🦄51

2.3K 115 9
                                    

"Blue, kita kemana?" tanyaku.
"Bagaimana ke mall." sahut Blue.
"Ngapain?" tanyaku.
"Jalan jalan Cla, terus ngapain lagi?" ucap Blue.

Akhirnya kami sampai di sebuah mall yang terdapat di London.

Sambil jalan jalan di sekitar mall, aku sambil berbicara dengan Blue.
"Study tour kapan Blue?" tanyaku.
"Ohh iya, syukur kau ingatkan aku." ucap Blue.
"Kenapa?" tanyaku.

"Study tour akan dilaksanakan minggu depan." ucap Blue.
"Minggu depan. Apakah tidak terlalu cepat?" tanyaku.
"Sebaiknya kita ke strabucks saja, sekalian aku mau memberitahumu tentang study tour." ucap Blue. Aku mengangguk.

Memang kalau urusan study tour, Blue lah yang sibuk. Karena ia yang mengatur study tour ini. Blue sebagai ketua pelaksananya.

Sampai di starbucks, Blue yang memesannnya, aku mencari tempat duduk yang kosong.

Tak lama, Blue kembali dengan 2 minuman yang ada di tangannya.
"Jadi?" tanyaku.
"Tadi pagi, di sekolah aku di panggil kepala sekolah ke ruangannya. Kata miss Sara study tour akan dilaksanakan minggu depan." jelas Blue.

"Dimana?" tanyaku.
Blue tersenyum, "Indonesia."
"Apa? Indonesia?!" ucapku.
"Iya Claa." balas Blue.
"Kenapa harus Indonesia?" tanyaku.
"Karena negara itu yang belum pernah sama sekali kita jadikan study tour." jelas Blue.

"Besok juga akan di beri tahu dengan miss Sara di lapangan." ucap Blue lagi.
"Oke." balasku.

"Anyway kenapa kau bisa di izinkan?" tanya Blue.
"Entahlah, aku juga bingung. Tapi memang aku benar benar bosan di rumah. Boys sibuk sendiri." ucapku.

"Aku kira punya saudara banyak seru." ucap Blue.
"Seru sih kalau lagi kumpul. Tapi kalau kumpul terus main ponsel, bagaimana?" tanyaku. Blue tertawa.

Diantara Blue, Karin, dan Selena. Yang paling dekat denganku ya si Blue ini. Dia sudah menganggapku sebagai adiknya sendiri. Blue juga dekat dengan boys.

"Habis ini kemana?" tanya Blue.
"Terserah saja." balasku.
"Kira kira ponsel yang bagus apa ya?" tanya Blue lagi.
"Kenapa?" tanyaku balik.
"Aku ingin membeli ponsel baru." jawabnya.

Aku melebarkan mataku, "Ponselmu masih bagus. Ngapain beli lagi?" tanyaku.
"Hanya ingin saja." ucap Blue beserta cengirannya.

Blue memang seperti itu orangnya, boros. Apapun yang ia inginkan pasti harus ada.

Sehabis dari starbucks, aku dan Blue melanjutkan jalan jalan di sekitar mall. Hanya jalan jalan.

Menurutku, dengan jalan jalan di mall bisa menghilangkan rasa bosanku. Hanya jalan jalan saja tidak berbelanja.

"Cla, kamera fungsinya untuk apa? Maksudnya digunakan untuk apa?" tanya Blue.
"Foto lah Blue." jawabku.
"Selain itu?" tanya Blue lagi.

"Buat vlog, atau video sebagainya." jawabku.
"Kita ke toko kamera ya.." ajak Blue.
"Ngapain?" tanyaku.
"Beli kamera." ucap Blue.

Dasar Blue, tadi dia bilang ingin beli handphone. Sekarang ingin beli kamera.

Kalau keinginan Blue maunya itu, ya harus itu. Seperti tidak bisa di ganggu gugat keputusannya itu.

Sampai di toko kamera, Blue langsung memilih milih kamera yang ingin di belinya.
"Untuk apa sih, Blue?" tanyaku.
"Untuk study tour." jawab Blue.
"Bukannya kau sudah punya?" tanyaku lagi.
"Nanya mulu Cla. Udah diam aja." final Blue.

Akhirnya aku diam, menonton Blue yang sedang asyik memilih kamera. Dasar Blue, boros.

Kurang lebih 40 menit aku sudah menunggu Blue di sini.
"Blue, masih lama? Ini sudah malam." ucapku.

POSSESSIVE FAMILYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang