30

32.3K 2.2K 28
                                    

Dor

Tubuh Cia menegang, ia membelalakkan matanya terkejut. Ketika peluru itu mengenai dirinya.

Cia mengerjap pelan matanya di balik topengnya tidak berlangsung lama ia tertawa keras.

"Hahahah bodoh," umpat Cia tertawa sinis

Jangan pikir Cia akan kalah? tidak! dari tadi ia menggunakan baju besi Karna rencana Bramantyo sudah di ketahui oleh Cia.

Gadis itu melangkah mendekati Bramantyo dengan tangan yang terdapat pisau kecil. Ia menyeringai kecil.

" sialan!" lirih Bramantyo terbata-bata.

tanpa belas kasihan Cia menanjapkan pisau itu tepat di jenis kelamin pria itu membuatnya berteriak kesakitan.

"Aakhhh!"

"Oh cup cup jangan nangis pak tua," ujar Cia mengejek seraya mengusap pipi Bramantyo dengan ujung pisaunya.

Bramantyo kini tengah kesulitan untuk bernapas.

"L-lepasin saya," lirih Bramantyo.

Cia menggeleng kepalanya.

"Gue belum nikmatin loh, ini jarinya bagus banget," ujar Cia memotong jarinya sedikit pelan. Kenapa tidak cepat? biar pria tua itu merasakan kesakitan yang amat sangat menyakitkan.

"Ambilkan katana gue," pinta Cia pada Zion.

Zion pun mengangguk lalu mengambil katana yang tidak jauh dari tempat mereka kemudian cowok itu menyerahkan katana milik Cia pada gadis itu.

"Gue gak mau lama lagi, keinti-nya aja oke," ujar Cia menyeringai lebar kala melihat korban-nya yang ketakutan sangat.

Cia mengarah katana miliknya di leher pria itu.

Dan.....

Sret

Kepala Bramantyo langsung terpisah dari tubuhnya membuat darah itu mengenai topeng Cia. Belum puas Cia kembali memotong hidung Bramantyo padahal pria itu sudah tidak bernapas lagi.

"Cia berhasil," batin Cia senang.

Setelah itu ia berdiri dan menuju kotak yang di kunci rapat.

"Ini kuncinya ketua," ujar Zion menyerahkan kunci kotak itu.

Cia mengambilnya dan membuka kotak itu yang terdapat batu permata yang sangat mahal harganya dan langka. Cia segera mengambilnya.

"Kita keluar sekarang," ujar Cia berlalu pergi dan di ikuti Zion di belakang Cia.

Saat mereka sudah keluar rumah, mereka berpapasan dengan anggotanya.

"Kerja bagus," ujar Cia puas.

Anggotanya tersenyum senang.

"Kalau ada yang terluka segera dibawa kerumah sakit!" ujar Cia tegas.

"Baik ketua!" balas mereka serempak.

Mereka semua kini meninggalkan rumah itu dengan mayat yang masih ada di dalam sana.

Cia menaikkan motornya disertai senyum miring.

"Satu, dua, tig-" belum sempat Cia menghitung sudah terdengar suara meledak dari arah rumah tersebut

Yah, Cia sempat menyimpan bom itu di dekat mayat Bramantyo.

________

Sudah 2 bulan Cia meninggalkan Galaxy membuat pria itu frustasi. Selama itu juga ia tidak pernah absen untuk membunuh korbannya. Dan disinilah ia di tempat gelap dengan aura mencekam bahkan tidak ada yang berani datang di kamar itu.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang