TIGA PULUH

82 56 52
                                    


TANDAI TYPO⚠️⚠️
Flw @xyyzhre

Seminggu kemudian, Suasana kampus sangat ramai. Banyak siswa yang berlalu lalang menuju kantin. Jam istirahat sudah berjalan tiga menit yang lalu. Kini Damian sudah kembali datang ke kampus dengan suasana hati yang lumayan tenang.

Damian beserta Arkan, Rachel dan Lula sedang duduk di kursi kayu panjang serta makanan yang sudah di pesan oleh mereka masing-masing. Hari ini adalah hari terakhir ujian bagi mahasiswa kampus universitas Indonesia. Bertanda hari libur panjang akan segera datang.

"Gimana ulangan kalian?" Tanya Arkan memulai topik pembicaraan.

"Aman" balas Rachel dan Damian bersamaan.

Sementara Lula, gadis itu malah memasang wajah masam dengan mulut yang cemberut. "Tadi Lula gak sempet kerjain semua soal. Waktunya udah habis duluan" rengak Lula, karena semenjak mengerjakan soal, gadis itu hanya diam memikirkan jawaban.

"Itu salah Lo sendiri suruh siapa cuma liatin soal doang" timpal Rachel yang mengetahui semuanya.

"Ih.. semalam aku ketiduran gak sempet belajar materi tentang kanker. Lagian kamu kenapa gak kasih contekan sama aku" dengus Lula merasa kesal dengan Rachel yang tidak memberika contekan jawaban miliknya.

"Gak boleh nyontek bocil!" Sambar Arkan Yang ada di hadapan Lula.

"Ih.. Lula bukan bocil. Lula udah kuliah!"

Semuanya tidak menggubris ucapan Lula. Mereka semua kembali melanjutkan makannya karena sebentar lagi akan masuk untuk mengerjakan ujian satu mata pelajaran lagi.

Jam istirahat selesai, semua siswa berbondong-bondong memasuki ruangannya kembali termasuk Damian dkk.

°°°°

Bel pulang berbunyi bertanda ujian ini Selesai dan mereka semua hanya menunggu kabar. Ada yang akan naik ke S2 ada pula yang akan naik ke S3.

Suara riuh dari siswa lain membuat Damian dan Arkan pusing mendengar nya. Aneh saja padahal mereka sudah menjadi mahasiswa bukan lagi anak SMA tapi kenapa kelakuannya seperti anak SMA pada umumnya. Mungkin jiwa-jiwa SMA nya belum runtuh semua wkwk.

Kini Damian dan Arkan sudah menghampiri Rachel dan Lula. Mereka semua berjalan menuju parkiran. Damian akan mengantarkan Rachel sedangkan Arkan mengantarkan Lula. Double ceritanya haha.

Ketika Damian hendak memakaikan helm di kepala Rachel tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang langsung memeluk tubuh Damian. Cowok itu sontak terkejut atas perlakuan cewek itu.

"Lepasin!" Tegas Damian ke perempuan berbanda kuning.

Kemudian cewek itu melepas pelukannya. Lalu menatap waja tamvan Damian dengan tatapan sendu. "Aku Aca.." lirihnya.

Bola mata Damian membulat. Apa katanya, dia Aca? Gadis yang di tunggu-tunggu selama sebelas tahun? Apakah ini mimpi ata nyata? Jika ini mimpi Damian tidak ingin bangun dari mimpi ini.

Tidak bisa berkata apa-apa. Damian kembali memeluk gadis berambut di kepang dengan Banda berwarna kuning. Cantik sangat cantik, tingginya seperti Lula dan warna kulitnya sebening kulit Rachel.

"Kamu serius Aca?"

"Iya aku Aca, gadis yang kamu tunggu selama sebelas tahun" air mata Damian meluruh begitu saja membasahi bahu Aca.

Tanpa sengaja, Rachel melihat wajah Aca menyunggingkan senyuman smrik di balik pelukan Damian. Gadis berambut sebahu itu curiga dengan perempuan yang bernama Aca.

Rachel segera memisahkan pelukan mereka. "Dia bukan Aca!" Keduanya terkejut termasuk Arkan dan Lula.

"Maksud Lo?".

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang