15

41.1K 2.5K 18
                                    

"AAAAAKKHHH,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"AAAAAKKHHH,"

ruangan gelap nan mengerikan terdengar suara teriakan kesakitan seorang gadis. Ruangan yang di penuhi dengan bau darah yang menyengat di ruangan tersebut banyak kepala manusia yang tersimpan bergantungan belum lagi jantung korban yang di jadikan pajangan.

"K-ku mohon b-bunuh gue," lirih Tamara.

Teriakkan Tamara semakin mengencang ketika pria itu itu menggoreskan belati ke wajahnya. Darah segar kembali menetes di wajah cantiknya.

"Giman baby kita bunuh aja?" tanya Aladrick pada Queen.

"Jangan dulu. kita tunggu dia," cegah Queen menyeringai.

"Of course baby,"

Tidak lama orang yang di tunggu pun datang.

"Maaf telat, cia tadi ngerengek ga mau ditinggal," kata Galaxy.

"Hm," gumam mereka.

Ia melangkah menuju Tamara dengan langkah tegas dan Raut wajah datar.

Tiba-tiba

Pisau kecil menanjap di lengan Tamara membuat gadis itu lagi-lagi berteriak kesakitan.

Akhhhhh!

"Hiks..hiks..k-kamu kenapa n-nanjap pisau ini," lirih Tamara dengan berurai air mata.

"Jalang , gue udah peringati Lo  agar ngk lukai gadis gue,"ucap Galaxy datar.

Tamara kini menyesal telah melukai kekasih Galaxy, seandainya ia tidak berusaha merusak hubungan cowok itu mungkin ia Masih bisa menghirup udara tapi penyesalan selalu muncul di akhir.

Galaxy lalu mencopot pisau yang berada di lengan Tamara dengan kasar.

"KAU IBLIS HIKS KAU IBLIS  LEPASKAN GUE HIKS!" teriak Tamara dengan tangisan

Galaxy yang mendengar Tamara memanggilnya iblis semakin menyeringai lebar.

"Yes, gue iblis kalo bersangkutan sama nyawa gadis gue," ujar Galaxy terkekeh.

Sedangkan kedua orangtuanya hanya menatap aksi Galaxy.

"Anakmu sadis juga baby,"

"Kan El yang buat," balas Elangga.

"Ya ya ya,"

Galaxy yang sudah muak akan teriakkan Tamara langsung saja ia keinti-nya.

CRASH

BUGH

SRETT

Itu adalah suara siksaan Galaxy, wajah Tamara kini tidak terbentuk lagi, dengan perut yang di lubangi membuat tempat duduk gadis itu di banjiri oleh darah.

"Darah Lo ngga enak," ujar Galaxy datar kala mencium bau darah Tamara.

Tamara sudah tidak bisa bernapas lagi, jari tangan di potong. Ia menyiksanya tanpa jeda kepala yang sudah terpisah sama tubuhnya.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang