[25]

19.6K 780 25
                                    

Happy reading!! ^^

"kamu kemana sih Nay" Vano menelpon nomor Naya berulang kali sambil menjalankan mobilnya keliling sekitaran kompleks dan tempat tempat yang biasa dikunjungi Naya.

"Pan, kak Nay emangnya kenapa?" tanya Gia polos.

"udah Gia bantu cari kak Nay aja, liat liatin kanan kiri siapa tau kak Nay lagi jalan-jalan sekitaran sini"

"Papan ngga telpon temennya kak Nay?"

"gue udah telpon Ara, dia juga gatau Naya dimana"

"kenapa ngga ke rumah mamanya kak Nay aja?"

"lah kaga kepikiran gue, kalo udah panik pikirannya kemana-mana. Gue coba telpon mama Nia, eh ato bang Rean? yaudah bang Rean aja deh" lalu Vano kembali mengotak-atik ponselnya untuk menelpon Reano.

"halo bang"

"apelo, tumben nelpon"

"eh bang, Naya di rumah kaga?"

"ya mana gue tau, kan Naya yang serumah sama elo bego, nape malah tanya ke gue"

"maksudnya tuh ke rumah mama Nia atau rumah lo gitu"

"maksud lo gimana nih?"

"Naya pergi dari rumah sejak kemaren bang belom balik lagi sampe sekarang, gue khawatir Naya kenapa-kenapa, ditelpon juga hp nya kaga aktif"

"lo apain adek gue sampe pergi dari rumah ANJENG!"

"bang sumpah ini cuma salah paham, gue mau lurusin masalah ini, tapi Naya nya aja belom balik dari kemaren, iya dah gue ngaku salah"

"ya bagus lah kalo lo nyadarin kesalahan lo, tapi gue juga gatau Naya dimana"

"lah anjer yaudah gue tutup, gaada gunanya gue telpon lo"

"adek ipar kaga tau diri lo"

"biarin wle" Vano memutuskan sambungannya sepihak.

"gimana Pan?"

"bang Rean juga gatau Naya dimana"

Mereka kembali mencari Naya di sepanjang jalan kompleks dan sekitaran sini. Vano terus memikirkan kemungkinan dimana Naya berada sekarang, yang pasti bukan di rumah mereka berdua, bukan di tempat Ara, bukan di rumah bang Rean, bukan di tempat mama Nia.

"Papan, Gia pengen beli es krim"

"yaampun cil, masih sempet sempetnya minta es krim"

"Gia pengen es krim yang di taman kota"

"idih udah kelewat kali taman kotanya"

Taman kota ini lumayan dekat dengan kompleks perumahan Vano dan Naya. Mereka juga sering ke taman kota untuk sekedar cuci mata dan jalan-jalan berdua.

"gapapa Pan, kita puter balik"

"hhh riweh amat ni bocah" akhirnya Vano balik arah menuju taman kota untuk menuruti Gia yang rewel.

"udah sono pesen dua, satunya buat gue"

"kirain buat Gia semua"

"kaga, enak enakan lo"

Gia menyelesaikan urusan per-eskrimannya lalu mencari tempat duduk yang teduh, ya tepatnya di bawah pohon. Tapi Gia lebih memilih bermain ayunan.

Vano duduk di sebuah kursi panjang berwarna putih. Di sebelahnya juga ada seorang wanita berjaket putih namun ia menutupi wajahnya dengan tudung jaket. Tidak bersebelahan juga sii, mereka bersebelahan tetapi beda bangku dan itu pun terhalang oleh pohon mangga di tengah-tengah mereka.

Baby Boy || AlvanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang