12

40K 2.7K 16
                                    


Cia terbangun dari tidurnya lalu mengerjapkan matanya perlahan menyesuaikan cahaya lampu matanya beralih menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 6:00.

Ia menoleh ke arah Galaxy yang nampak tidur nyenyak pun gak tega untuk membangunkan-nya, ia dengan hati-hati beranjak dari kasur kemudian Cia mengambil handuk dan seragam nya. Iapun masuk ke kamar mandi

Tidak butuh lama Cia keluar dengan seragam lengkap, ia melangkah sambil tersenyum ke arah Galaxy yang masih tertidur.

"Good morning Kak Galak," gumam Cia sambil mengecup dahi nya.

Setelah itu ia keluar dari kamar menuju dapur, padahal ia sudah di larang keras oleh tunangan-nya agar tidak memasak biar Galaxy saja yang masak.

Doakan saja harap-harap Cia ngga mendapatkan amukan dari Galaxy sendiri.

"Masak nasi goreng aja deh, bahan di dapur juga kurang,"

Cia pun berkutik dengan acara masaknya.

Sedangkan di kamar, Galaxy meraba kasurnya kala tidak merasakan adanya Cia, ia lalu membuka matanya dan mengerang otot-otot nya.

"Dimana?" tanya Galaxy pada dirinya sebab tidak menemukan gadisnya.

Lalu ia melangkah kakinya menuju kamar mandi dengan muka malas.

______

Cia baru saja selesai memasak dan tujuannya kali ini memangil Galaxy dengan senyum yang tak luntur.

Saat sudah berada di depan pintu ia membuka pintu itu pelan.

"Lho kak galak mana?"

Tidak lama ia mendengar suara percikan air dari kamar mandi.

"Ouh lagi mandi toh,"

Cia kali ini membereskan tempat tidur mereka dengan rapi tanpa menyadari kalau Galaxy sudah ada di belakang nya dengan handuk yang berada di pinggulnya.

Hap

Tubuh Cia menegang sebab merasakan lengan yang melingkar di perutnya lalu ia menunduk guna melihat tangan kekar itu.

"Good morning sayang," ujar Galaxy serak sambil menghisap sedikit leher Cia hingga meninggal jejak kemerahan.

"Juga," balas Cia. Entah ide-nya dapat dari mana. Ia ingin membalas Galaxy juga Karna sudah mengakibatkan lehernya merah. Ia berbalik badan dengan tangan yang sudah berada di belakang kepalanya.

Tanpa kata Cia mendaratkan kecupan di leher Galaxy, Galaxy mendadak kaku dengan jantung yang berdebar kencang, nafas kali ini memburu kala merasakan Cia bukan mengecup lehernya malah menghisapnya kuat dan mengigit leher itu.

Cia lalu menjauhkan wajahnya di leher Galaxy dan tersenyum tanpa salah saat melihat hasil karyanya.

"Satu sama," ucap Cia memamerkan gigi-nya.

"Kakak suka ke agresif mu sayang," ujar Galaxy mengedipkan matanya dengan senyum menggoda.

Wajah Cia memerah, ia hanya bisa menunduk.

"Seorang ratu ngga berhak untuk nunduk, nanti mahkota nya jatuh dan pangeran ngga suka itu," ujar Galaxy mengelus pipi Cia dengan tangan dinginnya.

"Sana pakai baju," ucap Cia sambil mendorong dada Galaxy dengan wajah merona.

"Kamu ngga mau pakein kaka baju juga sayang hm," goda Galaxy dan itu semakin membuat wajah Cia memerah bahkan telinganya ikut merah.

"KAK GALAK!" teriak Cia sambil menutup pipi nya.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang