EMPAT

142 127 103
                                    

Hai hai, selamat malam!

Gimana kabarnya? Semoga selalu baik ya!

Puasanya lancar??

Bintang dan komen jangan lupa CANCIII🤍🤍

°°°°

Ini adalah hari terakhir Rachel mengikuti kegiatan MOS. Di hari ini juga semua mahasiswa/i harus memilih jurusan masing-masing.

Cewek dengan rambut di kuncir berwarna hitam kecoklatan berjalan memasuki kampus baru nya itu.

Rachel berjalan menuju kantin, karna tadi pagi cewek itu belum sempat sarapan. Tetapi dari ujung sana banyak perempuan berbondong-bondong menghampiri Rachel.

Belum sempat duduk di kursi kantin,Rachel sudah mendapat cacian. Cewek itu di kelilingi banyak perempuan dengan melemparkan sedikit makanan ke tubuh Rachel.

"Dasar gak tau malu!"

"Minimal tau diri, Lo itu baru disini"

Salah satu di antara mereka mendekati Rachel yang sudah meringkuk menghindari lemparan demi lemparan.

Cewek itu mengangkat wajah Rachel supaya menatap dirinya. "Masih junior aja udah belagu Lo. Setidaknya Lo ngaca! Lo itu kampungan, cupu sok-sokan deketin Levan, mana mau keluarga Anggara punya calon mantu yang miskin kaya Lo. Jauhin Levan atau hidup Lo gak akan tenang" tegas wanita itu lalu pergi meninggalkan kerumunan tersebut.

Sementara perempuan yang lainnya masih mencaci Rachel dengan melemparkan sampah ke tubuh Rachel yang sedang meringkuk.

"WOI STOP!! BUBAR LO SEMUA!"

Kemudian datang laki-laki yang menghampiri kerumunan tersebut. Lalu siswa yang membully Rachel pun bubar setelah dapat teguran dari laki-laki yang tidak mereka kenal.

Laki-laki itu membulatkan matanya, ternyata cewek yang sedang di bully adalah cewek yang waktu itu hampir ketabrak.

"Lo gak apa-apa?" Damian memegang pundak Rachel dan membersihkan sisa-sisa sampah yang berada di rambut Rachel dan tubuhnya.

Rachel tidak menjawab pertanyaan Damian. Cewek itu menangis ketakutan, lalu Damian memeluk cewek itu untuk memberikan ketenangan.

Damian membawa Rachel ke tempat duduk kantin. Karna masih pagi, jadi belum banyak siswa yang nongkrong di kantin.

"Lo kenapa?" Laki-laki itu menyeka rambut Rachel ke telinga.

"Gue disuruh jauhin kak levan" Rachel menjeda
Kalimatnya "gara-gara Poto itu gue di bully sama mereka" ucap Rachel menahan Isak tangisnya.

Jadi cewek yang di bawa levan semalam, itu Lo?
Gue minta maaf...

Ya. Damian yang sudah memotret levan bersama Rachel di dalam kamarnya. Lalu Poto itu ia sebar lewat kakak seniornya yaitu Oktaviani.

"Lo tunggu sini ya, jangan kemana-mana" ucapanya di anggukan oleh Rachel.

Kemudian Damian pergi menuju toko baju. Laki-laki itu membeli beberapa baju perempuan di toko yang berada d sebrang kampus.

Secepat kilat, laki-laki itu sudah datang memasuki area kampus,lalu berlari menuju kantin.

Dari kejauhan Damian melihat Via sedang merundung cewek yang duduk lesu menahan tangisannya.

Plak

"Dari awal gue liat Lo aja udah eneg. Mau muntah.. bisa-bisanya Lo deketin seorang mafia seperti levan.. kalo sampai Lo deketin levan lagi gue gak segan-segan bikin Lo men-"

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang