17

35.1K 2.5K 12
                                    

"Huuuaaaa hiks

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Huuuaaaa hiks..hiks..lepas rambut Cia hiks..." isak Cia dengan mulut yang masih menguyah pentolan nya.

"Gemas banget, gue gemas sama rambut Lo Cil," ucap Juan sambil memainkan rambut Cia yang saat ini di kuncir dua.

Juan menarik rambut itu dengan pelan.

"Lepas rambut Cia ihhh," kesal Cia.

Bukannya Juan melepas rambut Cia, cowok itu malah melepas ikat rambut yang berbentuk bunga dan menyisakan rambut kiri yang masih utuh.

Tangisan Cia kini kencang.

"HUUWAAAA HIKS.. JUAN SETAN HIKS..HIKS," tangis Cia kencang membuat mereka menutup telinganya.

"Ssstt, sudah dong gue minta maaf deh," ujar Juan.

Cia menggeleng kepalanya.

"Biar gue ikat lagi, yang terpenting lo maapin gue, gue ngga mau Yee di hajar sama si singa itu." bujuk Juan.

Lagi-lagi Cia menggeleng.

"Ngga mau nanti kalo Juan yang ikat nanti rambut Cia jelek," ucap Cia.

" Jangan nangis cup..cup ntar pawang Lo marah sama gue," ucap juan sambil menepuk pundak Cia sedikit kasar.

Cia masih menangis tanpa ada yang nenangin-nya.

"Hiks..hiks..sakit tau," ucap Cia sambil menepis tangan Juan.

"Lah, salah mulu dari tadi, gue mau nenangin Lo,"

"T-tapi salah Juan jahat Cia ngga like," ujar Cia melotot sambil mengarahkan garpu pada Juan.

Juan mengangkat tangannya.

"Abang Darren lihat Juan, dia berantakin rambut Cia," rengek Cia dengan isakkan.

"Hm, nanti cia bilang sama Galak, biar juan-nya di pukuli sampai babak belur," balas Darren lembut sambil menghapus air mata Cia.

"Nanti minta sama Galak untuk kuncir rambut mu lagi," lanjutnya lagi.

Cia mengangguk walau masih terdengar isakkan kecil.

"Cia mau bilang sama kak Galak " isaknya lagi.

"Mampos Lo hahaha," ucap Faisal yang sedari tadi menyimak.

Juan gelegapan " Cil jangan bilang Galaxy ya, gue mohon, Lo mau beli apa biar gue beliin yang penting jangan bilangin sama singa Lo," ujar Juan berkeringat dingin.

"Nggak mau,"

"Cia mau makan aja." lirih Cia.

Ia kini memakan baksonya dengan tangisan kecil. Wajah Cia sekarang sudah memerah dengan hidung yang ikut merah belum lagi rambut berantakan yang sebelah kanannya tidak di ikat sedangkan sebelah kirinya di ikat dengan ikat rambut yang berbentuk bunga warna merah.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang