[17]

26.3K 888 4
                                    

Warning🌚🌚🔞🔞

Happy reading!! ^^

Tak terasa satu minggu telah berlalu, mereka sudah pulang ke rumah, tak lupa mereka juga sudah membelikan buah tangan untuk keluarganya.

"huh cape banget pengen langsung tidur aja" ucap Vano yang merebahkan diri di sofa depan tv.

"kalo mau tidur tuh bersih bersih badan dulu biar tidurnya nyenyak, aku mau mandi di kamar mandi atas, kalo kamu mau mandi pake kamar mandi yang bawah aja"

"sayang mandi bareng yuu"

"OGAH!"

"heh kok gitu, pokoknya harus mandi bareng, aku males kalo mandi sendiri" sambung Vano sambil berlari menyusul Naya.

"jangan ngadi ngadi ya anda, udah gede tu mandi sendiri"

"iya iya, ayo kita mandi sendiri tapi bersama!"

"bego nya kumat nih orang" mendengar kalimat yang diucapkan Naya, sontak Vano mencakup bibir Naya menggunakan tangannya.

"sssttt mulutnya gaboleh kasar, udah nurut aja sama Vano biar dapet pahala" Vano membuka kaosnya hingga menampakkan badannya yang atletis, begitu juga dengan celana pendeknya, sekarang ia hanya mengenakan celana dalam saja.

"AAAAA ASTAGA VAN TURUNIN"
Naya berteriak karena Vano tiba-tiba menggendongnya seperti karung beras menuju kamar mandi.

"kamu lama sih,"

"ih turunin" Naya memukul pelan punggung Vano. Lalu Vano menurunkan Naya dari gendongannya.

"lepas bajunya, mau lepas sendiri atau aku lepasin?"

"lepasin" Naya mengangkat kedua tangannya. Btw Naya udah lepas celana daritadi, dia cuma pake bra, celana dalam, sama kaos oversize.

"kamu mau goda aku ya sayang? hmm?" Vano mengeluarkan smirk'nya sambil merapatkan tubuhnya dengan Naya.

"goda apa sih sayang--hhh mmmhh jangan mulai deh Van ahhh" Naya mencekram tangan Vano yang mengelus vagina'nya tapi masih tertutup celana dalam.

"kamu duduk sini Nay" Vano mendudukkan Naya di closet yang tertutup. Melebarkan kedua paha mulus milik istrinya, mengelus pangkal paha hingga celengan Naya.

"ouhh Vanhh jangan nyiksa akuhhh, geli ahhh" Vano tak menghiraukan perkataan Naya, ia membuka celana dalam Naya yang berisi lubang kenikmatan itu.

Vano memasukkan jari tengahnya di lubang Naya, perlahan ia menambahkan tempo kocokannya membuat Naya mendesah keenakan.

"ahhh ahhh Vanhh yahh cepetin sayanghh"

"pelan pelan aja, nanti sakit" tiba-tiba Vano memelankan kocokannya.

"ahhh Vano jangan bercandaaa, cepetinhh uhhh"

"dasar memek binal" Vano mengorek-ngorek lubang Naya.

Srrrtt Srrrtt

Saat Naya mencapai pelepasan, Vano masih mengocok vagina Naya sampai ia puas. Setelah itu Vano menjilat sisa cairan yang ada di lubang kenikmatan, tak lupa ia juga memainkan klitoris milik Naya yang berwarna merah jambu.

"ngghhh ouhh Vanohh geliii" Vano mengemut dan memainkan klitoris menggunakan lidahnya dengan sangat lihai.

"memek kamu enak banget sayanghh mmmhh slurpp...slurpp..." ia menjilatnya rakus sambil memainkan gunung kembar Naya lalu membuka seluruh pakaian Naya sampai benar benar naked.

"ouhh Van shhh ngga kuathh mau keluar"

"yashh"

Srrrtt Srrrtt

Baby Boy || AlvanoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang