[40]

16K 604 38
                                    

Happy reading!! ^^

"SAYAAAANG BANGOOONNN" teriak Vano di pagi hari yang sangat cerah ini.

"ngghh" Naya menggeliat agar untuk meregangkan otot otot badannya.

"jangan desah"

"dih apaan, siapa juga yang desah" lirikan sinis Naya tujukan untuk suami tercintanya itu.

"itu tadi ngghh gitu"

"ngaco"

Naya menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, ya dia masih dalam keadaan full naked seperti semalam.

"awwh"

"kenapa? sakit?" ucap Vano menghampiri Naya yang berada di pinggir ranjang.

"jangan sentuh sentuh"

"kenap-"

"ya intinya jangan sentuh aku"

"kamu marah, hm?" Vano berjongkok di depan Naya lalu menangkup dan mengelus kedua pipi Naya.

"jangan sentuh aku!" Naya menghempaskan kedua tangan Vano yang menangkup pipinya.

"aku jijik sama mas, jijik jijik jijik sama mas" ucap Naya dengan agak bernada.

"astagaaa apaan sih sayang, kirain kamu marah sama aku"

"ngapain marah"

"lah biasanya juga gitu kan? marah tanpa sebab"

"engga, marahnya cuma tadi malem"

"kenapa marah" Vano menaik turunkan alisnya menggoda.

"ngga, gajadi"

"kanapa marah sayang jawab dulu"

"gapapa, gajadi"

"eh btw kamu pas manggil aku pake sebutan mas tuh kaya beda banget gitu rasanya, panggil aku mas ya?"

"kan kita seumuran?"

"ya gapapa dong, cuma manggil mas doang kok"

"mas suamiii" panggil Naya lucu.

"AAARRGGHH LAMA LAMA AKU TERKAM JUGA NIH" ucap Vano sambil bergaya seperti maung.

"aku gamau diterkam sih, singanya jelek"

"emang iya?" Naya mengangguk.

"kamu ngga kedinginan yang? bugil gitu"
ucap Vano, matanya mengarah ke badan Naya yg tak tertutup sehelai benang pun.

"engga tuh"

"lagi ya?"

"ngga"

"ya ya ya"

"ngga, beneran aku gamau lagi deh"

"kenapa?"

"pake tanya lagi, situ ngga sadar diri?" Vano menggeleng.

"emangnya kenapa?"

"disiksa gitu emang enak, ha?" tanya Naya sinis.

"tapi katanya kamu gamau, kok minta yang lebih?"

"y-ya itu kan karena udah terlanjur jadi yaudah lanjut aja gitu"

"dasar"

"apa?!?"

"gapapa hehe"

"udah bobo lagi aja yaa, memew kamu masih sakit juga kan"

"hm cuma aku doang yang bobo, kamu gaboleh ikutan bobo disini"

"larangan adalah perintah tuan putri" Vano segera loncat ke atas ranjang lalu merebahkan diri di samping Naya.

"ih apaan, gaboleh"

Baby Boy || AlvanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang