SATU

254 140 110
                                    

Dimohon bijak dalam membaca.
Jangan bawa cerita lain di lapak ini!
Spam komen! Maksa!!!

Selamat membaca🌹

****

Setelah menginjak kaki di kota Bandung. Cewek berambut sebahu itu berjalan menuju asrama yang alamatnya di berikan oleh kepala sekolah.

Perempuan itu masuk ke dalam dan terlihat ada seorang penjaga asrama tersebut.

"Permisi kak, saya siswa yang mendapati beasiswa dari sekolah SMA MAJAYA." ucapnya sambil menyunggingkan senyumnya.

"Atas nama siapa ya kak?" Tanya penjaga asrama itu sambil melihat daftar siswa yang masuk ke universitas Indonesia.

"Rachel Anatasya kak,"

"Oh, Untuk Rachel ruangan kamu ada di nomor 224 di lantai 5, dan ini kunci kamarnya." Petugas itu memberikannya dengan sopan.

"Baik kak, terimakasih." ucapannya di anggukan oleh penjaga asrama.

Tanpa menunggu lama, perempuan itu segera berjalan menuju lift. Barang yang di bawa Rachel tidak terlalu banyak. Semua fasilitas yang ada di asrama itu gratis untuk siswa yang mendapatkan beasiswa.

Setelah selesai menaiki lift. Ia berjalan menuju ruangannya sambil melihat no kamar siswa lainya.

Kemudian ia sampai di depan kamar no 224. Ia segera mengambil kunci dan membuka pintunya. Rachel membulatkan matanya ketika melihat isi kamar yang begitu luas, bersih, nyaman untuk dipandang.

"Ini asrama atau hotel?" Tanyanya pada dirinya sendiri dengan mata yang berbinar.

Ia segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang begitu lembut dan menggerakkan tanganya ke kanan dan ke kiri.

"AKHIRNYA GUE BEBAS DARI PANCI GOSONG DAN SAPU KERAMAT!!" teriak Rachel karna saking bahagianya.

Kemudian Rachel memejamkan matanya karna perjalanan hari ini lumayan jauh. Ia harus mengisi tenaga untuk bertemu dengan teman barunya.

Karena dua hari lagi Rachel akan menginjak kaki di universitas Indonesia Bandung. Ia harus menyiapkan semua peralatan yang akan di bawakan untuk MOS nanti..Dan ia juga harus bersiap-siap berhadapan dengan kakak senior yang begitu galak.


Ingat tujuan Rachel kesini untuk mencari pemuda kaya. Urusan pendidikan bisa di tunda dulu. Karena ia sebenarnya lelah dengan keadaan.

Dimana ia dewasa tanpa seorang ayah. Dulu, sebelum ayah Rachel meninggal, dirinya selalu di turuti apa yang Rachel mau, walaupun itu hanya sederhana namun memiliki kesan yang bermakna. Bahkan Tasya–ibunya Rachel tidak pernah merasa kekurangan ekonomi.

Ayah Rachel meninggal karna mempunyai penyakit gagal ginjal. Setiap dua Minggu sekali ayahnya harus mencuci darah dan mengeluarkan uang yang cukup banyak. Sampai-sampai ibunya harus meminjam uang kepada tetangganya karna uang simpanannya sudah habis untuk biaya cuci darah sang suami.


Namun dengan kepergian ayahnya, tidak membuat dirinya patah semangat. Ia akan terus menjadi punggung keluarga supaya ayahnya bangga melihat dirinya walaupun di dunia yang berbeda.

Sejahat Takdir [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang