EXTRA PART

40.4K 2.3K 33
                                    

"keadaan nyonya sudah membaik tuan, jadi hanya kecapean makanya sempat pingsan untuk darah di punggungnya sepertinya itu saos tomat tuan," ucap dokter yang baru saja selesai memeriksa Cia.

Galaxy akhirnya bisa bernapas dengan tenang. Ia membalasnya anggukan kecil.

"Njir ketahuan," batin Galaxy.

"Boleh saya masuk?" tanya Galaxy. Dokter itu mengangguk sebagai jawaban.

Galaxy pun masuk ke dalam ruangan Cia. Disama Cia masih menutup matanya hal itu membuat Galaxy merasa tidak becus melindungi istrinya.

"Bangun ya, jangan tidur terlalu lama," ucap Galaxy pelan sambil duduk di kursi dekat brankar Cia.

Tidak lama terbuka pintu ruangan itu dan menampakkan seorang perempuan dan laki-laki tengah masuk kedalam ruangan Cia.

"Gak? Gak ada yang seriuskan?" tanya Queen.

"Ga ada, hanya luka kecil," ucap Galaxy.

Mereka mengangguk mengerti.

"Kami gak akan lama-lama kesini, Karna ada masalah di perusahaan Daddy kamu," ujar Queen.

"Hm, biar aku aja yang jagain istriku," ucap Galaxy.

Queen mengangguk lalu mengecup dahi Cia begitupun dengan Elangga setelah itu mereka langsung keluar.

Saat orangtuanya sudah pergi, Galaxy naik ke ranjang Cia lalu membaringkan tubuhnya dengan posisi menghadap ke arah istrinya.

"Bangun sayang, kalau gak kakak bunuh kamu sekalian," ucap Galaxy.

Galaxy hanya menggertak istrinya saja. Ia tak akan menyakiti Cia yang sudah menjadi istrinya. Ia berjanji akan membahagiakan Cia. Tiba-tiba Galaxy merasakan pukulan di lengannya.

"Jahat, istrinya lagi sakit malah mau dibunuh," ucap Cia lirih dan serak.

Galaxy menegangkan tubuhnya menatap Cia tak percaya.

"akhirnya istri kakak bangun juga, kamu mau apa? Minum? Atau mau makan? bilang sama kakak saja," ujar Galaxy panjang lebar.

"Air," sahut Cia dengan nada serak.

Galaxy langsung menuangkan air putih ke gelas dan membawanya ke arah mulut Cia. Cia meneguk-nya sampai habis dengan di bantu oleh Galaxy.

Setelah semuanya sudah habis tanpa tersisa, Galaxy kembali membaringkan tubuh Cia.

"Masih sakit?" tanya Galaxy.

"Nggak sakit kok, malahan gak ada rasanya," ucap Cia.

"Kalau gitu malam pertama boleh gak?" tanya Galaxy.

"Ngga boleh! Cia masih sakit, di tunda dulu ya," ucap Cia menolak.

"Ga! Aku gak mau malam pertama kita ditunda," ucap Galaxy.

Cia menyengir tiba-tiba " gimana ya? Sebenarnya peluru itu gak kena sama Cia heheh," ucap Cia cengengesan.

"Kakak udah duga," ucap Galaxy menghela napas.

"Dasar istri nakal," ucap Galaxy menjentikkan jarinya di keningnya.

"Maapin ya, untung aja ada kak Galak yang langsung bilang sama Cia,"  ucap Cia.

Yah, sebelum Cia tertembak, Galaxy sudah mengetahui rencana Anggeline yang akan membunuh istrinya dan di situ ia tidak bisa diam saja, ia mulai merencanakan sesuatu terhadap Anggeline.

jangan pernah meremehkan mata tajam Galaxy, walaupun dari kejauhan ia tetap bisa melihat dengan sangat jelas. Waktu Cia di tembak terlebih dahulu Galaxy menghalangi peluru itu agar tidak mengenai punggung istrinya dengan rencana yang berlian dari Cia, gadis itu malah menambahkan saos merah pada punggungnya agar para tamu mengira kalau Cia tertembak beneran. Padahal hanya rencana suami-istri itu.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang