"Sana bilang Ya" ucap Dahyun di sambut sorak gembira dari semua orang

"Semuanya aku butuh pelukan, ayo semuanya"ucap Dahyun lalu semua orang memeluk Dahyun dengan perasaan senang

Mama Jennie yang berada di sebelah Dahyun dan melihat Dahyun menangis segera menghapus air mata. Dan dalam pelukan itu hanya 2 orang yang mengeluarkan air mata, yaitu Dahyun, dan Mama Jennie
.
.
.
.
.
.
.
Tiga hari kemudian, Tzuyu dan kedua orangtuanya datang kerumah Sana dan tentu tujuannya untuk melamar Sana secara resmi

"Silahkan dicoba" ucap Mama Yoona setelah meletakan hidangan di meja tamu

"Oh ya tentu" balas Ayah Tzuyu

"Nak tolong ambilkan minuman itu untukku" ucap Siwon

Lalu Tzuyu mengambilkan minuman yang telah di sediakan untuk ayahnya

"Jadi semuanya sudah di tentukan, hari pertunangan Sana dan Tzuyu akan dilaksanakan di hari yang sama dengan hari pernikahan kami, bagaimana?" ucap ibu Tzuyu yaitu Yuri

"Ya saya setuju saja dengan itu" balas Mama Yoona

"Dan tenang saja gedungnya akan di dekorasi oleh orang paris, dan itu ku datangkan langsung" lanjut Siwon

"Siwon-ssi semua acara pertunangan dan pernikahan aku serahkan semuanya kepadamu" ucap Solar

"Aku senang bahwa kami dapat anak menantu yang baik, aku merindukan putraku" lanjutnya

"Sangat menyedihkan ya, oh iya itu Tzuyu ceritakan kepada kami, tapi memangnya apa yang terjadi?" prihatin Yuri

"Serangan jantung" jawab Solar cepat

Kedua orang tua Tzuyu pun mengangguk paham dengan ucapan Solar

"Aku sedang menunggu Sana dan Ryujin untuk berkeluarga nantinya lalu aku bisa tenang meninggalkan mereka" ucap Solar

"Dan bagaimana Jinni?" Tanya Siwon

"Dia bukan milik kami" ketus Solar

"Nanek!" Tegur Sana yang memang duduk di sebelah Solar

Dan semua seketika menjadi canggung dengan ucapan Solar yang begitu ketus

"Tidak, itu salah, Jinni adalah milik kita, sama seperti Sana dan Ryujin" ucap Yoona sembari mengelus kepala Jinni yang tertunduk, ayah dan ibu Tzuyu pun tersenyum dengan ucapan Yoona

"Dan suamiku meninggal bukan karena serangan jantung, dia merenggang nyawanya sendiri" lanjut Yoona dan Solar menatap Yoona tajam

Situasi pun menjadi hening kembali, karena tentu ayah dan ibu Tzuyu tidak tau harus memberikan tanggapan apa

"Aah sepertinya ini sudah terlalu larut, kami pamit terlebih dahulu" ucap Siwon memecahkan keheningan dengan berpamit pulang

Setelah kepergian keluarga tuan Siwon suasana rumah menjadi hening tanpa adanya perbincangan, Sana, Ryujin, Jinni telah kembali ke kamar masing-masing. Sedangkan Yoona tengah membereskan meja tamu

"Kenapa kau mengucapakan yang sebenarnya kepada mereka?" Tanya Solar

"Kau tidak bisa memulai hubungan baru dengan kebohongan" jawab Yoona

"Ck, kau tidak bisa mengatasi hubungan mu di masa lalu, lalu bagaimana kau bisa tau cara mengatasi hubungan yang baru!" Ketus Solar

"Hubungan bukanlah untuk diatasi, tapi hubungan itu untuk dijaga tapi apa yang kau ketahui tentang mereka?" Jawab Yoona lalu berjalan hendak meninggalkan ruang tamu

"Dengar menantu perempuanku" cegat Solar dengan memegang tangan Yoona kasar

"Aku akan menjadi menantumu hanya di hari dimana Jinni menjadi cucumu, dan kau mengakui itu" jawab Yoona

"Jinni bukanlah cucuku, dan tidak akan pernah ku anggap cucuku ingat itu! Aku hanya akan mengakui dia yang mengalir darahku!"

"Sudah cukup! Aku tidak mau mendengar ucapan itu lagi!"

"Kenapa? Selagi kau selalu berkata jujur belajarlah untuk mendengar perkataan ku ini! Jinni bukan cucuku! Dia bukan bagian dari keluarga ini. Dia hanya beban berada disini. Sebuah beban yang kau bawa paksa kedalam keluarga ini dengan mengadopsinya! Sebuah beban yang mengambil semua kebahagiaan di dalam keluarga ini, dia yang mengambil putraku, aku benci anak kotor itu"

Tanpa di sadari keduanya, Jinni mendengar semua perdebatan Solar dan Yoona dari atas tangga dengan air mata yang membasahi pipinya, dia merasakan setiap perkataan Neneknya itu menyakitkan hati kecilnya, tapi dia juga tidak ingin karena dirinya pertengkaran itu terjadi

Jinni segera turun dari tangga dan keluar rumah menuju rumah Dahyun yang memang berada di seberangnya


















Tbc

Maybe There Is No TomorrowWhere stories live. Discover now