Twenty Eight

2.1K 113 24
                                    

Semenjak hamil, gue paling malas melakukan rutinitas bebersih muka sebelum tidur malam. Seringnya gue cuma cuci muka dan gosok gigi. Bye all skincare and body serum!

"Yang, udah cuci muka?" tanya Mas Dae sambil mengeringkan mukanya dengan handuk.

"Udah,"

"Kapan?"

"Kemarin malam hehehe"

"Jorok ih kamu. Ayo bangun dulu, cuci muka sana!"

"Males, Mas! Toh aku ga pake make up tadi, mukaku ga kotor!"

"Prasaan dulu kamu selalu bawel kalau aku jorok, kenapa sekarang kamu yang jorok?"

"Bawaan bayi mungkin".

"Jangan jadiin Baby Kim alasan ya! Ayo bangun!"

Hihihihi iya sih bener juga. Anak gue ga salah apa-apa selalu gue jadiin asal sebab akibat. Tapi entah kenapa sejak hamil masuk trimester kedua ini gue makin malas bebersih diri. Mandi aja kadang sehari sekali, itupun mepet Mas Dae mau pulang biar ga ketahuan kalau seharian belom mandi.

Jangankan pakai skin care, gue liat bedak tabur aja males banget. Dan yang paling joroknya lagi, gue males banget keramas. Pernah nih suatu hari rambut gue lepek dan berminyak banget. Mas Dae protes katanya bau juga. Iyalah, hampir seminggu gue ga keramas hahahaha

Intinya, segala hal yang bersih dan wangi malah gue hindari. Mas Dae aja sampe bawa parfum ke kantor, gue uring-uringan kalau kamar jadi bau parfum. Gue malah suka bau tubuh aslinya bercampur keringat, uuhh libido gue malah mendidih.

Karena gue tak kunjung beranjak dari kasur, Mas Dae mendekat dan menarik tangan gue. Berasa kayak karung beras yang ditarik paksa. Mana gue sumpah males banget buat bangun!!

"Astaga Na, ayolah!"

"Gendong,"

"Istri siapa ini manja banget, Ya Tuhan?" ucapnya sambil mengangkat tubuh gue

"Istrinya Chen EKSOH!"

"Coba ngomong sekali lagi!!!"

"Istrinya Kim Jongdae".

CUP

Seketika ekspresi melototnya berubah jadi senyum. Setelah ritual bebersih muka gue selesai, dia kembali menidurkan gue dan ikut bergabung.

"Mas, aku masih penasaran. Gapapa ya aku tanya?"

"Tanya apa?"

Gue menyamankan diri memeluk pinggang dan membenamkan kepala di dada bidangnya. Perut gue yang semakin besar membuat aktivitas pelukan kami tak bisa seerat dulu.

"Kenapa Mas sama sekali tidak tertarik sama Wendy? Bahkan saat dia berdandan sexy?"

"Kamu masih penasaran juga? Padahal sudah beberapa hari lalu dia datang kesini".

"Ya, kenapa?"

"Apa aku udah pernah cerita ke kamu kapan pertama kali aku lihat kamu?"

"Hmmm di kantor Papah?"

"Ya, sejak itu aku udah jatuh hati ke kamu".

"Secepat itu?"

"Awalnya aku juga ga sadar. Tapi setelah kembali ke London lagi, aku malah ga bisa melupakanmu. Lebih menyiksa lagi aku ga bisa menghubungimu, ga punya fotomu, bahkan ID medsos pun aku ga punya. Sampai akhirnya aku beranikan diri meminta fotomu ke Suho".

"Dikasih?"

"Pakai syarat yang tidak manusiawi".

"Hahaha apaan?"

(after) Married You ❌ KJD ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang