SEMBILAN

114 109 71
                                    

TANDAI TYPO⚠️⚠️
Flw @xyyzhre

"LULA!" Rachel terkejut melihat Lula sedang duduk lesu di depan pintu kamar Rachel. Ya, Rachel sudah berada di asrama, di antar oleh Levan sampai depan asrama.

Rachel segera menghampiri gadis itu dan memeluknya. "Lo ngapain disini?" Bukanya menjawab, gadis itu menangis sejadi-jadinya.

Apa yang terjadi? Ntahlah, saat ini Rachel benar-benar khawatir. Dirinya sudah berjanji untuk tidak meninggalkan Lula sendiri, namun kali ini ia mengingkari janji itu.

"Tadi aku laper. Gak ngerti masak mie.. aku ketuk kamar kamu, kamu gak ada di dalam.." ucapnya menahan Isak tangisnya.

Rachel menggelengkan kepalanya. "Kenapa gak telpon gue, la".

Lula melepaskan pelukannya, lalu mengusap sisa air mata yang ada di pipinya. "Handphone aku mati".

Tanpa membuang-buang waktu, Rachel segera membawa Lula ke kamarnya. Rachel membulatkan matanya,melihat dapur yang begitu berantakan.

"Lo mau masak mie, apa mau perang ngelawan penjajah?" Lula tersenyum dihadapan Rachel.

"Biasanya yang buatin makanan buat aku itu bi Inah. karna bi Inah gak ada disini, jadi aku belajar deh walaupun gak ada hasilnya" balas Lula, cengengesan.

Akhirnya kedua gadis itu membereskan dapur yang berantakan itu. Dan Rachel pun mengajari Lula cara memasak mie.

°°°°
Keesokan harinya, Rachel terbangun pada pukul delapan pagi. Hari ini ada kelas siang, jadi tidak terlalu terburu-buru untuk bangun pagi.

Berbeda dengan Lula, gadis polos itu mempunyai kelas pagi, sehingga ia tidak bisa berangkat kuliah bersama Rachel. Dan Lula sudah berjanji pada diri sendiri untuk berani beradaptasi dengan lingkungan.

Perempuan yang mengenakan almamater putih berlogo + yang artinya fakultas kedokteran itu berjalan menuruni anak tangga, karena lift asrama sedang rusak.

Sinar matahari memasuki celah-celah jendela milik mahasiswi. Rachel berjalan menuju lorong, sorot matanya tertuju pada seseorang yang memakai motor ninja Kawasaki berwarna hitam dengan helm fullface.

Laki-laki itu membuka kaca helm seraya untuk menyapa Rachel. Gadis itu terkekeh melihat siapa yang menyapanya.

"Kak Levan?" Tanya Rachel untuk memastikan siapa yang ada di hadapannya.

Levan mengangguk sebagai jawaban. Lalu tangan laki-laki itu menepuk kebelakang ke arah jok motornya. "Pergi sama saya" katanya.

Tanpa menunggu jawaban Rachel, Levan segera memasangkan helm berwarna coklat ke kepala Rachel. Gadis itu terkejut, ia tidak bisa menolak jika levan sudah memasang kan helm untuk dirinya.

"Ayo naik" ucapanya sambil menaikkan satu alis.

"Tapi kak.."

Laki-laki itu memegang bahu sebalah kanan Rachel. "Gak perlu takut, saya janji tidak akan membuat kamu di kucilkan oleh Via". Akhirnya Rachel menaiki motor Levan. Keduanya pergi meninggalkan asrama.

°°°°
Mereka berdua sudah sampai di kampus. Jarak dari asrama ke kampus tidak memakan waktu yang banyak. Levan memarkirkan motornya di parkiran kampus. Laki-laki itu turun dari motor bersama Rachel.

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang