[26]

19.2K 747 22
                                    

Happy reading!! ^^

Vano mengantarkan Gia kembali ke rumahnya, setelah itu ia mampir ke penjual martabak saat perjalanan pulang. Vano membelikan martabak manis isi coklat keju dan juga martabak telor kesukaan Naya.

"pak martabak manis isi coklat keju satu sama martabak telor satu ya"

"oke mas ganteng"

"ah bapak sa ae"

"beneran ganteng kok mas, bapak dulu waktu masih muda juga ganteng kaya masnya, kalo sekarang udah keriput banyak ubannya"

"wih mantep sampe istrinya tergila-gila nih pasti"

"iya dong mas, dulu bapak juga pemes di sekolah, cewenya banyak hahaha"

"famous pak, pemes mah temennya gunting"

"nah itu dah pokoknya, anak bapak cantik loh mas, masnya gamau kenalan sama anak bapak?" goda penjual martabak itu.

"ngga dulu pak, istri saya yang paling cantik lagi nunggu di rumah"

"loh udah punya istri ternyata, kirain masih sekolah. Keliatannya kaya masih anak SMA gitu"

"saya juga baru lulus SMA kok pak, tapi udah punya istri"

"oalahh, istrinya beruntung ya bisa dapet suami kayak masnya"

"ah engga juga pak, yang paling beruntung itu saya, bisa dapet istri cantik, baik, pengertian lagi"

"wah pasangan serasi nih kayanya, jadi kepo sama istrinya mas hahaha" kuping Naya panas nih keknya dighibahin Vano ama penjual martabak.

"jangan pak, nanti bapak ikut tersepona ngeliat kecantikan istri saya"

"hahahaha bisa aja mas, oiya ini udah jadi pesenannya"

"berapa pak totalnya?"

"45 ribu aja mas"

"ini pak, kembaliannya ambil aja"

"terimakasih ya mas, baik banget nih masnya"

"iya pak sama-sama, semoga dagangannya bapak laris manis ya"

"Aamiin, terimakasih banyak mas ganteng, salamin buat istri mas yang cantik itu ya"

"iyaaa, saya pamit dulu ya pak"

"oke mas, hati-hati di jalan"

Begitulah percakapan basa basi ala Vano dan bapak penjual martabak di pinggir jalan. Bapaknya emang ramah sama pelanggan, emang ini yang bikin pelanggan di tempat ini ramai, bapaknya selalu ramah kepada setiap orang yang berkunjung untuk membeli martabaknya.

Vano melanjutkan kembali perjalanan pulangnya, ia tak sabar melihat wajah sumringah Naya saat melihat apa yang Vano bawa. Tak henti-hentinya Vano tersenyum hingga sampai di rumahnya.

"sayang" Vano masuk ke dalam kamar sambil membawa bungkusan martabak yang tadi ia beli.

"hm?"

"nih" Vano memberikan bungkusan itu kepada Naya.

"ini apa?" ucap Naya sambil membuka kresek yang diberikan Vano.

"wihhh martabak, udah lama aku ngga makan martabak"

"yaaudah dimakan gih"

"yang mana?"

"terserah kamu, itu buat kamu semua"

"baunya enak bangettt, aku cobain ya"

"huum" lalu Naya membuka kotak martabak manis dulu.

"gimana enak ngga?"

Baby Boy || AlvanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang