TIGA PULUH TIGA

74 53 96
                                    


TANDAI TYPO⚠️⚠️
Flw @xyyzhre

"Sebelah kanan dikit lagi, terus.. terus.. nah." Rachel mangacungkan jempol.

Siang hari ini, Damian, Rachel, Lula dan Arkan sedang membereskan barang-barang keperluan cafe baru Damian. Mereka bertiga antusias membantu untuk mendesain tempat ini supaya menarik pengunjung.

Tempat ini akan di desain seperti cafe pada umumnya hanya berbeda di bagian depan. Damian memutuskan untuk bagian depan seperti angkringan layaknya menggunakan kursi kayu jati bercat coklat begitu pula dengan mejanya.

"Istirahat dulu, aku bawain kalian makanan sama minuman" titah Lula menyuruh teman-teman nya untuk memberhentikan aktivitasnya. Gadis itu baru saja sampai membawa beberapa kantong kresek berwarna hitam.

Akhirnya semua menuruti ucapan Lula. Sudah berkumpul rapih melingkar di hadapan makanan yang sudah tertata rapih. Semuanya duduk di atas tikar, dengan udara yang mungkin cukup panas. Tetapi mereka duduk di bawah pohon nangka yang ada di belakang halaman cafe Damian.

"Iwnih ewnak bawnget bewli dihmana?" Tanya Rachel. Mulut gadis itu sudah di penuhi tahu jeletot sehingga mulutnya manyun kedepan.

"Abisin dulu makanannya, baru ngomong" timpal Damian yang sedang meminum jus jambu.

"Akhu Bawru makan ini, di Jogja gwak adwa iwni tawu".

Damian menggeleng kan kepalanya. Jari telunjuk Damian menoyor kening Rachel. Cewek itu hanya tertawa kecil sambil mengusap-usap keningnya yang lumayan sakit.

"Jangan banyak-banyak makan itu. Nanti sakit perut." Ujar Damian.

Lula terkekeh mendengar penuturan Damian. "Posesif amat jadi cowok. Jadian aja belom posesifnya udah".

"CUAKkSS" Sambar Arkan. Mereka semua tertawa pecah. Pasalnya Damian dan Rachel belum mempunyai hubungan satu sama lain. Mereka berdua enggan untuk memulai dari mana.

Damian melirik ke arah Arkan dengan tatapan sinis. "Tunggu mapan dulu, baru nikahin anak orang" ujarnya.

"Minimal punya hubungan dulu lah" sindir Arkan tak mau kalah berdebat dengan Damian. Cowok itu senang sekali ketika mengejek Damian di depan gadisnya yang bernama Rachel.

"Pacaran itu dosa, mau langsung nikah aja. Lagian kalo Rachel jodoh gue, gak akan kemana. Mau sejauh apapun dia pergi dari gue, kalo tuhan udah menentukan garis takdir buat gue ya buat gue. Gak bisa di ganggu gugat" katanya seraya menepuk dada bangga.

Rachel yang berada di samping nya hanya tersenyum mendengar penuturan Damian. Sejak kapan Damian jadi penasehat gini? Setahu Rachel, cowok itu minim memberi nasehat kepada siapapu. Ah sudahlah, mungkin Damian ingin merubah diri menjadi lebih baik lagi. Apa lagi dia sudah bertemu dengan gadis yang bernama Aca.

°°°°

Di saat mereka asik berbincang membicarakan hal random Lula dan Rachel, tiba-tiba saja datang seseorang cowok berpakaian kemeja kotak-kotak berwarna cream dan menggunakan celana jeans berwarna coklat susu, tak lupa pula dengan topi yang sudah terpasang di kepala cowok itu. Sangatt tampan jika di lihat dari ujung kaki sampai ujung rambut.

"Sorry gue telat," suara berat itu berhasil membuyarkan perbincangan mereka. Semuanya menoleh menghadap laki-laki tinggi dengan membawa cat berbagai warna.

"Zakri?" Kekeh Lula, mengingat-ingat sosok laki-laki itu. Ternyata benar, cowok itu adalah Zakri.

Arkan pun menoleh ke arah Lula. "Lo kenal Zakri?" Dengan cepat gadis itu mengangguk iya.

"Zakri yang udah nolongin aku di pasar mala." Terang Lula kepada semua yang ada disitu. Begitu pun dengan Rachel, gadis itu sudah tersenyum kepada laki-laki yang tengah berdiri di sana.

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang