09

45.5K 2.9K 28
                                    

Setelah berpamitan sama orangtuanya dan gadisnya, ia langsung menuju mobilnya untuk ke arena balap dengan kecepatan diatas rata-rata. hanya butuh 4 menit saja Galaxy sudah sampai di arena balap, dan ternyata teman-teman nya sudah berada di sana .

sahabatnya yang melihat Galaxy datang langsung saja menghampiri nya.

"Lo lama amat sih, gadis gue ngerengek terus dari tadi," ucap Juan  menggerutu.

"Bacot,"ucap Galaxy dingin dan datar.

"Gadis Lo yang mana? Setau gue Lo kagak ada pacar deh?" tanya Faisal.

"Entah aja, gue udah ganteng gini masa jomblo terus,"

"Hmm, jangan-jangan Mimi peri ya hahahah,"

"Sialan lo," umpat Juan.

"Giliran lo yang balapan," ucap Darren dingin.

Galaxy menatap singkat Darren laku menganggu, dia langsung menuju mobil nya.

Setelah Galaxy dan Aksa sudah siap di mobil masing-masing .datang lah perempuan berpakaian minim dengan Make-up yang menor berjalan kearah depan mereka dengan membawa bendera berwarna merah ditangannya.

1

2

3

Setelah bendera itu dijatuhkan mereka pun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Tak lama kemudian mobil Galaxy berada di depan,  Galaxy menyeringai saat mobil lawannya menabrak mobilnya, ia pun mengurangi kecepatan mobilnya. Tapi saat berdekatan dengan finsh Galaxy langsung saja menanjap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Galaxy pun langsung memenangkan balapan tersebut, Terdengar lah sorakan dan tepukan tangan yang sangat meriah. tak berselang lama juan pun datang menyusul dan dia langsung menghampiri Galaxy.

"Untung gue teriak nyemangatin Lo, kalau kagak Lo udah kalah bos,"

Pletak

"Bos, emang selalu menang, setan, walaupun elo gak teriak dia tetal menang juga,"

"Sadis amat jadi sahabat," gerutu Juan menatap sinis Faisal.

"Bos, ekhm, bonus kami mana?" tanya Juan mengulurkan tangannya tanpa malu.

Galaxy langsung melempar selembar uang itu pada Juan dan di sambut antusias olehnya. Mereka hanya memutar bola matanya malas.

"Dasar mata duitan," ujar Faisal pelan. Juan masih menghirup aroma bau uang itu dengan rakus.

"Harum banget sih," ujar Juan dengan mata berbinar-binar seraya menghirup aroma bau uang yang baru saja keluar dari bank.

"Besok lo harus ganti," ucapan Galaxy barusan membuat Juan berhenti menghirup aroma uang itu lalu menatap bosnya tak terima.

Faisal tertawa keras melihat wajah memelas Juan.

"Bos jangan kikir, gue kan sudah teriak keras dukung lo agar menang," jelas Juan.

"ga ada yang nyuruh Lo untuk teriak," timpal Darren menyeringai.

Juan membungkam, emang benar sih ga ada yang nyuruh dia tapikan gue udah mati-matian ke sini. Gak bisa di biarin, pikirnya.

"Buat kami aja ya bos, bos gak kasihan sama Juan," rengek Juan mata berkaca-kaca. Tapi bukannya membuat mereka kasihan malah ingin muntah.

"Najis anj"

"Terserah gue dong," balas Juan sinis.

"Udah mau pulang bos?" tanya Faisal saat melihat Galaxy yang akan menyalakan mobilnya kembali.

"Hm,"

"Lah, ini uangnya gak jadi di ambil?" tanya Juan polos.

"Ambil aja," balas Galaxy dingin setelah itu ia pun pergi dari area balapan menuju mansion orangtuanya.

______

"Kak Galak belum pulang juga mom?"

"Belum princess, kenapa gak tidur ini sudah jam 11 lho,"

"Cia ngga bisa tidur kalau ngga ada kak Galak," balas Cia dengan mata sayu, kala menahan kantuk-nya yang menyerang.

Mereka sekarang masih berada di ruang tv dengan Elangga yang tertidur di pangkuan Queen.

"Tidur di sini saja sebentar, matamu udah merah,"

"Ngga mau mom, Cia mau kak Galak," kekeh Cia.

Queen menghela napas lalu tersenyum.

Tidak lama terdengar suara bel.

"Itu pasti Galak," ujar Queen.

Cia mengangguk semangat lalu berlari untuk membukakan pintu itu.

"Hai sayang,"

"Kenapa belum tidur hm?" tanya Galaxy membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

"Cia nunggu kak Galak," gumam Cia sambil melingkarkan tangannya di leher Galaxy.

Galaxy melangkah masuk kedalam mansion.

"Mommy belum tidur?"

"Belum sayang, sana gih ke kamar kasian Cia-nya," balas Queen. Kala melihat mata anak gadisnya yang menahan kantuk.

Galaxy mengangguk tapi sebelum itu " mommy juga sebaiknya tidur," Queen tersenyum menanggapi.

Walaupun Galaxy selalu bersikap dingin tapi di dalam hati pemuda itu sangat menyayangi orangtuanya.

Sampailah mereka di kamar, Galaxy membaringkan Cia dengan hati-hati seolah Cia adalah barang yang mudah hancur jika sedikit saja di sentuh.

Ia lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Cia, tubuh mungil itu di bawahnya ke dalam pelukannya, Cia juga membalas pelukan sang tunangan-nya.

Gadis itu menghirup aroma mint khas Galaxy, ia semakin mengelusupkan wajahnya di dada bidang itu yang bertelanjang dada. Bagi Cia ini tempat ternyaman nya.

Galaxy menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

"Sayang tidur," ucap Galaxy mengelus punggung Cia.

"Cium heheh,"

Galaxy menunduk guna untuk melihat wajah mengemaskan gadis nya. Ia langsung saja mendaratkan kecupan mesra di bibir, ujung hidung, kedua pipi dan terakhir dahi.

"udah sekarang tidur,"

Merasakan deru nafasnya yang sudah teratur dari gadisnya itu, Galaxy mengecup puncak rambut Cia dengan lembut dan ia pun memejamkan matanya untuk memasuki ke alam bawah sadar.

_____

"Sayang bangun," Galaxy mencium semua wajah Cia membuat gadis yang sedang tidur itu terusik.

"Eeungh," lenguhan Cia, ia mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu.

"Siap-siap gih kesekolah,"

Cia mengangguk malas dan merentangkan tangannya untuk di gendong.

jangan lupa vote and komen ya 👇

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

jangan lupa vote and komen ya 👇

And follow juga akun duniapenghaluan

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang