33 End

46.3K 2.4K 67
                                    

"kak Galak bangun," ucap Cia dengan suara serak.

Galaxy bukannya bangun ia malah semakin menyembunyikan wajahnya di ceruk lehernya seraya mengendus aroma tubuh gadis itu.

"Kak Galak bangun, Cia ngantuk," lirih Cia sambil melotot kan matanya agar tidak tertutup.

"Hm ," gumam Galaxy tidak jelas.

"Tidurlah, ini masih jam 3 pagi," ujar Galaxy serak sambil mengelus rambut Cia tanpa membuka matanya.

Cia mengangguk lalu perlahan mata itu kini tertutup dan ia pun terlelap tidur dengan nyenyak.

Galaxy menyempatkan diri nya mengecup dahi Cia setelah itu ia lanjut tidur. Mereka pun tertidur dengan saling berpelukkan.

Tepat jam 6 pagi kali ini Galaxy yang terbangun. Mata tajam itu perlahan terbuka lalu melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi.

Galaxy menoleh ke sampingnya dan memperlihatkan wajah polosnya.

"Gemesinsekali," batin Galaxy di akhiri kecupan di kedua pipinya.

____

"Cia masuk ya, Kakak ke kelas dulu." Ucap Galaxy.

"Iya kak Galak," jawab Cia.

Galaxy mengecup bibir itu sekilas, lalu berpindah pada kening Cia. Galaxy tidak peduli dimana mereka berada.

.

.

.

"WOY DISURUH KE ARENA MENEMBAK SAMA PAK JAMAL, KITA OLAHRAGA BARENG KELAS 12 IPA I! " teriak Vino yang disambut teriakan para penghuni kelas.

"Asyiiik, bisa lihat ayang Galaxy,"

"Bisa lihat Galaxy nih,"

"Yuuhuu, mari kita tunjukkan kemampuan kita!"

"KAK GALAK! CIA DATANG!" teriak Cia seraya berlari keluar.

Ia sudah mengunakan baju olahraga. Cia kemudian menuju ke lapangan yang dimana semua kelas 12 IPA 1 sudah berada di arena menembak.

Tanpa sepengetahuan Galaxy, Cia saat ini sudah berada di belakangnya. Gadis itu meletakkan telunjuknya di mulut bermaksud agar sahabat nya tidak memberitahu kan keberadaannya.

Cia segera melingkarkan tangannya di pinggang kekar Galaxy dengan sedikit lambat. Cowok itu mendadak kaget tanpa melihat siapa yang memeluknya ia langsung saja menyentak tangan Cia membuatnya terjatuh dengan keadaan duduk.

"ADUH!" pekik Cia sambil mengelus pahanya

Galaxy menoleh ke belakang kala mendengar suara gadisnya. Ia terkejut ketika melihat Cia yang terjatuh dengan keadaan duduk seraya mengelus pantatnya.

"pantat seksi Cia sakit," gumam Cia cemberut.

Ia kembali berdiri kemudian menepuk-nepuk celana untuk di bersihkan dari debu.

"Kak Galak kenapa sentak tangan Cia?" tanya Cia.

"Kakak gak tau kalau kamu yang peluk," sahut Galaxy santai.

"Tapikan kak Galak sudah ngenalin tangan Cia," ucap Cia mengerutkan keningnya. Karna tidak mengerti perkataannya sendiri.

"Kenapa?" tanya Galaxy saat menatap Cia yang nampak kebingungan.

Cia menggeleng kepalanya.

"Cia mo  menembak," seru Cia tiba-tiba.

"Emang bisa cil?" tanya Juan menaikkan alisnya sebelah menggoda.

𝐆𝐚𝐥𝐚𝐱𝐲𝐜𝐢𝐚 (TAHAP REVISI)☑️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang