Fourteen

2.2K 97 14
                                    

Setelah Pak Sehun pulang, gue melanjutkan menata buah yang dia bawa tadi. Di tengah-tengah kegiatan tersebut, mendadak perut gue rasanya seperti dipilin. Rasa mual menyeruak hingga isi perut gue seperti berada di ujung tenggorokan. Bodohnya gue malah berlari ke kamar mandi atas, bukannya menuju kamar mandi di tepi dapur yang lebih dekat.

Sampai di westafel semua makanan yang gue makan dari pagi langsung menyembur keluar. Benar-benar tanpa sisa sampai rasa pahit tercipta di pangkal tenggorokan. Gue berkumur dan mengusap peluh.

"Mulai mual-mual nih gue?"

Saat hendak mengambil handuk di lemari atas westafel, samar gue dengar bunyi bel. Berusaha menajamkan telinga, gue kembali mendengarnya.

"Siapa ya? Apa Kak Yoona sudah datang? Katanya masih nanti sore."

Gue kalungkan handuk ke leher setelah mengeringkan wajah. Berniat membuka pintu kamar mandi, rasa mual itu menyerang lagi. Kali ini dibarengi dengan rasa perih. Terlalu jauh menggapai westafel, gue pun jongkok di depan kloset. Karena tak ada lagi yang ada di dalam perut, gue hanya memuntahkan cairan sampai berwarna kuning. Rasanya pahit dan mualnya semakin parah.

Selesai dengan ritual muntah-muntah, gue keluar kamar mandi. Baru teringat tentang bel yang berbunyi tadi. Dengan badan yang lemas gue turun, mengintip interkom.

"Ga ada siapa-siapa. Udah pergi kali ya?!"

Gue pun berbalik, tapi langkah gue terhenti saat melihat bungkusan kresek putih di atas meja. Gue buka ternyata isinya Spicy Bulgogi, Jjampong, dan iced americano. Mata gue berbinar dan cejatan mengeluarkan semuanya.

"Waaahh, semuanya kesukaan gue! Duh, siapa yang bawain ini??!! Kak Yoona kali ya? Tar deh gue telpon, yang penting makan dulu!"

Gue pun lahap menikmati semua makanan ajaib yang tetiba ada di meja ruang tamu. Mendadak lupa dengan larangan Mas Dae untuk tidak makan pedas. Tar abis makan bungkusnya langsung dibuang dan gosok gigi, biar jejaknya hilang 100% hehehe

20 menit kemudian semua makanan itu ludes tanpa sisa. Ini gue perpaduan antara lagi ngidam pedes sama kelaperan karena abis muntah kali ya. Makan kayak orang susah aja. Seperti rencana, gue langsung turun untuk langsung membuang bungkusnya ke tong sampah depan apart. Bergegas kembali masuk dan menggosok gigi. Tak lupa ruang tamu gue semprot pengharum ruangan, biar aroma pedas hilang sempurna.

Selesai semuanya gue segera meraih hape dan menghubungi Kak Yoona.

"Ya?" sahut Kak Yoona di seberang.

"Kakak gue yang paling cantiikkkk!! Makasih yaa makan siangnya. Tahu banget gue lagi pengen yang pedes! Kenapa ga nunggu..."

"Kamu ini ngomong apa? Makan siang apa?"

"Hmmm? Ya makan siang. Spicy bulgogi, jjampong, sama iced americano. Kakak yang beliin kan?"

"Enggak! Ini aja aku masih di jalan mau ke apart kamu."

"Lho, trus makanan tadi dari siapa?"

"Mana kakak tahu!"

Mendadak gue mual lagi. Entah karena perut gue kekenyangan atau karena gue mendadak kepikiran tentang makanan yang gue santap tadi.

"Aduh! Aduhhhh!" rintih gue sambil memegang perut.

"Halo, halo, Na! Nana, kamu kenapa?"

"Aduh! Kaaak, perut aku sakit banget!"

"Tunggu tunggu! Tahan dulu! Sebentar lagi kakak sampai."

Tut

Gue menjatuhkan ponsel dan semakin fokus memegang perut gue. Ini kenapa tetiba seperih ini sih? Karena makan cepet atau makan pedes nih??!! Biasanya makan lebih pedes dari ini juga ga pernah sakit perut. Anak gue ga doyan pedes kali ya.

(after) Married You ❌ KJD ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang