DUA PULUH DELAPAN

64 58 44
                                    


TANDAI TYPO⚠️⚠️
Flw @xyyzhre

Hari ini suasana kelas sangat ramai kerena salah satu dosen tidak hadir. Di dalam kelas sana banyak yang melakukan kegabutan berbagai macam. Ada yang bernyanyi menggunakan gitar, ada yang sibuk belajar karena sebentar lagi akan memasuki ujian, ada yang begosip bersama circle nya, dan ada juga yang bermain game bersama teman-temannya. Kecuali Damian, sedari tadi cowok itu melamun dengan tatapan kosong.

Entah kenapa, sedari tadi perasaan cowok itu gelisah. Seperti akan ada sesuatu yang datang. Pikirannya terus kemana-mana, membuat hatinya semakin gelisah.

Ting..

Lamunan Damian buyar ketika mendengar suara notifikasi dari ponsel nya. Dengan malas cowok itu membuka layar ponsel tertara nomor yang tidak di kenal mengirimkan satu pesan.

Cowok itu kembali menutup ponselnya. Malas sekali melihat pesan dari orang yang tidak di kenal. Percaya lah, pikiran cowok itu sekarang benar-benar kacau dan gelisah.

Ting..

Satu notifikasi lagi muncul dari nomor yang sama. Mau tidak mau, cowok itu membuka isi pesan itu dengan perasaan malas. Kedua netra Damian membulat setelah membaca pesan tersebut.

0858xxxxx
Send Poto.
Kalo mommy Lo mau selamat, datang ke gedung kosong di dekat pabrik plastik.
Ingat datang sendiri, kalo Lo berani bawa polisi atau teman Lo. Jangan harap mommy Lo bisa menghirup udara segar!.

Damian sontak berdiri dan meraih tas ransel yang ada di atas meja. Ternyata ini jawaban dari perasaan yang gelisah. Ternyata Marissa—mommy Damian di culik oleh orang yang mengirim pesan.

Langkah Damian terhenti ketika Arkan menahan pergelangan tangan Damian. "Mah kemana?".

"Gue ada urusan. Kalo ada dosen bilang aja gue sakit" tanpa menunggu balasan, Damian pergi meninggalkan kelas. Pikirannya hanya tertuju oleh Marissa. Wanita satu-satunya yang Damian punya. Keluarga satu-satunya yang menyayangi Damian.

Dengan perasaan dongkol, cowok itu mengendarai motor sport dengan kecepatan tinggi. Ia tidak memperdulikan pengguna pengendara yang lain. Pikirannya terus tertuju pada mommy nya.

°°°°

Selang beberapa menit, cowok itu sudah sampai di sebuah gedung kosong dimana tempat Marissa di sekap. Dengan nyali yang berani, Damian memasuki gedung tersebut yang sangat gelap minim cahaya.

Langkahnya semakin cepat ketika menaiki anak tangga. Matanya sudah mencari keberadaan Marissa namun ia belum menemukan sang mama di dalam.

Cowok itu berhenti di sebuah lantai paling atas. Di sana sudah ada Marissa yang duduk di sebuah kursi dengan badan yang sudah di ikat dan mulut di lakban. Di hadapan Damian juga sudah ada seseorang yang menggunakan hoddie berwarna hitam dengan topeng berwarna putih. Ia yakin pasti itu ketua 'Geng Tangan Tuhan'.

"Lepasin mommy gue, bangsat!" Murka Damian dengan suara yang menggenggam di ruangan tersebut.

Sosok misterius itu bertepuk tangan di hadapan Damian. "Damian.. Damian.. berani juga Lo datang kesini".

"Kalo Lo punya masalah sama gue, selesai in ini semua sama gue. Nyokap gue gak ada sangkut pautnya sama semua ini!". Perasaan cowok itu semakin khawatir. Karena Marissa sudah mengandung selama delapan bulan. Ia takut jika Damian junior akan kenapa-kenapa.

"Apa yang Lo mau dari gue! Hah!" Sarkas Damian mengeluarkan emosinya di hadapan laki-laki bertopeng itu.

"Gue mau Lo mati Damian!" Tegas orang itu sambil menodongkan sebuah pistol ke arah Marissa. Wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menangis melihat semua ini.

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang