37. Pilihan

9.9K 724 313
                                    

Vote terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca ✨

Happy Reading ❤️

Agha menghentakkan tangan nya, ia menatap Aileen tajam, bahkan Aileen bisa merasakan jika nafas Agha memburu karena marah.

"Bilang sama aku, kalo kamu emang gak suka aku dekat Rizka" ujar Agha, Aileen hanya diam tak menjawab.

"Gak usah gini caranya, dengan kamu deket sama cowok lain justru orang bakal nilai kamu buruk" ujar Agha menarik pelan dagu Aileen agar menatapnya.

"Kamu udah punya pacar, gak seharusnya deket sama yang lain, kamu pacar aku" sambung Agha penuh penekanan.

"Jauhin Rizka" ujar Aileen membuat Agha menarik tangannya yang tadi memenggang dagu Aileen.

"Aku gak bisa" ujar Agha.

"Pacar kamu siapa? Aku kan?" tanya Aileen, Agha pun mengangguk.

"Terus kenapa kamu malah banyak ngabisin waktu sama dia?" tanya Aileen lagi.

"Ai, jangan bahas sesuatu yang bakal bik-

"Mada" panggil seseorang yang tak lain adalah Rizka.

"Ngapain kamu sama Aileen?" tanya Rizka menatap Aileen tak suka.

"Ngobrol aja kok" ujar Agha membuat Aileen mengepalkan tangannya.

"Yuk masuk ke kelas" ajaknya menarik tangan Agha.

"Kamu bahkan milih ajaka-

"Ai stop ja-

"Jangan apa Gha? Jangan bahas? Kamu mikir gak sih, gimana perasaan orang yang statusnya sebagai pacar tapi malah ditinggal karena pacarnya lebih mentingin cew-

"Aku bukan cewek lain, kamu yang cewek lain, kamu sadar diri dong kamu itu baru pacaran sama Mada jadi jangan sok ngatur Mad-

"Terus lo siapa? Isterinya? Bukan kan" ujar Aileen mulai jengah dengan Rizka.

"Jangan bert-

"Mada putusin dia aja, dia gak cocok sama kamu" ujar Rizka.

"Apa hak lo? Lo bego apa gimana? Lo itu perusak di dalam hubungan gue sama Agha" ujar Aileen mulai emosi. Rizka yang tak terima di sebut perusak ia mendorong kasar tubuh Aileen hingga jatuh di tengah lapangan. Seluruh murid yang ada di luar kelas bergegas menuju asal suara bahkan yang di dalam kelas karena kepo melihat beberapa siswa siswi berlarian akhirnya ikut menghampiri.

"Rizka" tegur Agha ia ingin membantu Aileen tapi tangannya langsung di tarik oleh Rizka.

"Aku bukan perusak hubungan kalian, aku lebih dulu hadir di kehidupan Mada sebelum kamu" ujarnya berkacak pinggang menatap Aileen yang belum bangkit juga.

"Mada itu gak cocok sama kamu, kamu itu cewek gak baik, deket sama banyak cowok keciri banget mur-

PLAK

"AILEEN!" bentak Agha karena Aileen tiba-tiba menampar keras pipi Rizka.

"Apa? Gak terima?" ujar Aileen menatap Agha sengit, hatinya berdenyut nyeri kala Agha membentak dirinya di depan banyak siswa siswi hanya demi membela Rizka.

"Gak seharusnya kamu tampar Rizka" tegur Agha mengusap pipi Rizka.

"DIA HARUS DITAMPAR BIAR DIA SADAR" seru Aileen.

"BERHENTI BERTINGKAH AILEEN" balas Agha menatap tajam Aileen.

"Kamu bahkan lebih milih bela Rizka, dari pada aku pacar kamu?" Ujar Aileen lirih.

"Berhenti ngomongin ya-

"Aku diam, kamu makin bertingkah,Aku bicara, kamu malah menyangga?" ujar Aileen lagi kali ini dengan mata yang sudah berkaca-kaca Agha mengacak rambutnya frustasi.

"Aku marah ketika kamu lebih mementingkan dia" ujar Aileen.

"Aku kecewa Gha, kamu rela bohong demi bikin dia senang" ujarnya setetes demi setetes tanpa diminta air mata Aileen berjatuhan.

"Aku benci dimana waktu kosong kamu gak pernah berpihak sama aku Gha" ucapan Aileen membuat Agha benar-benar frustasi.

"Aku mau kita udahan" ujar Aileen menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.

"Ai jan-

"KALO LO GAK BISA MILIH, BIAR GUE GHA, BIAR GUE YANG MILIH MUNDUR" sentak Aileen dengan air mata yang sudah mengalir deras. Seluruh murid menatap iba gadis yang terkenal ceria itu menangis bahkan hanya karena pria brengsek seperti Agha. Raymond dkk dan Devano dkk sudah mengepalkan tangannya menatap benci apa yang di lihatnya.

"GUE GAK MAU AI, GUE GAK-

BUGH
BUGH
BUGH

Pukulan bertubi-tubi mendarat di tubuh Agha, Devano pemuda yang berstatus sahabatnya sekaligus saudara Aileen ia memukul Agha tanpa ampun karena membuat Aileen nya menangis, ia dan keluarganya sudah merawat gadis itu penuh cinta dan tak akan membiarkan siapapun membuat nya meneteskan air mata. Tapi ini Agha? Yang ternyata sahabatnya adalah pria brengsek yang membuat Aileen menangis.

"ARGHHH" jerit Aileen di pelukan Raymond dan Tito, ia menangis meraung merasa hatinya sangat sakit. Sahabat Aileen yang lain hanya membuang pandangannya agar tak melihat hal yang membuat nya ikut meneteskan air matanya juga.

"Brengsek lo, gue yang selama ini jaga dia gak mau liat dia nangis, dan lo seenak jidat bikin dia nangis Anjing lo" seru Devano dengan nafas yang memburu.

"Lepas hiks, lepasin mad-

Bruk

Devano mendorong kasar Rizka bahkan ia menatap tajam gadis itu.

"Cowok brengsek emang cocok sama cewek brengsek" ujarnya sebelum melangkah kakinya ke arah Aileen yang masih menangis di pelukan sahabatnya.

"Van hiks, sakit van" ujar Aileen saat didekap erat oleh Devano.

"Gue gak akan biarin siapapun giniin lo lagi, gue janji ini terakhir nya gue bodoh karena biarin lo jatuh cinta sama orang yang salah" ujar Devano mengeratkan pelukannya.

Tak jauh dari lapangan ada Ghavril pemuda tampan yang kini tengah menampilkan senyum puasnya melihat adegan ini.




Punya pesan buat Agha?

Buat Aileen?

Buat Rizka?

Buat Ghavril?




See u part❤️

AIGHA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang