EXTRA PART lV

51.5K 2.9K 114
                                    

4 bulan sudah berlalu.

Sekarang umurnya Xaverzio sudah menginjak usia 4 Bulan.
Galaxy terusik dari tidurnya karena merasakan kaki mungil yang menendang pipinya. Perlahan mata itu pun mulai terbuka.

Hal pertama yang dia lihat Adalah anak cowoknya yang hanya menatap Galaxy datar.

"Buset deh, masih kecil tatapannya uudah tajam gini cw," batin Galaxy.

Bayi Xaverzio jarang nangis yang membuat Galaxy binggung pada anaknya itu. padahal bayi lain kalau kelaparan atau haus pasti akan nangis tapi beda dengan anaknya walaupun lapar atau haus Xaverzio tidak akan pernah nangis ia hanya menepuk dada istrinya kalau dia kelaparan atau haus.

"Hei," ucap Galaxy menepuk pelan paha anaknya.

Xaverzio tidak menoleh ke arah papa-nya ia malah menoleh kearah lain dengan wajah datar.

"Berdosa banget kamu sama papa," ucap Galaxy gemas.

Saking gemasnya Galaxy ingin mencekik anak-nya yang sok-sokan menampilkan raut wajah datar.

Galaxy mendekatkan wajahnya pada Xaverzio yang masih menatap ke arah lain. Laki itu mengamati setiap inci wajah anak-nya.

"Ganteng sih, tapi masih gantengan papa kalau kamu mau tau," ucap Galaxy ketus.

Selama Xaverzio di lahirkan, kepedean Galaxy kini meningkat bahkan ia tak jarang menganggu Xaverzio yang lagi minum susu di istrinya. Xaverzio yang selalu di ganggu oleh papa-nya hanya menatap tajam dan datar. itu membuat Galaxy dan Cia tertawa.

"Kamu gak lapar? atau haus gitu?" tanya Galaxy.

Seolah mengerti apa yang di katakan papa-nya Xaverzio menggeleng pelan.

"Ma..ma" ucap Xaverzio menendang udara.

"Mama lagi masak, sebaiknya kamu sama papa aja dulu," ucap Galaxy seraya mengambil Xaverzio.

Xaverzio yang tau kalau ia akan di gendong pun menendang wajah Galaxy tepat di hidungnya.

"Arrrghh! bangke," umpat Galaxy mengelus hidungnya yang terasa nyut.

Walaupun kaki Xaverzio mungil tapi tendangannya bukan main-main.

"Untung kamu anak ku," ucap Galaxy menatap tajam Xaverzio.

Xaverzio juga menatap tajam Galaxy.

"Astaga!" desis Galaxy ketika mendapat Xaverzio yang menatap tajam balik.

"Ini anak gak ada takut-takut nya jadi bayi," ucap Galaxy pelan.

Xaverzio yang kesal saat tidak mendapatkan mama-nya pun kembali menendang burung Galaxy dengan keras.

"BANGSAT, TAI! BABI, MONYET," teriak Galaxy keras sambil memegang aset-nya.

Sedangkan sang pelaku hanya menatap Galaxy datar tanpa bersalah sedikit pun.

"Lo! Ck, kenapa nendang aset papa?" tanya Galaxy kesal. Yang tentunya tidak dapat di mengerti Xaverzio.

Xaverzio merentangkan tangannya guna agar bisa duduk di paha Galaxy.

"Pengen gue gantung di pintu kamar aja, kesal gue." ucap Galaxy pelan.

Ia kemudian mengambil tubuh Xaverzio dan membawanya ke pangkuannya.

"Ma...ma." celotehan Xaverzio menunjuk pintu kamar.

"Kecil banget punya mu nak," ucap Galaxy men toel-toel kan itu Xaverzio.

"Coba lihat punya papa lebih besar," lanjut Galaxy semakin gemes men toel-toel itu Xaverzio

Tangan mungil Xaverzio menarik rambut Galaxy.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 23, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang