Tepat kini giliran Dahyun untuk memberi ucapan selamat kepada sang pengantin

"Kalian??" Bingung Dahyun

"Iya Dahyun, ini kami, kenapa kau sangat terkejud? Apa kau tidak setuju jika kita menikah?" Tanya pengantin wanita

"Aku sangat setuju jika kalian menikah, tapi ini bukannya hari pernikahan Sana dan Tzuyu?" Tanya Dahyun

"Bukan Dahyun ini pernikahan kita, aku dengan Chaeyoung, pernikahan Sana dan Tzuyu di batalkan, dan karena gedung sudah di sewa jadi kami yang menggunakannya" jawab Mina

"Lalu mereka berdua?" Tanya Dahyun

"Jika kau ingin sebuah penjelasan, datanglah ke taman samping gedung ini, mereka akan menjelaskannya padamu" jawab Mina

"Baiklah, selamat untuk kalian berdua" ucap Dahyun sembari memeluk Mina dan Chaeyoung bergantian

"Terimakasih" jawab Mina dan Chaeyoung

Lalu Dahyun segera berjalan menuju lokasi yang Mina ucapkan tadi yaitu taman di samping gedung

Untuk mempercepat Dahyun pun sedikit berlari untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada mereka yaitu Sana dan Tzuyu

"Kau lama sekali Dahyun" ucap Tzuyu sembari tersenyum kearah Dahyun yang berlari

"Hah hah hah... Apa maksudnya ini?" Tanya Dahyun tergesa-gesa

"Kau tenang dulu, duduk lah kita tunggu seseorang lagi dia sedang ke toilet" ucap Tzuyu

"Kuharap kau bisa menjelaskannya dengan benar Tzuyu" todong Dahyun

"Nah itu dia orang yang kita tunggu" ucap Tzuyu sembari menunjuk Sana yang baru tiba dengan dagunya

"Hai Dahyun lama tidak bertemu" sapa Sana sembari tersenyum kearah Dahyun

"Cepat jelaskan apa maksud dari semua ini, dan kau Tzuyu kau tidak menepati janji mu?"

"Baiklah kau ini tidak bisa sabar sedikit, untuk janjiku kepadamu aku menepatinya, ya walaupun aku haru meninggalkan nya karena pekerjaan, dan lebihnya aku membahagiakan nya dengan membawanya ke sisimu ketika kau koma" jelas Tzuyu

"Maksudmu?"

"Ya Sana selalu mendampingi mu ketika kau koma, itu keinginan nya, dan keinginan selanjutnya ia tidak ingin ada di samping mu ketika kau sadar" jelas Tzuyu

"Dan kalian?"

"Kita membatalkan pernikahan kita Dahyun" jawab Sana

"Kenapa kalian batalkan?"

"Kau tau bukan Sana sangat mencintaimu, semua orang juga tau kau juga mencintai Sana bahkan kau merelakan cintamu dan kau berikan kepadaku, cinta ku kepada Sana tidak sebesar cintamu kepada Sana, karena apa? Karena untuk mendapatkan Sana saja aku meminta bantuan dari mu, aku tidak bisa berjuang sendiri untuk mendapatkannya, aku sadar itu, bahkan kau mencurahkan isi hatimu dengan dalih kau membaca buku harian ku agar aku dan Sana bisa bersatu yang bahkan buku itu kosong. Maka dari itu cinta kalian lah yang harus bersatu, bukan cintaku" jelas Tzuyu

"Lalu kau?"

"Kau tenang saja aku sudah menikah lihat jari manis ku? Sudah terpasang cincin" ucap Tzuyu sembari menunjukkan cincin yang berada di jari manis tangan kanannya

"Dengan siapa?"

"Kau ingin merebutnya juga dari ku? Aku tidak yakin kau akan kuat aku saja kewalahan dengannya" canda Tzuyu

"Ku adukan itu kepada Momo, Tzu" ancam Sana

"Selalu saja apapun itu kau akan mengancam akan mengadukan segalanya kepada Momo"

"Tentu saja dia sahabatku"

"Aku juga sahabatmu ingat itu"

"Dahyun, jadi untuk sekarang aku yang menyerahkan kebahagiaan Sana kepadamu, dan aku harap kalian akan bahagia nantinya" ucap Tzuyu sembari menyatukan tangan Sana dan Dahyun

"Yasudah aku pergi dulu, aku terlalu lama meninggalkan istri ku di dalam, dan kalian berbincang lah taman ini tidak ada orang lain yang menggangu kalian" ucap Tzuyu lalu pergi meninggalkan Dahyun dan Sana dengan tangan mereka yang saling menggenggam

"Maaf" ucap Sana tiba tiba

"Maaf kenapa?" Tanya Dahyun

"Maaf mungkin keputusan ku dengan Tzuyu membuat mu kecewa" jawab Sana sembari menundukkan kepalanya dan melepas genggaman tangannya

"Aku memang terkejut dengan semua ini, dan ada sedikit rasa kecewa karena aku gagal untuk menyatukan kalian berdua" ucap Dahyun

"Maaf juga tidak ada di sampingmu ketika kau siuman dari koma"

"Tidak masalah, aku seharusnya berterima kasih karena kau mau menjagaku selama koma, aku bahkan tidak mengira kalau aku akan koma, bahkan aku tidak mengira aku akan selamat dari operasi itu" ucapan Dahyun langsung diberi pukulan oleh Sana tepat di dadanya

"Auch"

"Ah maaf, aku reflek memukulmu apa sakit? Maaf" sesal Sana

Dahyun pun hanya tersenyum dengan tingkah lucu Sana dan menghentikan elusan tangan Sana di tempat ia memukul

"Jangan memukul disana, karena disana ada namamu" ucap Dahyun sembari menatap mata Sana

Sana yang tersipu pun memukul lengan Dahyun berkali kali, dan Dahyun tertawa akan hal itu

"Kau sangat menjengkelkan aku mengkhawatirkan mu bodoh" kesal Sana

"Haha kau sangat lucu, aku berkata yang sejujurnya, jika di hatiku dan di jantungku ada namamu" ucap Dahyun sembari menahan kedua tangan Sana untuk berhenti memukulinya

Sana pun langsung memeluk Dahyun untuk menutupi pipinya yang mungkin memerah karena tersipu dengan ucapan Dahyun, Dahyun pun membalas pelukan Sana tak kalah eratnya

"Terima kasih" ucap Sana

"Untuk?"

"Terimakasih sudah berjuang untuk pulih" ucap Sana yang masih memeluk Dahyun

"Itu semua karena mu, kau yang menemani ku selama koma, dan aku yakin selama kau berada di sampingku kau banyak sekali merapalkan doa untukku" Sana pun melonggarkan pelukannya dan menatap Dahyun, Dahyun pun membalasnya dengan senyum

"I love you Sana"

"I love you too Dahyun"

Kemudian keduanya pun mendekatkan wajahnya, lalu kecupan lembut dan dalam sembari memejamkan mata mereka salurkan untuk mengungkapkan perasaan mereka masing masing

















The End


Eits tapi boong masih ada satu lagi

Nexuto

Maybe There Is No TomorrowWhere stories live. Discover now