Part 24 : The New Beginning

6K 223 24
                                    

Tak hanya Rio yang menyiapkan rencana barunya namun sosok itu juga menyiapkan rencananya yang dipastikan akan berhasil kali ini.

Hari ini adalah hari minggu pagi dimana Rio dan Giselle akan berjogging bersama. Dan keduanya sudah berjogging selama lima belas menit. Namun ditengah perjalanan jogging, iPhone Giselle berbunyi menandakan ada telepon masuk. Saat melihatnya, Giselle langsung menjawab telepon tersebut.

"Hallo Van. What's up, bro?" Rio yang mendengar Giselle menyebut nama 'Evan' langsung berhenti berlari. Rio terdiam sejenak. Giselle yang masih asik berbicara dengan Evan, tiba-tiba terhuyung ke belakang karena tersandung batu kecil. Rio pun sigap untuk menangkap Giselle sebelum cewek itu jatuh ke tanah.

Karena telah ditolong, Giselle pun mengucapkan terima kasih dalam suara pelannya. Rio pun mengangguk dan kembali menunggu Giselle yang masih berbincang dengan Evan.

Sudah tiga puluh menit, akhirnya Giselle pun selesai berbincang dengan Evan di telepon.

"Udah selesai?" tanya Rio to the point.

"Udah kok. Sorry ya lama. Btw, keknya gue mau langsung balik aja deh." Rio menaikkan sebelah alis matanya.

"Soalnya gue harus ke rumah Evan nih. Ada something yang urgent banget. Sorry banget nih ga bisa lanjutin jogging. Tapi kalo lo mau jogging lagi juga gapapa. Gue duluan aja sendiri," kata Giselle yang mulai tergesa-gesa.

"It's okay. Ya udah yuk pulang." Rio langsung berjalan memutar arah dan menarik pergelangan tangan Giselle. Giselle yang ditarik hanya mengikuti pergerakan Rio. Tapi dengan tiba-tiba Giselle menghentikan langkahnya.

"Why?"

"Kenapa lo ikut pulang? Lo ga mau jogging lagi?"

"Ada alasan buat gue jogging sendirian? Karena dari awal, niat gue jogging itu sama lo bukan cuman gue sendiri. So, let's go home. Your friend are waiting for you." Giselle pun mengangguk mengerti. Lalu Rio dan Giselle kembali berjalan menuju rumah mereka.

****

Satu jam sudah berlalu sejak Giselle pergi meninggalkan Rio menuju rumah Evan. Dirumah yang sepi ini hanya tersisa satu orang yaitu Rio. Sedari tadi Rio hanya duduk santai di sofa sambil menonton siaran televisi dan beberapa film yang disiarkan.

"Ahh bosen amat sih hari ini! Gabut setengah mati. Arghh kenapa gue jadi kesel gini sih? Apa gara-gara... ah ga mungkin!" kata Rio dengan dirinya sendiri. Rio kembali menonton siaran televisi yang menurutnya tidak menarik sama sekali itu.

Satu jam kemudian, iPhone milik Rio berbunyi. Rio yang tertidur, terbangun dan langsung mengangkat telfon tersebut tanpa melihat siapa yang menelfonnya.

"Hallo?"

"Terima kasih sudah mau mengalah. Saat-saat seperti inilah yang saya tunggu."

Hubungan telfon pun terputus dan Rio yang masih setengah sadar, langsung membelakkan matanya dan segera memeriksa nomor penelfon tadi.

"Duh bego banget sih gue ga liat dulu siapa yang nelfon. Mampus kan ga kenal suaranya," maki Rio pada dirinya.

Saat memeriksa menu phone calls, Rio menemukan nomor yang tak dikenal. Tapi saat mengamati nomor tersebut, tiba-tiba Rio teringat sesuatu.

My Lovely Sister (S1) [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang