DUA PULUH DUA

77 66 53
                                    


TANDAI TYPO⚠️⚠️
Flw @xyyzhre

"Gue bisa sendiri la"

Setelah kejadian kemarin sekarang Rachel sudah membaik. Selama di rumah sakit Lula lah yang menemani Rachel.

"Ahel.. aku gak mau kehilangan kamu. Kamu makan yang banyaaaaak ya biar sehat"

Rachel menghela nafas. "Kalo makan banyak nanti gue gendut! Kalo gendut gak ada yang suka" sambar Rachel dengan ucapan sedikit ngegas.

"Ada, Damian" Lula yang mengatakan itu tertawa terbahak-bahak. Tentu saja wajah Rachel berubah menjadi merah seperti ingin mengeluarkan tanduk.

"Ahel.." suara Lula yang tadinya ceria berubah menjadi sendu. "Hmm kenapa?".

"Semalam aku di bentak kak Levan.. untung kamu belum sadar jadi aku bisa nangis sendiri disini" penjelasan Lula membuat Rachel terdiam kaku.

"Semalam kak Levan kesini? Kenapa dia bentak Lo?" Balas Rachel penasaran.

Lula menatap wajah pucat Rachel. "Kak Levan itu gak baik,hel. Aku udah tau sifat dia yang sebenarnya. Kamu jauhin dia ya, aku takut kamu kenapa-kenapa karena aku cuma kamu dan itu sebaliknya". Rachel yang tak mengerti arah pembicaraan Lula pun segera memeluk tubuh mungil Lula. Gadis lemot itu kembali menangis di pelukan Rachel.

"Gue bisa jaga diri dan gue juga gak akan tinggalin Lo".

Kemudian Lula menjelaskan kejadian semalam. Tentu membuat Rachel terkejut dengan kelakuan levan. Apa dia harus percaya sepenuhnya dengan omongan Lula? Bagaimana pun juga Lula selalu memihak Damian. Memang Rachel tidak sempat melihat kejadian semalam, tetapi ketika Lula menjelaskan bagaimana kronologi nya semakin di buat linglung oleh sikap Levan.

Gadis itu belum bisa percaya sepenuhnya dengan Lula. Karena di mata Rachel, levan itu laki-laki yang baik setelah papa nya. Dia selalu membantu Rachel ketika sedang kesusahan. Bahkan Rachel sudah menganggap levan sebagai kakak nya sendiri.

Pintu ruangan terbuka terlihat Arkan dengan parsel berisi buah-buahan. Lula yang melihat Arkan langsung terkekeh melihat luka lebam di wajah Arkan.

"Damian mana? Wajah kamu kenapa? Berantem sama kak levan ya?"

Arkan yang mendengar itu segera menggeleng-gelengkan kepalanya. "Satu-satu nanya nya". Cowok itu segera menaruh parsel ke atas nakas.

"Pertama, Damian gak bisa Dateng kesini karena lagi ada urusan penting. Kedua, wajah gue kaya gini karena abis berantem. Ketiga, berantemnya bukan sama Levan" begitulah jawaban Arkan kepada Lula.

Dengan cepat Lula menarik pergelangan tangan Arkan dan membawa nya keluar ruangan. Rachel yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Si Lemot lagi modus" gumamnya sambil tertawa tipis.

°°°°

"Aw, pelan-pelan dong sakit" protes Arkan kesakitan ketika lukanya di obati Lula tanpa rasa kasihan.

Gadis lemot itu membawa Arkan ke tempat duduk besi yang tersedia di rumah sakit. Ia juga meminta kotak p3k dari rumah sakit tersebut. Mengobati luka Arkan dengan telaten.

Selesai mengobati luka Arkan, Lula segera beranjak dari tempat duduknya. Namun, tangannya sudah di gapai duluan oleh Arkan. "Duduk dulu sebentar, ada yang mau gue omongin".

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang