prolog

471 153 98
                                    

Makasih udah mampir!!

Selamat membaca 🤍🤍

°°°°°°

"Aca.."

Lamunan Damian buyar ketika asisten rumah mengetuk pintu kamarnya. Sedari tadi laki-laki itu memegangi gelang berwarna hitam dengan lontin bermotif bulan sabit.

"Den.. nyonya sudah menunggu di meja makan." ucap bi surti asisten rumah tangga.

Damian berdecak sebal. "Iya bi, sebentar lagi Dami turun." setelah mengucapkan itu, bi Surti meninggal kan kamar Damian.

Laki-laki itu kembali menatap gelang yang ia pegang.

Simpan gelang ini ya Dami, aku pergi sebentar ikut papa sama Mama. Nanti kalau Aca sudah besar, Aca kembali disini dan nemuin Dami lagi. Kita akan membuat layangan berbentuk roket. Dan satu lagi, kita berdua akan ke angkasa melihat bulan dan bintang. Aku janji Dami.

"Aca.. mana janji kamu?" Lirih Damian dengan air mata yang sudah membanjir kedua pipi nya. Ia sangat merindukan sosok perempuan itu. Sebelas tahun lamanya berpisah, perempuan itu masih belum menepati janjinya.

Hanya Aca yang membuat Damian merasa tenang. Kehadiran Aca sangat berarti untuk dirinya. Kedua orang tua Aca dan Damian sudah setuju untuk menjodohkan mereka. Namun takdir berkata lain. Mereka dipisahkan selama sebelas tahun. Sampai sekarang keduanya masih belum bertemu.

Sejahat itukah takdir?

Kemudian laki-laki itu meraih kotak kecil berwarna hitam. Ia segera memasukan gelang itu kedalam kotak tersebut. Dirinya masih menunggu janji yang di ucapkan oleh perempuan yang sudah menemani kehidupan di masa kecilnya.

°°°°°°

Penasaran kelanjutannya?
Ikutin cerita ini sampe end ya!!

Spam: 😘

Bintangnya jangan lupa!

Sampai jumpa chapter depan 🌹

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang