16

34.6K 2.3K 28
                                    

"Cia pengen beli itu," ucap Cia menunjuk balon gas yang berbentuk karakter Upin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cia pengen beli itu," ucap Cia menunjuk balon gas yang berbentuk karakter Upin.

"Kakak ga bawa uang,"

Cia menghela nafas lalu mengangguk lesu.

"Gitu ya," lirih Cia menunduk menatap kaki-nya.

Galaxy yang tidak suka gadisnya nangis langsung saja mendatangi penjual balon itu dengan wajah dingin.

"K-kenapa den?" tanya penjual balon itu dengan nada gugup kala yang di tatap tajam sama Galaxy.

"Balon," balas Galaxy singkat.

Penjual balon itu mengangguk kaku dan memberikan balon gas yang berbentuk Upin.

"I-ini den,"

"Hm," gumamnya.

"Sini," ucap Galaxy pada bodyguard nya.

"Bayar," lanjut Galaxy datar dan dianggukin pria itu.

"Njir, masa pake uang gue," batin bodyguard itu.

Galaxy kemudian berjalan menuju gadisnya yang kelihatan masih lesu.

"Sayang, coba lihat apa yang kaka bawa," ucap Galaxy lembut.

Cia mendongakkan kepalanya seketika bola matanya berbinar-binar.

"Kyaaa, makasih kak Galak, Cia sayang kak Galak and cinta banyak-banyak," ucap Cia sambil memeluk Galaxy. Galaxy yang mendapat pelukan mendadak pun kaget untung saja ia bisa menahannya kalau tidak mereka akan terjatuh. Tapi tak berlangsung lama ia membalas pelukan sang tunangan dengan memberikan kecupan manis.

Cia langsung mengambil bolon itu dengan ria.

"Kita pulang sekarang," ajak Galaxy mengandeng tangan mungil Cia dengan lembut.

Cia mengangguk. Sesekali ia menatap ke atas guna melihat balon-nya. Sampai di depan mobil Galaxy menuntut Cia agar masuk kedalam mobil dengan balon yang sedari tadi gadis itu pegang. Galaxy lalu memutari mobil dan membuka pintu mobil itu lalu duduk di kemudi.

Ia langsung saja menyalakan mobilnya meninggalkan rumah sakit. Didalam mobil hanya ada kesunyian. Cia yang hanya fokus sama balon nya.

Galaxy sesekali menoleh ke arah gadisnya yang nampak senang.

"Hooaamm," mata Cia berlahan akan tertutup kala mengantuk.

"Tidur aja sayang,"

Cia menoleh lalu menggeleng.

"Ngga mau Cia belum ngantuk," balas Cia.

Galaxy menghela nafas lalu memberhentikan mobilnya di tepi jalan.

"Kenapa berhenti?" tanya Cia binggung.

Galaxy tidak menggubris nya, ia malah mengambil balon yang ada di pelukan Cia setelah itu di taruhnya di belakang mereka. Kemudian Galaxy melepas sabuk pengaman Cia, dia langsung saja mengangkat tubuh mungil itu ke pangkuannya.

Ia mendorong sedikit kepala Cia agar menyender di dadanya bidangnya.

"Tidur sayang," ucapnya sambil mengelus punggung Cia.

Cia yang udah ngga sanggup lagi akan kantuknya, ia pun perlahan menutup matanya dengan tangan yang masuk di kaos Galaxy, Cia mengelus nya sesekali mencubit perut sixpack-nya.

"Dasar, hobinya bikin adik gue bangun malah ngga mau tanggung jawab," batin Galaxy sambil menjalankan kembali mobilnya.

Sekitar 1 jam, akhirnya mobil Galaxy sampai di depan apartemen nya. Dengan hati-hati Galaxy mengangkat tubuh itu. Cowok itu berjalan menuju kamar mereka.

Galaxy membuka perlahan pintu kamar  lalu membaringkan tubuh Cia dengan nyaman, ia menyelimuti Cia lalu mengecup keningnya.

Ia membaringkan dirinya di samping gadis itu dengan posisi miring menghadap Cia, ia membawa tangan gadis itu ke perut nya. sebelum terlelap tidur ia terlebih dahulu mencium bibir dan kedua mata Cia. Merekapun tertidur dengan saling berpelukkan.

____


Akhirnya setelah sekian lama Cia menunggu satu Minggu, akhirnya Cia kembali bersekolah. Itupun ia harus merengek pada Galaxy agar pria itu mengizinkan nya bersekolah lagi tentunya Galaxy mengizinkan nya tapi harus menuruti permintaan nya.

"Kak Galak, sekolah, sekolah~~~ Cia sekolah yey yey yey," ucap Cia semangat sambil melompat riang.

"Sayang, hentikan jangan lompat lagi,"ujar Galaxy lembut.

"Cia lagi semangat kak Galak," ucap Cia sambil melompat ke arah Galaxy.

Galaxy yang baru saja ingin memakai baju sekolahnya langsung terjatuh di lantai membuat punggung Galaxy nyeri.

"Sss, kakak udah bilang kalau mau lompat jangan lompat ke arah kakak," tegur Galaxy tegas namun masih terdengar lembut.

Cowok itu tidak mau kalau gadisnya takut maupun nangis, cukup di Minggu lalu ia membuat gadisnya nangis. Dan kali ini ia tidak akan mengulanginya lagi.

Cia menyengir gemes.

"Bangun dari atas kakak," ujar Galaxy sambil berusaha duduk.

Gadis itu bukannya bangun dari tubuh Galaxy ia malah mengalungkan tangannya di leher Galaxy dengan wajah di dada yang masih telanjang.

Keadaan Galaxy kali ini ia belum pakai baju hanya celana sekolah saja, Karna masih jam 5:50 masih kepagian, Galaxy sebenarnya tidak mau bangun dari tidurnya tapi Karna gadisnya yang terlalu semangat ia harus membantu menyiapi peralatan sekolah Cia.

"Sayang," ucap Galaxy datar.

Kalau sudah kayak gini, Cia berdecak lalu bangun dari atas tubuh Galaxy, ia menghentak kakinya dengan cemberut. Gadis itu duduk di tepi kasur menunggu Galaxy yang akan memakai baju-nya.

Tidak ada rasa canggung yang di rasakan Cia kala melihat perut sixpack Galaxy. Malah ia sudah biasa melihat nya.

Setelah itu, Galaxy bangun dari duduknya dan kembali memakai baju sekolahnya dengan rambut selalu acak-acakan. Galaxy yang merasa sudah cukup kini melirik gadisnya yang sedang menatapnya tanpa berkedip.

Ia melangkah mendekat dengan wajah yang di hiasi dengan senyuman miring, dengan iseng cowok itu menjilat telinga Cia membuat ia kegelian.

"Kak galak," cicit Cia berusaha menghentikan Galaxy.

Galaxy berhenti menjilati telinga Cia, ia lalu membawa Cia ke gendongannya. Cia dengan otomatis mengalungkan tangannya.

_____

Terimakasih ❤️

Jangan lupa vote and komen 👇👇

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang