Thirty Five

1.9K 100 20
                                    

"Yaaang!!! Ayo cepetan!" Mas Dae berteriak dari bawah. Gue masih sibuk mematut diri di depan cermin.

"Deeekk!!! Lo ganti baju atau jahit baju sih??!!" kali ini giliran Bang Suho yang ikutan berteriak.

Berisik!! Mereka cowok mana ngerti tentang tampil sempurna untuk ukuran cewek. Apalagi untuk acara sepenting ini. Malam ini adalah resepsi pernikahan Kak Yoona dan Pak Sehun, sekalian menyambut malam tahun baru.

"Nana!! Lama banget sih!! Lo ganti baju atau....astagaaaaa!! Lo mau kemana??!!"

Irene ikutan tidak sabar dan bahkan sampai menyusul gue ke kamar. Tapi gue cuek, masih sibuk dengan polesan terakhir di bagian bibir. Dua lipstik matte dan velvet dengan warna pink rose sudah menyapu bibir gue dengan sempurna.

"Oke gue siap! Yuk!!" seru gue.

Irene masih melotot memandang gue. Dia bahkan berulang kali menyisir pandangannya naik turun.

"Ren, lo kenapa?"

"Nurut sama gue. Ganti baju dan tatanan rambut lo!"

"Lha kenapa?"

"Kalau sekadar cantik ga masalah, tapi ini lo jatohnya sexy abis, Na!!! Pak Jongdae ga bakalan ngebolehin lo keluar dengan dandanan model begini!!!"

Gue memandang diri di cermin. Apanya yang salah? Gue pakai dress warna biru dengan model rempel, bagian tepinya berenda bunga yang gue beli online beberapa minggu lalu. Dress ini juga sepasang dengan punya Kimi, senada juga warnanya dengan jas yang dipakai Mas Dae. Matching banget deh pokoknya!

"Apa yang salah? Ini tuh matching banget sama gaun Kimi dan jas Mas Dae!"

"Gue ga ikut-ikut kalau laki lo ngamuk! Ayo cepet turun deh!"

Irene mendahului turun, gue menyusul di belakangnya.

"Kamu lama banget sih, Yang. Ngapain aj..."

Gue masih bingung dengan tatapan Mas Dae dan Bang Suho. Anehnya lagi Bang Suho langsung berdehem dan melirik Irene yang sekarang sudah menggamit lengan kanannya, sementara lengan kirinya sedang menggendong Jun. Irene hanya menggeleng pelan untuk membalas lirikan suaminya.

"Kita ga jadi ikut!!! Lo berangkat aja, Ho!!" Mas Dae yang masih menggendong Kimi berniat untuk meninggalkan ruang tamu, sudah berada di ambang tangga.

"Kenapa?" tanya gue yang ternyata mengundang amarah Mas Dae.

"KAMU PIKIR AKU NGEBOLEHIN KAMU PAKAI BAJU MODEL BEGITU???!!! ASETKU DIUMBAR KEMANA-MANA, YA TUHAN!!!!"

Gue tatap Irene yang dibalas dengan gerakan bibir, "Apa gue bilang?!"

****

Akhirnya kita berenam berangkat setelah gue setuju untuk ganti baju. Untung gue masih punya satu gaun dengan warna yang sama, jadi kami bertiga masih tetap seperti pakai famset. Tapi tentu saja gue agak sebel, itu gaun kan udah gue persiapkan untuk acara spesial Kak Yoona.

"Mukanya ga usah ditekuk gitu!" Mas Dae berucap dari balik kemudi.

Gue yang sadar disindir hanya memalingkan pandangan ke luar jendela, dengan Kimi berada di pangkuan gue. Bisa gue dengar Bang Suho dan Irene samar terkekeh dari bangku belakang. Kalau ga inget lagi ada Kimi dan Jun, udah gue gemplang itu mereka berdua!

"Lo beli baju gituan dimana sih, Dek? Cari masalah!"

"Udah aku peringatin tadi pas di kamar, eh dia ga nurut. Beneran kan diamuk!" Irene ikutan bikin gue makin gerah.

(after) Married You ❌ KJD ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang