ENAM

131 114 44
                                    


Bijak dalam membaca^^

Jangan bawa cerita lain di lapak ini!!

Spam komen maksa!!!

Selamat membaca 🌹

TANDAI TYPO❗❗

°°°°

"AHEL.. AHEL.. BUKAIN PINTUNYA!!"

Pagi-pagi ini Lula datang ke asrama terutama di kamar Rachel. Gadis itu mengetuk-ngetuk pintu, namun belum ada respon dari dalam.

Rachel membuka matanya dan menyempurnakan pandangan yang sedikit silau karna terpancar sinar lampu.

Ceklek

Gadis itu masih mengucek-ngucek matanya untuk membersihkan sisa kotoran di sudut mata.

"Ngapain Lo kesini.. huaa" ujar Rachel. Tangannya menutup mulutnya yang menguap.

Lula mendengus sebal. "Aku mau ajak kamu ke kampus bareng" katanya.

Tanpa di suruh, Lula segera masuk ke dalam bilik kamar Rachel yang sedikit berantakan karna ulah Damian semalam.

Ya, sebelum meninggalkan asrama, Damian sengaja memberantakin barang-barang milik Rachel. Berupa lembar kertas dan buku yang berada di rak.

"Cowok yang tadi malam kemana? Kamu unpetin ya, dimana dia?" Seloroh Lula, sambil mengecek di bawah meja belajar maupun di kamar mandi.

"Gila Lo, awas gue mau mandi" Rachel mengambil handuk yang berada di sangkutan baju, segera pergi ke kamar mandi.

Selang beberapa menit, cewek itu sudah selesai membersihkan badannya. Rachel membulatkan matanya ketika melihat suasana ruangan begitu rapih dan bersih.

"Lo yang bersihin?" Lula mengangguk sebagai jawaban.

"Aku gak suka kotor, kata bunda aku kalau kotor itu tempat nya setan" ujar Lula yang masih membereskan buku-buku di rak.

Mendengar kalimat Lula, Rachel tersenyum lebar. Rasanya seperti mimpi, ia tidak pernah menyangka jika akan bertemu dengan sosok Lula yang notabene sebagai teman. Sepertinya dunia sedang berpihak ke Rachel.

°°°°

Kini keduanya sudah berada di kampus. Sebenarnya Rachel masih takut jika bertemu dengan kakak senior yang mengancamnya, tapi kedatangan Lula membuat Rachel memberanikan diri untuk masuk ke kampus.

"Ahel.. kamu masuk di jurusan apa?" Tanya Lula yang berjalan sampingan dengan Rachel.

"Kedokteran" Lula terkejut mendengar jawaban Rachel. Gadis itu tidak menyangka jika Rachel setujuan dengan pikirannya.

"Serius?.. YEHHHH.." heboh Lula. Rachel yang berada di sampingnya reflek menutup kuping kiri karna Lula berteriak sangat keras.

"Berisik la! Emang kenapa kalo gue masuk kedokteran?" Lula segera diam mendapat teguran dari Rachel.

"Aku juga masuk kedokteran, berarti kita satu kelas" seru Lula dengan mata yang berbinar.

Rachel menyunggingkan senyuman yang begitu manis. Jujur saja, Rachel memang capek jika di ajak bicara dengan Lula. Berkali-kali Rachel bilang ke Lula untuk tidak menggunakan bahasa baku, tapi Lula menolak keinginannya dengan alasan 'itu tidak baik ahel'.

'ahel' itu ucapan spesial dari Lula. Karena menurut Lula huruf R itu susah di ucapkan, bisa di bilang Lula itu cadel tidak bisa mengucapkan huruf R. Jadi ia memanggil Rachel dengan sebutan 'ahel'.

Rachel menurunkan kedua bahunya dan wajahnya pun ikut lesu. "Kalo kita gak satu kelas gimana?" Katanya.

"Gak apa-apa, yang penting kita masih satu kampus" seru Lula sambil merangkul Rachel.

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang