[O2]

60K 1.6K 30
                                    

Happy reading!! ^^

Setelah perdebatan tidak bermutu, akhirnya mereka sampai ke tempat yang dimaksud Vano. Eh tapi kok mereka berhenti di suatu tempat semacam pasar malem atau karnaval? Mereka keluar dari mobil dan tanpa sadar kaki Naya mulai berjalan dengan sendirinya seperti ada magnet kuat yang ada di tempat ini.

Naya menelusuri stand makanan atau mainan lucu sampai lupa kalo dia ke tempat ini tidak sendiri. Vano melihat Naya dengan ekspresi cengo. Ni anak bener bener ye, ninggalin gue disini sendiri kek orang ilang, batin Vano.

Tiba-tiba Vano menarik tangan Naya yang sedang mengelus ayam warna warni.
"heh lo tuh baru gue tinggal ngambil hp di mobil langsung ngilang gitu aja. Ternyata malah disini mainan ayam."
geram Vano yang membuat Naya memutar bola matanya malas.

"kenapa gue harus nungguin lo juga. Lo bukan anak kecil yang harus gue awasin kemana mana, kan bisa jalan sendiri."

"yang bocil tu bukan gue tapi lo! Kalo lo ilang di pasar malem kan ngga lucu, ntar gue dituntut papa Danu gara gara lo kan berabe." oh iya papa Danu itu papa nya Naya. Memiliki wajah yang tampan rupawan menurun ke bang Reano.

Naya menghentak hentakkan kakinya kesal, Vano yang melihat itu jadi gemas sendiri melupakan bahwa Naya itu musuh bebuyutannya.
"udah gausah sok ngambek ngambek, lo kira lo lucu dengan gaya kek gitu? Malah mirip buto ijo tau ngga. AHAHAHA" Vano mengejek Naya padahal mah emang lucu di mata Vano.

"ah apaan sih kesel tau, cuma liat liat ayam aja ngga boleh."

"iya iya boleh liat atau beli apapun yang ada disini, tapi dengan satu syarat."

"apa syaratnya cepetan!"

"lo jangan misah dari gue, jalannya di samping gue terus. OKE HARUS DEAL!"

"iya deh iya yang penting gue bebas ngapain disini kan." Setelah menyelesaikan ucapannya, Naya mulai berjalan meninggalkan Vano.

Vano menggandeng tangan Naya secara tiba-tiba.
"udah dibilangin jangan misah dari gue, main nylonong aje lo. Sini deketan kita jalan bareng muterin ni pasar malem."

Mereka melanjutkan kegiatan berpetualang Naya yang sempat terhenti tadi. Sampai di stand penjual permen kapas warna warni dengan bentuk yang lucu itu, Naya melihatnya dengan mupeng (muka pengen).

"Vanooo gue mau itu ya, yang warna biru bentuk angry bird."

"iya sana minta sama yang jual, nanti gue bayar. Sekalian beli apa lagi gitu biar ngga bolak balik."

"siap bos, makasii Vano." ucap Naya sambil meletakkan tangan di dahi berpose seperti hormat ke arah Vano.

"udah cepetan keburu malem."

Setelah selesai berpetualang mengelilingi pasar malem, mereka kembali ke tempat dimana mobilnya Vano tadi terparkir. Mobilnya mulai melaju menuju rumah Naya.

《~~~》

Naya turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah diikuti oleh Vano di belakangnya. Memang sebagai cowo yang baik dan bertanggunug jawab harus mengantarkan pasangannya sampai rumah dalam keadaan baik baik saja lalu menyempatkan diri mampir ke rumah walau sekedar menyapa orang tua pasangannya, apalagi Vano sudah diberi julukan calon suami dari Naya.

"eh Vano duduk dulu sayang, tunggu sebentar mama buatin minum ya." tutur mama Nia ramah kepada Vano.

"makasii ma, ngga usah repot repot. Tadi juga udah beli minum kok sama Naya"

"ah ini gapapa diminum dikit dikit, mesti capek kan daritadi keliling sampe mana aja hayoo. Dasar anak muda kalo jalan berdua udah ngga inget dunia."

"ahaha bisa aja ma, tadi cuma mampir bentar ke pasar malem biar Naya ngga bosen."

"oalahhh makasih ya sayang udah ngajakin Naya jalan jalan, kayanya si Naya tadi mukanya bahagia banget gitu diajakin ke pasar malem. Oh iya Van ikut makan malem sekalian aja yuk, mama udah masakin juga buat kamu."

Vano ingin menolak jadi ngga enak karena udah dimasakin eh mlah ngga dimakan. Jadi yaudah tuh si Vano ikut makan malam bareng keluarga Naya. Mama Nia menggiring Vano menuju meja makan yang ada di dekat dapur.

Ternyata disana sudah ada bang Reano beserta istrinya, papa Danu, dan pastinya Naya yang sedang memainkan ponselnya. Vano duduk di sebelah Naya, di seberangnya ada bang Reano dan kak Sherin istrinya, di sebelah kanan dan kiri meja ada kedua orang tua Naya.

Mereka mulai melahap makan malam masing masing hingga tak tersisa. Lalu mama, kak Sherin, dan Naya membantu membersihkan meja makan lalu mencuci alat alat makan di wastafel.

"ini Vano nginep disini aja ya, udah malem juga mama takut kalo ada apa apa di jalan. Nanti mama siapin kamar kosong yang di sebelah kamar Naya. Oke?"

"yaudah gapapa, makasih ya ma."

"iya sayang santai, pulangnya besok pagi aja. Ngga ada kegiatan juga kan besok hari minggu."

Setelah makan malam, Naya masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya. Sengaja ia tak menutup pintunya rapat rapat karena emang ngga suka aja gitu. Aneh juga ye si Naya.

Naya menyalakan laptop untuk menonton drama atau streaming youtube, kalo gini nih biasa disebut fangirling. Seperti fangirl fangirl pada umumnya, Naya juga suka halu oppa oppa koriyah jadi maklum kalo dia gila gara gara kebanyakan halu. becanda.

Hampir setengah jam Naya menonton ulang drama korea yang berjudul Descendant Of The Sun itu, emang sebagus itu sampe Naya menontonnya berulang kali. Bahkan dia masih saja menangis saat menonton drama ini.

Jam menunjukkan pukul 23.45 dan Vano belum juga tertidur, entah mengapa rasa kantuknya tiba-tiba hilang begitu saja. Suasana rumah Naya malam ini sangat sepi hingga berulang kali membuat bulu kuduk Vano berdiri.

Di saat saat seperti ini biasanya Vano hilangkan pikiran pikiran buruk dengan bermain handphone membuka sosmed. Namun tiba-tiba ia mendengar seperti suara wanita yang sedang menangis. Vano yang terkejut dengan suara tersebut langsung meringkuk dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Rasa penasaran Vano melebihi rasa takutnya, ia memutuskan untuk mencari tau dari mana suara tersebut berasal. Dengan tubuh sedikit bergetar karena ketakutan, Vano berjalan ke sumber suara yang ternyata berasal dari kamar Naya. Jangan-jangan Naya memelihara kunti di kamarnya?

Next
.
.
.
.
.
.
TBC yuhuu

hayu lah komen komen biar aku juga tau gimana pendapat kalian tentang cerita ini gitu loh.

Baby Boy || AlvanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang