31

32.9K 2.5K 89
                                    

Malam ini, malam yang begitu mencekam kan bagi Galaxy, ia benci dengan suasana malam ini.

Galaxy mengamuk sejadi-jadinya, hati-nya sakit, seharusnya malam ini mereka tertidur dengan saling berpelukkan, mengecup pipi gadisnya apa lagi menggodanya.

Galaxy duduk di kursi sembari menundukkan kepalanya namun, tiba-tiba ia tertawa keras.

"HAHAHAHAH," tawa Galaxy menggema di kamar itu.

"Gue tidak akan melepaskan mu," ucap Galaxy datar.

"Kesinilah sayang, aku kangen sama kamu, hahahahah." ujar Galaxy seolah-olah ia melihat Cia.

"Ayo kesini sayang, aku butuh pelukanmu," lirih Galaxy lagi.

Padahal kamar itu hanya ada dirinya.

"Kenapa kak Galak kayak gini?" tanya Cia.

"Kenapa? INI SEMUA GARA-GARA KALIAN! SEHARUSNYA DARI DULU KALIAN BERITAHU KAN KU! KAMU TANYA KENAPA?" murka Galaxy dengan mata memerah.

Tiba-tiba bayangan itu langsung menghilang membuat Galaxy panik.

"Hei JANGAN TINGGALIN GUE LAGI! ARRRGGHH! KEMBALI SAMA GUE CIA!" teriak Galaxy terisak seraya menggapai bayangan itu

Ia menjatuhkan dirinya di lantai dengan kepala menunduk.

"Disini sakit," lirih Galaxy memukul dadanya yang kian sakit dan berdenyut.

"Lo jahat! GUE RINDU SAMA LO!" teriak Galaxy meluapkan emosi-nya.

"Kenapa Lo ninggalin gue selama ini?" lirihnya lagi.

Galaxy terdiam namun tidak berlangsung lama ia tertawa lagi cukup keras Karna terlalu frustasi Galaxy menuju laci dan mengambil pisau kecil kemudian ia mengukir nama Cia tepat di lengan tangannya.

Galaxy memejamkan matanya merasakan darah yang mengalir di lengannya itu. Ia bahkan tidak merasakan sakit sama sekali. Galaxy membawa lengannya di hidung guna menghirup aroma darahnya sendiri.

Mendadak ia merasa kepuasan, sesudah itu ia lagi-lagi terkekeh sinis menatap depan dengan tajam.

"Tunggu balasan dari gue." ucap Galaxy dingin seraya menggepalkan tangannya marah.

Galaxy mengendarai mobil secara ugal-ugalan tanpa perduli akan keselamatannya. Kali ini tujuannya adalah di mansion keluarga Abraham.

Hanya butuh 5 menit ia sudah sampai di depan pagar mansion Abraham. Ia tidak berniat untuk masuk. terlebih dahulu ia mengamati semua sudut mansion itu dari kejauhan. ia menatap mansion itu dengan penuh kebencian.

Karna mereka, Cia pergi tanpa memberitahukan nya. Kedua rahasia yang di sembunyikan keluarganya sendiri membuatnya kecewa.

_______


Di mansion Cia juga kini gadis itu tengah berbaring seraya menatap langit-langit kamar-nya. Ia merindukan Galaxy.

Tiba-tiba terlintas di telinganya ketika suara Galaxy yang memakinya di Minggu lalu.

"Kak Galak berhak untuk marah dan benci sama Cia tapi Cia harap kak Galak mendengarkan penjelasanku," lirih Cia perlahan mata itu kini tertutup dengan foto mereka berada di pelukannya.

Saat gadis itu akan tidur di kejutkan dengan suara ponsel, ia lalu bangun dari baringnya kemudian mengangkat panggilan itu.

"Kenapa?" tanya Cia

"Maaf kalau ganggu tidur nona,"

"Tidak apa-apa," sahut Cia.

"Apa yang kamu akan bicarakan?" tanya Cia.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang