Twenty Four

2K 95 24
                                    

Semalam Chanyeol benar-benar menghubungi gue, dia heboh banget ngajak double date. Gue sendiri sampai sekarang belum memberitahu Mas Dae kalau Chanyeol sudah kembali dari Paris. Masih merangkai kalimat nih gue, takut salah cerita tar si bapak cemburu buta lagi. Dulu aja pas Chanyeol telepon gue untuk pamitan berangkat ke Paris, Mas Dae ngambek tuh hampir seminggu. Ga mau makan di rumah, bajunya gue siapin ga mau, malah gue disuruh ikut Chanyeol aja katanya.

"Mas,"

"Ya?"

"Ini udah siang, bangun yuk!"

Dia makin mengeratkan pelukan, menarik gue semakin terbenam di dadanya.

"Hari libur, Yang. Mau gini dulu".

"Tapi kan harus tetep makan. Aku mau masak".

"Ga usah masak! Delivery atau makan di luar aja".

"Hmmm Mas,"

"..."

"Beberapa hari yang lalu Chanyeol ngehubungi aku, dia udah balik dari Paris".

"Terus?"

"Dia ngajakin double date".

"Double date atau nge-date?!"

"Dia udah punya cewek, Mas!" ucap gue sambil mendongak, mendaratkan kecupan ringan di jakunnya.

"Oia?"

"Heem, makanya dia ngajak double date. Lagian Chanyeol juga udah tahu kalau aku udah hamil".

Dia diam. Gue kembali mendongak, ternyata matanya terpejam. Ini gimana sih, diajakin ngobrol kok malah merem. Gue jambak juga itu jakun.

"Maasssss!"

Bisa gue lihat dia agak tersenyum. Langsung saja gue merangkak naik, menyejajarkan wajah gue dengannya. Gue kecup bibirnya sekilas.

"Jangan cemburu! Dia sudah punya cewek dan aku sudah punya kamu".

"..."

"Maaaassss! Males ya aku kalau kamu diem gini terus!"

Dia malah tertawa, kan bangke!!

"Aku ga cemburu, kamu aja yang kegeeran ngiranya aku cemburu. Lagian Chanyeol mana mau sama cewek gendut gini!"

Membelalak donk gue. Sialan kan, seenak moncong badak dia ngatain gue gendut. Itu mulut belom pernah diblender campur bumbu dapur???!!!!

"Kamu yang bikin aku gendut!! Dasar rese'!! Nyebelin!!!"

"Auw auw yaaakk sakit, Yang!!" dia mengaduh sambil mengusap lengannya yang gue cubit.

"Bodo!!! Sebel aku sama kamu!! Mulutnya kurang ajar banget ngatain aku gendut!!!"

"Ya kan emang gendut, Yang! Coba deh kamu ngaca!"

"Maaasss!!! Sumpah, kamu nyebelin!"

"Tapi makin sexy dan cantik kok!" bisiknya sambil memeluk gue.

"Males!!!"

"Kamu memang makin gendut tapi dagingnya numpuk di tempat yang tepat, dan aku makin suka!" dia ngomong gitu sambil nyubit pantat gue. Duh, pengen banget ini laki gue mutilasi aja!!!

"Tangannya yang sopan!"

"Oohh ga boleh di belakang?? Oke!!"

Dia malah menelusupkan tangannya ke depan, tepat di celah pangkal paha gue. Jelas gue kaget dengan perlakuannya yang tiba-tiba ini.

"Boleh ya, Yang?" pintanya menatap gue penuh harap.

Sudah hampir dua bulan kami tak berhubungan intim, memang atas saran dokter karena riwayat pendarahan gue. Dokter menyarankan setelah memasuki trimester kedua saja. Tapi dasar laki gue otak selangkangan, merengek tiap hari sampai kuping gue pengang rasanya.

(after) Married You ❌ KJD ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang