LIMA

143 121 84
                                    


Bijak dalam membaca:)
Jangan bawa cerita lain di lapak ini!!
Spam komen dan vote!!!

Selamat membaca🌹

°°°°

"Lo ngapain ngajak gue ke danau?" Sore itu Damian sengaja membawa Rachel ke danau yang tidak jauh dari kampus nya.

Cowok itu tidak menggubris ucapan Rachel. Dia memegang pergelangan lengan Rachel dan berjalan pelan menuju kursi yang menghadap ke danau.

Keduanya duduk memandangi danau sambil merasakan angin sehingga rambut cewek itu sedikit berterbangan.

"Sejak kapan Lo Deket sama levan?" Damian pun mulai menanyakan pertanyaan yang ada di pikirannya.

"Kepo" sinis Rachel.

Damian mendekati wajah Rachel, hampir sedikit lagi hidung nya menyentuh hidung Rachel. "Iya, gue kepo, kenapa?"

Cewek itu terdiam, tatapan wajah Damian begitu menyeramkan, walaupun ganteng di lihat dari dekat.

Deg! Deg! Deg!

"Apa sih Lo" Rachel mendorong bahu Damian supaya menjauh dari wajahnya. Cewek itu menatap ke semua arah yang ada di sekelilingnya bisa di bilang salting di tatap Damian.

Damian menyadari gerak-gerik Rachel yang sedikit aneh. "Lo salting?"

Rachel terkekeh mendengar kalimat yang di lontarkan Damian. "Dih GeEr"

"Jawab pertanyaan gue, Ra?"

"Emang penting buat Lo?" Timpal Rachel yang sedikit kesal dengan laki-laki yang ada di sampingnya.

Damian menarik bahu Rachel sehingga cewek itu menyandar di bidang dada Damian. "Yang bersangkutan sama Levan itu, penting bagi gue"

Cewek itu tidak menggubris ucapan Damian, ia malah fokus mendengar kan detak jantung Damian yang begitu santai dan tenang.

Kenapa jantung gue yang berdetak kencang?.

Sadar dengan lamunannya, Rachel pun bangkit untuk pergi meninggalkan laki-laki ini.

"Dari pada nanyain kak Levan terus, mending traktir gue makan. Kasian cacing di perut gue udah demo minta makanan" ucap Rachel sambil memegang perutnya.

Damian mengangguk menyetujui ucapan Rachel. Mereka berdua pergi dari danau mencari tempat untuk makan.

"Lo makan kaleman dikit bisa gak si?" Keduanya sudah sampai di kedai mie ayam.

Rachel memakan mie dengan mengangkat satu kaki supaya nyaman.

"Makan kaya gini enak tau, coba deh" ucapnya yang masih mengunyah keerupuk pangsit.

"Pak mie nya satu lagi di bungkus ya" teriak Rachel kepada bapak penjual mie ayam.

"Buat siapa? Kan Lo udah makan" ujar Damian yang sedari tadi memperhatikan Rachel makan, sedangkan makanannya belum di sentuh sama sekali.

"Buat gue lah, takutnya nanti malam lapar lagi"

Damian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kerakusan seorang Rachel. Baru kali ini dirinya menemukan perempuan yang tidak tahu malu.

"Semuanya jadi berapa pak?"

"Lima puluh ribu, mas"

Kemudian Damian mengeluarkan dompet di saku kanannya. Ia mengeluarkan uang seratus lembar dan memberikan kepada bapak penjual mie ayam.

"Nih pak, sisanya ambil buat bapak" Damian mengulurkan tangan dan di terima oleh bapaknya.

"Wah, terimakasih mas semoga rezekinya lancar" puji bapak penjual mie ayam, karna mendapatkan rezeki yang lebih.

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang