06

52.4K 3.7K 47
                                    

Bel istirahat berbunyi semua para murid berbondong-bondong ke kantin kala perut mereka sedari tadi berbunyi minta untuk di isi, siswa/siswi IPA 2 semuanya sudah berada di kantin hanya tinggal Cia sendirian, ia menyembunyikan wajahnya di belipatan lengannya yang di letakkan di atas meja sedari tadi perutnya berbunyi.

"Cia lapar," gumam Cia. ia mau pergi ke kantin tapi masih takut kalau berjalan sendirian di keramaian. Tidak lama terdengar suara langkah kaki menuju ke arahnya.

Cia bisa merasakan usapan lembut di kepalanya, ia memejamkan matanya menikmati usapan itu.

"Ayo ke kantin sayang," ajak Galaxy. Ia mendongakkan kepalanya menatap Galaxy.

"Kak Galak," ujarnya antusias sambil duduk tegak. Galaxy hanya tersenyum

Galaxy langsung saja mengendong Cia sambil memperbaiki rambut gadis itu yang berantakan sesekali ia mengecup pipi Cia, ingin rasanya Galaxy mengigit pipi tembem Cia.

Kriuk..kriuk..

(Anggap sja suara perut)

Sontak saja Galaxy tertawa kecil mendengar perut Cia yang berbunyi sedikit keras.

"Kak Galak jangan ketawai  Cia," rengek Cia malu.

"Iya sayang," balas Galaxy terkekeh.

Galaxy pun melangkah keluar dari kelas menuju kantin, kaki Cia melilit pinggang Galaxy dengan tangan yang di lingkarkan ke leher cowok itu. Sampai mereka di kantin sontak semua orang pun melihat ke arah mereka, Galaxy mah gak perduli dengan tatapan mereka.

"Gadis itu siapa sih?"

"Pipinya mau tumpah saking tembemnya,"

"Gemes banget sih,"

"Pacar nya kali,"

"Mana ada, mungkin itu adiknya,"

"Dia kan gak punya adik, o'on,"

Dan masih banyak lagi ucapan yang di lontarkan oleh para siswi.

Galaxy duduk di meja khusus mereka, disana sudah ada Faisal, Juan dan Darren.

"Pesan," ujar Galaxy singkat.

"Pesan apa? biar gue aja, hari ini gue lagi bahagia," ujar Juan.

"Mau pesan Apa sayang?"

"Hmm Cia mau bakso," balas Cia semangat tapi di balas gelengan tegas oleh Galaxy.

"Gak boleh! Pesankan satu piring nasigoreng aja," ucap Galaxy dingin pada Juan.

Cia mengerucutkan bibirnya " tadi tanya sekarang Cia jawab malah kagak di bolehin huh," cibir Cia semakin memayunkan bibirnya.

Cup

Galaxy baru saja mencium singkat bibir Cia yang membuat gadis itu semakin kesal.

"Issh, ngga-ngga boleh cium Cia lagi," ujar Cia garang. Bukannya takut Galaxy malah semakin mencium Cia bertubi-tubi membuat gadis itu kegelian.

"MAKANAN SUDAH DATANG!" teriak Juan tanpa malu.

Mereka meringis malu, bisa gak sahabat mereka satu ini gak usah teriak bikin gendang telinga mereka mau pecah.

"Widdih, makasih babu," ejek faisal.

"Sama-sama bangke,"

"Makasih Juan ganteng," ujar Cia senyum, Juan menyisir rambutnya ala model dengan wajah pde. Cia tidak menyadari kalau di sampingnya sedang menahan cemburu kala mendengar gadisnya memuji cowok lain.

"Sayang jangan pernah muji cowi lain." ujar Galaxy posesif.

"yes will no longer kak Galak," balas Cia.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang