[18]

26.9K 902 30
                                    

Happy reading!! ^^

Sekarang pukul 19.27 malam, setelah Vano menyelesaikan acara makan malamnya, ia meminta izin kepada Naya untuk nongkrong bersama kawan-kawannya.

"sayaanggg aku mau main sama anak-anak ya, pulangnya agak maleman"

"ikuuuttt"

"aku sampe malem sayang, nanti kamu ngantuk minta pulang"

"gapapa, mau ikut"

"yaudah kamu ganti baju dulu, masa mau pake daster gitu. Kalo ngantuk jangan ribut minta pulang"

"ish iya iya" Naya masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.

"PAKE BAJU PANJANG CELANA PANJANG! DI LUAR DINGIN" teriak Vano dari ruang tamu.

"IYA IYA TUNGGU BENTAR" balas Naya berteriak juga.

Selagi Naya ganti, Vano menelpon salah satu temannya yaitu Gibran.

"HALO" itu bukan suara Gibran tapi suara Eja.

"buset dah kuping gue" ucap Vano sambil mengelus telinganya.

"buruan kesini, udah pada nyampe ni tinggal lo doang molor teross"

"ini nape yang ngangkat elo, Gibran kemana"

"Gibran jemput cewenya"

"yaudah gue otw sekarang" Vano memutuskan panggilannya sepihak.

"SAYANG UDAH BELOM SIAP SIAPNYA?"

"ngga usah teriak, aku udah di sini juga, ayo berangkat"

"ih jangan dandan cantik cantik ntar banyak yang lirik"

"biarin, aku kan mau nambah" ucap Naya bercanda.

"yaudah sana sekalian dandan kaya cabe-cabean" Vano masuk ke dalam mobil duluan, meninggalkan Naya yang masih di teras.

Naya menutup semua pintu lalu menyusul ke dalam mobil.

"gitu aja marah" ucap Naya sambil memasang seatbelt-nya.

Vano menjalankan mobilnya menuju cafe yang berada lumayan jauh dari kompleks rumah mereka. Keduanya hening tak ada yang bersuara, hanya lagu yang mengiringi. Tak lama, mereka sampai di cafe tempat nongkrong Vano dan kawan-kawan.

Vano melepas seatbelt-nya lalu memajukan wajahnya di depan wajah Naya. Tiba-tiba Vano membungkam bibir Naya untuk menghapus liptint-nya itu membuat Naya tak bisa berkutik.

"lain kali kalo pake make up jangan tebel tebel, kamu punyaku. Aku ngga mau milik aku jadi tontonan cowo lain, apalagi kamu ini cantik. Ngga bakal aku biarin kamu ngumbar kecantikan dan jadi pusat perhatian, kamu cuma boleh cantik pas sama aku aja" omel Vano posesif.

"iyaaaaa sayangggg, aku juga ngga bakal nyantol ke cowo lain"

"ngga ada yang ngga mungkin, oleh karena itu aku harus buat kamu tergila-gila dan ngga mau lepas dari aku biar kamu gabisa kecantol sama cowo cowo di luar sana"

"kamu kenapa sih, lagi sakit ya?" tangan Naya bergerak untuk menyentuh dahi Vano.

"aku ngga sakit, cuma lagi gila aja"

"oalahh pantesan"

"ih becanda kali"

"ayo turun, udah pada nunggu" Vano menggandeng Naya keluar dari mobil lalu masuk ke dalam cafe.

"wassap brot" -Manto

"gue pake line, gaada wassap" -Haidar

"apasi ga jelas banget lo pada. Pada kemana sih" -Vano

Baby Boy || AlvanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang