DUA

204 140 139
                                    

Dimohon bijak dalam membaca.
Jangan bawa cerita lain di lapak ini!!
Spam komen!!!

Selamat membaca 🌹

°°°°

Laki-laki yang membawa mobil berwarna merah kini turun memasuki bar di dalamnya terdapat lampu diskotik Serta pemuda yang asik berjoget di iringi musik DJ.

Dengan perasaan dongkol ia meminum dua gelas bir yang berada di meja milik temannya.

"Lo kesambet dam?" Tanya Arkan.

Ya laki-laki itu bernama Arkan Satria Pramana. Putra semata wayang John Pramana. Dimana ayah Arkan juga menaruh investasi ke perusahaan Anggara–ayah Damian.

Arkan mengenali Damian sejak duduk di kursi SMP. Mereka sudah berteman lama dan sekarang pun masih bersama.

Laki-laki itu tidak menjawab pertanyaan Arkan, ia malah meneguk tiga gelas bir lagi. Damian meletakkan gelas di meja dengan sangat keras.

"Bisa-bisanya gue di bilang maling" gumam Damian yang masih memegang gelas sehingga urat tanganya terlihat.

"Sama siapa?" Tanyanya mendekati wajah Damian.

"Gue gak kenal" balas Damian.

Sekitar dua puluh menit berada di bar, datang perempuan sexy menggunakan dress berwarna hitam mendekati Damian.

Wanita itu duduk di samping Damian, lalu mengelus pipi Damian dengan lembut. Tangannya mulai meraba di bidang dada Damian. Dimana kancing bajunya tidak semua tertutup.

"Kenapa? lagi kesel ya" tanyanya dengan nada yang sedikit menggoda.

Wanita itu mendekatkan wajahnya kepermukaan telinga. "Aku siap jadi lampiasan kamu" lalu wanita itu menjilat telinga Damian dan menjulur ke bawah bagian leher.

Perempuan itu mengecup leher Damian yang memiliki aroma khasnya. Dengan cepat Damian mendorong wanita itu untuk menjauh darinya.

"Gue bukan tipe orang yang gampang di rayu!" timpal Damian yang masih emosi akan kejadian tadi dengan Rachel.

Setelah mendengar ucapan Damian, wanita itu pergi meninggalkan Damian dan Arkan.

Beberapa menit kemudian, akhirnya Damian kehilangan kesadaran nya. Dirinya sudah terpengaruh oleh alkohol.

"Tuh kan, apa gue bilang Lo bakal mabuk" gerutu Arkan yang melihat Damian menidurkan kepalanya di meja yang dia tempatkan untuk minumannya.

"Dasar cewek gila" gumam Damian yang sedikit sadar tetapi matanya masih terpejam.

Lalu tangan laki-laki itu menyentuh bahu Arkan yang berada di sampingnya.

"Kan anterin gue balik" ucapannya lirih langsung tak sadarkan diri.

Arkan menghela nafas kasar, lagi-lagi dirinya di repoti oleh Damian. Mau tidak mau Arkan mengantarkan Damian pulang segera mepapah tubuh kekar Damian ke dalam mobil Damian.

Beberapa menit kemudian, Arkan sampai di depan gerbang, ia mengambil remote untuk menekan tombol agar gerbang tersebut terbuka sendiri.

Semua larangan Damian,kesukaan bahkan hobi Damian, Arkan mengetahui semuanya. Bahkan pin tombol remote saja Arkan tahu.

Di sudut sana datang laki-laki dengan pakaian formal berjas hitam menghampiri mobil milik tuannya.

Kenzo membuka pintu mobil dan memapah Damian untuk masuk ke rumah yang bergaya Eropa klasik dengan vila-vila  yang besar dan tinggi berwarna putih.

Arkan juga ikut memapah tubuh Damian yang sudah gontai sampai kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah itu kenzo–bodyguard Damian merebahkan tubuh laki-laki itu ke atas kasur.

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang