[1O]

34.9K 1.1K 21
                                    

Gengs menurut kalian mending sekedar kenyot kenyotan ato yang lebih ke adegan dewasa? tapi kalo aku buat yang ++ takut ngga ngefeel, jadi mohon bantingannya🙏

Happy reading!! ^^

Saat pulang sekolah...

Naya
Vanoooo
Lagi dimana? aku udah di depan gerbang ini, daritadi ditungguin ngga keluar keluar

Alvano
Tunggu bentar
Aku lagi di rooftop sama anak anak
15 menit lagi aku kesaNaya

Naya
Ih ngapain sih ke rooftop segala, yaudah aku nyusul aja kesana

Alvano♡
Ngga usah nyusul, bentar lagi selese
Sabar tungguin bentar

Naya
Iyaa aku tungguin di gerbang

Sekitar 10 menit kemudian, mobil Vano sudah berhenti di hadapan Naya. Mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan Vano segera menjalankan mobilnya.

Saat di perjalanan suasana menjadi hening karena tak ada satu pun yang mengangkat bicara.

"Van kenapa daritadi diem terus sih? Lagi sakit atau gimana? dimananya yang sakit?" Naya mengajak Vano berbicara namun tak digubris oleh suaminya itu.

"aku ngajak ngomong kamu loh"

"apa sih Nay, udah diem aja disitu aku gaada yang sakit" balas Vano dengan nada yang sedikit meninggi.

"kamu kenapa? marah sama aku gara-gara tadi?" tanya Naya.

"pikir aja sendiri"

"kalo aku mikirnya sih kamu ngga marah, soalnya cuma gitu doang kan"

"yaudah kalo kamu mikirnya gitu"

"ih tapi kamu marah" Naya memeluk pinggang Vano secara tiba-tiba.

"heh jangan gini aku lagi nyetir, bahaya tau ngga" Vano melepaskan tangan Naya yang melingkar di pinggangnya.

"bilang lagi nyetir padahal ngga mau dipeluk, yaudah aku minta maaf"

"emang apa salah kamu? kok minta maaf," tanya Vano kepada Naya.

"y-ya itu tadi aku ninggalin kamu di kamar mandi sendirian kan aku salah"

"udah itu doang salahnya? kalo kamu cuma gitu doang aku gabakal marah"

"lah terus apalagi salahku, kan cuma itu doang gaada lagi"

"gatau! Sana turun udah sampe" ucap Vano saat mobilnya masuk ke pekarangan rumah.

《~~~》

Naya melihat Vano sedang bersantai di atas sofa sambil rebahan nonton tv. Ia memutuskan untuk menghampirinya dan membujuk Vano agar tidak marah kepadanya lagi.

Vano sempat memandang Naya sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke arah tv lagi. Ternyata Naya ikut berbaring di samping Vano. Sofa panjang itu memang lumayan besar jadi muat untuk Naya dan Vano.

"Van," panggil Naya.

"hmmm"

"masih marah?" Naya menghadap ke Vano lalu memeluknya erat.

"ngga"

"kalo jawabnya singkat singkat gitu berarti masih marah,"

Baby Boy || AlvanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang