🦄76

2K 82 5
                                    

Setelah makan malam, kami langsung pulang. Karena ini hampir larut.

Aku bingung dengan diriku sendiri. Padahal aku baru saja keluar dari rumah sakit. Dan pada saat perjalanan pulang, aku tidak bisa banyak gerak. Seperti tidak ada energi.

Tapi sekarang? Aku bersemangat sekali. Seperti tadi, aku berlari lari menaiki tangga. Ah, entahlah...

Sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamarku. Mengganti bajuku menjadi piyama. Setelah itu tidur.

***

Hoaamm....

Aku terbangun dari tidurku karena cahaya matahari yang sudah menembus kamarku.

Ku rasa, tidurku malam tadi sangat nyenyak. Aku melihat ke arah jam, pukul 07.13am.

Mas--, APA?!

07.13.am?

Ya tuhan, ini sudah siang. Dan aku terlambat ke sekolah, sama halnya dengan awal cerita ini :v

Buru buru aku menuju kamar mandi. Tidak ada waktu lagi untuk berlambat lambat. Seingatku, tadi malam aku sudah menyalakan alarm.

Hari buruk bagiku!

Selesai mandi, aku langsung memakai seragam sekolahku. Menuju meja rias, menyisir dan mengikat rambutku. Tidak ada waktu untuk merias wajahku ini, alhasil aku hanya memakai lipbalm.

Lalu mengambil tasku dan menuju ke bawah.

Anehnya, kenapa tidak ada yang membangunkanku? Menyebalkan.

Di bawah keadaannya sepi. Hmm?

Bodoh kau Aura. Semua orang sudah berangkat.

Ah ya, benar!

Aku keluar dari rumah dan meminta supir untuk mengantarkanku.

Di dalam mobil aku hanya berharap tidak terlambat.

"Yang lain sudah berangkat?" tanyaku kepada supir.
"Iya non. Sudah lama mereka berangkatnya." jawab supir.

Aku memutarkan bola mataku. Sungguh, kenapa mereka tidak membangunkanku?

Sampai di depansekolah, aku langsung berlari masuk ke dalam. Dan  kalian tahu apa yang terjadi?

Pintu gerbang sudah di kunci!

Arghh...

"Pak satpam. Tolong bukain!" seruku.

Pak satpam langsung berlari menghampiriku.

"Loh, neng Aura?" tanya pak satpam.
"Nang neng nang neng. Bahasa apa tuh pak?" aku tanya balik.
"Tidak tahu juga saya." balas pak satpam.

Aku hanya menghembuskan nafasku, "Buru buka gerbangnya, pak. Panas ini." ucapku.

Pak satpam langsung membukakan aku gerbangnya.
"Makasih pak satpam ganteng!" seruku.

Aku langsung berlari lagi menuju kelas. Mana sudah sepi lagi.

Di kelas ada Harry. Malu kali, kalau aku terlambat seperti ini.

Tapi, aku melihat di parkiran tadi. Tidak ada mobil boys terparkir di sana. Masa iya di antar supir. Bukannya mobil di rumah tadi tersisa satu?

Ah, entahlah!

Sampai di depan kelasku, aku mengetuk pintu kelas. Mana yang mengajar kelasku adalah kepala sekolah.

"Permisi, miss." ucapku.
"Aura?" ucap miss Sara.
"Maaf saya terlambat." ucapku.
"Ya tak apa. Tapi sebagai hukuman, kamu harus mengerjakan soal yang ada di papan tulis." aku mengangguk, lalu mengambil spidol dan mengerjakan soal yang tertera.

Matematika? Easy!

Aku mengerjakan 5 soal tidak sampai 10 menit.
"Miss, sudah." ucapku.
"Baiklah, silahkan duduk." suruh miss Sara.
"Terimakasih."

Aku berjalan menuju tempat dudukku. Dan aku tidak melihat Harry di tempat duduknya. Tasnya juga tidak ada. Kemana dia?

Apakah boys juga tidak ada di kelas? Kemana mereka? Bukannya di rumah sudah sepi, dan kata supir sudah berangkat?

Entahlah, nanti akan aku cari tahu.

Setelah itu, aku mengikuti pembelajaran dengan baik. Hingga jam pembelajaran habis.

***
Kring...kring...kring...

Akhirnya, bel pulang telah berbunyi. Buru buru aku membersihkan buku bukuku ini. Setelah itu aku langsung menuju ke depan gerbang sekolah.

Tiba tiba...

Tin..tin..

Gosh!

Aku terkejut. Tidak bisakah orang yang mengelakson itu tahu dengan kondisi? Ah entahlah

Ternyata yang mengelakson itu adalah dad. Murka aku sudah mengumpat dalam hati, tadi.

Aku langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil juga ada mom, tapi tidak ada boys. Kemana mereka?

"Tumben sekali mom dan dad jemput Aura di sekolah. Memangnya tidak ke kantor?" tanyaku.

"Hari ini free, sayang. Tadi juga habis mengantar kakak kakakmu itu." jawab mom.

Aku mengerutkan dahiku, "Kemana?" tanyaku.
"Kau lupa, sayang? Boys kan ada konser di Berlin." balas mom.

APA?!

"Ma..maksud mom? Bukannya masih lama ya?" tanyaku kaget.
"Boys di suruh Simon untuk segera berangkat ke Berlin." jawab dad.
"Tanpa memberitahuku?" tanyaku lagi.

"Bukan seperti itu. Tadi pagi boys sangat terburu buru, karena sangat mendadak. Packing belum sepenuhnya selesai. Akhirnya, terpaksa boys tidak memberitahumu. Lagian, itu masih sangat pagi. Aura tahu kan, seperti apa boys itu?" jelas mom.

Hmm?

Aku hanya diam, tidak lagi menanyakan soal boys. Biarkan lah nanti. Lihat saja, apakah salah satu dari mereka ada yang menghubungiku?

Percayalah. Aku dan boys tidak ada ucapan kalimat terakhir sebelum boys berangkat. Aku kangen mereka:(

Rasanya sangat sepi tidak ada mereka di rumah. Konserku?

Entahlah!

~~~~
Holaaa:)
I'm back
Maaf ya kalau pendek ni cerita, gada ide sii
Maaf juga kalau upnya lama, hehehe:v

Oh iya, HAPPY NEW YEAR🎊🎉🎆
Maaf ye telat. Maklumin aja

Semoga kalian gabosan ya sama cerita ini. Kynya bentar lagi end deh. Tapi liat aja nanti.

Jangan lupa vote dan komen. Terimakasih banyak❤

POSSESSIVE FAMILYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang