🦄53

2.3K 91 2
                                    

Aku dan Zayn sudah sampai di mall, Zayn mengajakku ke mall, padahal baru tadi malam ke mall.

Kami memilih untuk berjalan jalan saja dulu, sambil membicarakan soal study tour.

Tadi miss Sara mengumpulkan semua murid untuk memberitahu detail study tour. Study tour tidak wajib, tapi kalau tidak ikut, nilainya tidak ada.

"Study tour, bagaimana?" tanyaku.
"Seperti biasalah, pasti kita ikut." jawab Zayn.

Tapi, kali ini aku tidak ada niatan untuk mengikuti study tour. Entah kenapa.

"Tapi Aura tidak mau ikut." ucapku. Zayn menoleh ke arahku.
"Kenapa?" tanya Zayn.
"Tidak apa apa." jawabku. Zayn diam.

Kali ini hanya aku dan Zayn saja, jalan jalan. Di rumah tadi sepi, jadi hanya aku dan Zayn saja.

"Kita kemana, kak?" tanyaku.
"Entahlah." jawab Zayn. Aku memutar mataku malas.

Seperti inilah, pergi ke mall tanpa tujuan. Bingung...

"Kau belum makan, sekarang mau makan apa?" tanya Zayn.
"Sushi." jawabku. Zayn mengangguk.

Kami menuju restoran Jepang, mencari tempat duduk dan memesan makanan.

"Sushi apa?" tanya Zayn.
"Seperti biasanya." jawabku. Zayn mengangguk.

Setelah selesai memesan makanan, kami tinggal menunggu saja.

Aku menelungkupkan wajahku dengan kedua tanganku menjadi tumpuannya.

"Kenapa?" tanya Zayn sambil mengelus rambutku.
"Tak apa." jawabku.
"Kalau ada masalah cerita." ucap Zayn.

Aku mengangkat kepalaku dan menatap Zayn.
"Ada apa, hmm?" tanya Zayn.
"Kevan." ucapku.
"Kevan kenapa?" tanya Zayn.
"Jadi..."

Flashback on

Bel tanda pulang telah berbunyi. Aku dan Harry langsung keluar kelas, tapi aku melihat Kevan di lapangan, sedang main basket dengan teman temannya.

"Kak Harry duluan saja." ucapku.
"Mau kemana?" tanya Harry.
"Ada perlu sebentar." jawabku.
"Jangan lama lama." ucap Harry, aku mengangguk.

Aku menonton Kevan dari kejauhan. Dia terlihat sangat tampan saat bermain basket.

Tak lama mereka istirahat sejenak, Kevan menuju bangku yang terletak di lapangan.

Di sana ada satu perempuan cantik. Siapa dia? Kenapa terlihat sangat dekat dengan Kevan?

Aku terus memperhatikan mereka, dan ternyata perempuan itu adalah pacarnya Kevan.

Darimana aku tahu, mereka berpegangan tangan, perempuan itu mengelap keringat yang bercucur di kening Kevan.

Okay, seharusnya aku tidak melihat ini. Benar kata Zayn, 'untuk apa kita cinta dengan orang yang tidak cinta kita'.

Di situ, aku benar benar sakit melihatnya. Ternyata selama ini laki laki yang aku sukai sudah punya orang lain.

Aku langsung meninggalkan tempat itu, menyusul boys yang berada di mobil.

Selama perjalanan, aku hanya diam. Di ajak boys berbicara, aku cuman menjawab singkat.

Flashback off

"Pantas saja waktu di mobil, kau diam saja." ucap Zayn.
"Maaf." ucapku.
"Sudahlah, lupakan saja Kevan itu. Fokus saja dengan pelajaran dan karirmu." ucap Zayn.
"Terimakasih kak Zayn." ucapku.

Tak lama, makanan kami datang, dan kami langsung memakannya.

***
Sekarang kami berada di starbucks.
"Pesan apa?" tanya Zayn.
"Iced pink macchiato." ucapku. Zayn mengangguk.

Aku mencari tempat duduk yang kosong. Tak lama Zayn kembali dengan membawa dua minuman di tangannya.

"Terimakasih." ucapku.
"Sama sama." jawab Zayn.

Aku langsung meminum minumanku.
"kakak dan yang lainnya nanti akan konser." ucap Zayn.
"Dimana?" tanyaku.
"Berlin." jawab Zayn.
"Kapan?" tanyaku.
"Bulan depan, jadi mulai minggu depan kami sudah sangat sibuk." ucap Zayn.
"Baiklah." ucapku.

"Tunggu, bagaimana dengan study tour?" tanyaku.
"Kami tidak ikut." jawab Zayn.
"Kata kak Zayn tadi harus ikut?" tanyaku.

Zayn tertawa, "Kakak tadi lupa."
"Baiklah." ucapku.

Aku akan di tinggal oleh boys dengan waktu yang, mungkin lama. Tapi, aku tidak boleh egois, memang ini yang harus boys lakukan.

Setelah minumanku dan Zayn habis, kami memutuskan untuk pulang karena ini sudah sore.

Sampai di rumah, mom, dad dan boys sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Haii mom, dad, boys." sapaku.
"Darimana kalian berdua?" tanya dad.
"Jalan jalan." jawab Zayn. Dad mengangguk.

Aku dan Zayn bergabung dengan mereka, aku duduk di sebelah mom. Aku menyandarkan kepalaku di bahu mom.

"Kenapa putri mom ini?" tanya mom. Aku menggeleng.
"Aura, bicaralah dengan mom." suruh Zayn.
"Baiklah." ucapku.

Aku langsung menarik mom menuju halaman belakang. Memang, masalahku tentang Kevan hanya mom dan Zayn saja yang tahu.

Aku dan mom duduk di sofa.
"Ada apa, hmm?" tanya mom.
"Kevan mom." ucapku.
"Kenapa dengannya?" tanya mom.
"Kevan sudah punya orang lain." ucapku murung.

Mom mengelus rambutku lembut.
"Benarkan kata mom, menyukai tapi belum bisa memiliki." ucap mom. Aku mengangguk.

"Tak apa, tidak usah sedih. Masih banyak laki laki yang lebih baik dari Kevan." ucap mom.
"Tap--." ucapanku terpotong.
"Tidak usah dipikirkan lagi, dia sudah bahagia dengan orang lain. Pikirkan sekolah dan karirmu dulu, sayang." ucap mom.
"Baiklah, terimakasih mom." ucapku.
"Sama sama."

Lalu aku dan mom kembali masuk ke dalam, mom menuju ruang keluarga, sedangkan aku menuju kamarku.

Sampai di kamar, aku langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.

Selesai mandi, memakai baju, hanya hotpants jeans dan crop tshirt berwarna abu abu.

Menuju meja rias, menyisir rambutku dan memberikan polesan lipbalm.

Aku kembali ke kasur dengan laptopku, menyambung tugasku kemarin, sambil mendengarkan lagu.

Akhirnya tugasku sudah selesai, aku turun ke bawah untuk bergabung bersama yang lain.

Aku duduk di samping mom.
"Kalian mau makan?" tanya mom.
"Tidak." jawab kami.
"Mau." jawab Niall seorang.

Kami semua tertawa.
"Kau sendiri yang menjawab mau." ucap Louis.
"Sudah sudah, Niall mau makan apa?" tanya mom.
"Apa saja mom." jawab Niall. Mom mengangguk lalu pergi ke dapur.

Sedangkan kami, bercanda ria dengan dad.
"Dad, konser Aura bagaimana?"

~~~~
Haii....
Gantung yaa :)
Gimana ceritanya, jelas aja kan?
Jangan lupa vote dan komen :)
Makasih💜

POSSESSIVE FAMILYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang