa senang dibicarakan seperti itu.

"Jae, gue beneran ga enak nih! Ngerepotin banget ini gue kan?" ucapnya entah sudah yang keberapa kali. Padahal dengan tegas sudah gue katakan, gue ga keberatan mengantar mereka pulang.

"Lo tuh bawel banget sih, Na. Udah gue bilang gapapa, cuman ngater doank!"

"Tapi gue tadi udah dibayari makan juga!"

"Yaudah sih, gue juga ga keberatan kok! Sekarang lo diem deh! Berisik mulu tar Kimi bangun!"

Akhirnya dia diam juga, tangannya menepuk paha Kimi ringan. Berusaha membuat Kimi nyaman dalam tidurnya. Entah kenapa hati gue semakin menghangat melihat itu. Nana yang gue kenal dulu sudah berubah menjadi sosok ibu yang sangat mengayomi anaknya. Sosok istri dan ibu idaman.

"Gue ga pernah nyangka lo jadi ibu rumah tangga. Gue kira lo bakalan jadi wanita karir. Jadi sekarang lo ibu rumah tangga full time nih? Emang lo betah cuman di rumah aja?"

"..."

"Na?"

"..."

"Lo tidur?"

Saat mobil berhenti karena lampu merah, gue menoleh ke bangku samping. Astaga! Dia beneran tidur. Jadi dari tadi gue ngobrol sendiri??

Lamat-lamat gue perhatikan Nana dan Kimi. Sekilas dipandang wajah Kimi tidak terlalu mirip Nana, tapi kalau diperhatikan lebih saksama mereka berdua memiliki banyak kesamaan. Kimi adalah visualisasi Nana di masa kecil, menurut gue.

"Sama-sama cantik!" gumam gue sebelum kembali menjalankan mobil.

Tak berapa lama gue sudah berhenti tepat di depan gerbang rumah Nana. Perlahan gue tepuk pundaknya. Ini gue bingung gimana cara bangunin dia tanpa membangunkan Kimi.

Gue lepas seatbelt lalu mendekat ke Nana. Dari jarak sedekat ini bisa gue lihat ada gurat lelah di wajahnya. Naluri laki-laki gue muncul, gue ulurkan tangan mengelus pipinya.

"Na, bangun. Udah nyampe rumah lo!"

Matanya sedikit mengerjap dan membuka dengan cepat. Gue yang belum sempat mundur kembali justru terperangkap dalam tatapannya. Ya, dia tetaplah Kim Nana. Pemilik mata indah yang gue gilai sejak 3 tahun lalu.

"Ehem! Hmmm udah nyampe ya?" ucapnya berusaha mengenyahkan situasi canggung ini. Gue pun memundurkan tubuh dan menetralkan detak jantung.

"Lo sih susah dibangunin!"

"Hehehe maaf Jae, gue ketiduran!"

"Gue kayak orang bego ngobrol sendirian!"

"Hahaha sorry!"

"Jangan ngakak, tar Kimi bangun. Lo turun pelan-pelan. Gue yang bawain belanjaan dan stroler-nya".

Saat gue hendak membuka pintu, satu pertanyaan Nana membuat gue membeku.

"Jae, kok lo tahu rumah gue? Emang tadi gue udah ngasih tahu alamatnya?"

Mampus gue!!!!

"Hmmm itu, tadi...hmmm...kan tadi udah lo kasih tahu sebelum tidur. Gimana sih?"

(after) Married You ❌ KJD ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang