TIGA PULUH ENAM

79 50 59
                                    


TANDAI TYPO⚠️
Flw @xyyzhre

Di ruangan serba hitam dengan minim pencahayaan. Kini di hanya di tempati dua orang dengan berpakaian serba hitam menggunakan topeng berwarna putih. Dia–ketua geng tangan tuhan bersama Levan Anggara.

Keduanya saling duduk berhadapan dengan pikiran masing-masing. Sejauh ini Levan sudah benar-benar frustasi dengan keadaan. Dirinya sudah tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk dekat dengan Rachel. Sementara Arga, cowok itu sudah menjauhi Levan karena kekasih nya sudah masuk ke dalam jeruji besi. Arga sangat tidak terima, jika kekasihnya terjerat oleh rencana busuk Levan. Walaupun begitu, Via tetap saja mengikuti perintah Levan, karena ingin mendapatkan uang banyak. Pasalnya laki-laki itu adalah anak keturunan dari  Mavia.

"Argghh.." Levan sontak menendang meja yang ada di depannya. Emosinya memburu kala mengingat kejadian itu. Kenapa, kenapa dirinya yang hancur? Padahal, cowok itu ingin sekali menghancurkan hidupnya Damian. Apakah ini yang di namakan senjata makan tuan?.

Levan mengacak rambut frustasi. Wajah nya menatap seseorang yang ada di hadapannya menggunakan topeng berwarna putih. "Pokoknya Lo harus ikutin semua perintah gue!" Teriak Levan penuh penekanan.

Orang itu menggeleng cepat. "Saya sudah mengikuti semua rencana kamu, tapi apa? Tidak ada hasilnya kan?" Orang itu berjalan menghampiri Levan. "Kali ini kamu harus ikutin semua permintaan saya!" Tegas orang itu membuat Levan tersentak kaget.

Mata Levan membulat tidak terima. "Nggak! Lo harus hancurin Damian! Setelah itu, gue ikutin semua permintaan Lo!" Sarkas Levan penuh emosi.

"SIAPA YANG KETUA DISINI!" murka orang itu di hadapan Levan. Dia sudah banyak membantu rencana Levan, yang katanya ingin menghancurkan hidup Damian.

Levan tertunduk diam. Posisinya memang tidak setara dengan orang itu. Dia ketua, sementara Levan, hanya tangan kanan dari ketua tersebut. Kedua tangannya sudah terkepal hebat, dia masih bisa menahan emosi supaya tidak meledak di sini. Kalau saja, orang yang di hadapannya bukan ketua, Levan sudah pasti akan memukuli orang itu tanpa ampun.

"Oke, gue ikuti semua permintaan Lo". Senyuman lebar terpampang jelas di bibir orang itu, di balik topeng putihnya. Keduanya tangannya bertepuk.

"Saya ingin kamu menghancurkan hidup Arkan" Levan sontak mengangkat wajahnya menatap orang itu. Keningnya mengerut bingung. Ada masalah apa bos nya dengan Arkan?.

"Arkan? Kenapa harus Arkan?" Tanya Levan memastikan.

Orang misterius itu duduk kembali di kursi yang sudah tersedia. Tangannya mengepal satu sama lain. "Kamu tidak perlu tahu urusan saya dengan Arkan. Yang jelas kamu hancurkan kehidupan dia".

"Dengan cara apa?".

Jari telunjuk ketua itu terangkat naik turun, seraya memberi kode kepada Levan untuk mendekati dirinya. Levan menghampiri sang ketua, lalu ketua itu membisikkan sesuatu dari telingan Levan.

"Baik, urusan itu gampang" katanya lalu pergi meninggalkan ruangan gelap tersebut.

°°°°

Siang hari ini, tepatnya di cafe Damian. Sudah banyak orang termasuk rekan bisnis Gland yang datang menghadiri acara pembukaan cafe MoonStar. Di hadapan Damian sudah ada sebuah pita yang menjulur panjang menghalangi cowok itu. Kemudian datang Gadis berambut sebahu membawa nampan berisi gunting yang sudah di hiasi pita berwarna merah.

Damian mengambil gunting itu lalu kembali menatap ke seluruh orang-orang yang menghadiri acaranya. "Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu, termasuk kepada gadis saya bernama Rachel Anatasya. Mungkin, tanpa Rachel, saya tidak akan bisa mengubah club malam ini menjadi sebuah cafe yang lumayan menarik. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman saya Arkan, Zakri dan Lula yang sudah membantu untuk mendekorasi cafe ini hingga bagus seperti ekspetasi saya".

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang