30

59.6K 7.2K 401
                                    

⚠️Awas ada typo
*

*

*
Happy Reading💚

*****

Seorang gadis tampak mengendarai motornya dengan tergesa. Bagaimana tidak, hari ini ada upacara bendera dimana itu biasa dilakukan setiap hari Senin. Yap, hari ini hari Senin.

Dan Leya bangun kesiangan. Meskipun sudah memacu motornya dengan cepat, dia tetap terlambat. Dan berakhirlah dia berdiri di depan lapangan bergabung dengan murid-murid bermasalah lainnya.

Leya terus saja menggerutu tidak terima. Dia kesal karena tidak ada yang membangunkannya. Saat itu yang dirumah memang hanya dia dan keenam saudaranya.

Tapi bagaimana bisa tak ada yang mau membangunkannya. Bangun-bangun rumah sudah kosong melompong.

Ketika upacara berlangsung, Leya bisa melihat dengan jelas keenam saudaranya itu menatapnya dengan pandangan berbeda-beda.

Arion dan Alvan menatap dengan datar namun raut wajahnya juga nampak terkejut melihat Leya berada di depan. Lalu Delon, dia juga terkejut tapi juga menahan tawa melihat sepupunya itu dihukum di depan. Sedangkan Alvin, Dylan, dan Diego sudah menertawakannya tanpa suara, wajah mereka bahkan nampak puas melihat kesialan Leya.

Dan entah kebetulan atau apa, Gavan dkk juga dihukum bersamanya. Jadi, hanya mereka bertujuh yang kini tengah berdiri di depan lapangan.

Upacara pun selesai dan murid-murid disuruh untuk kembali ke kelas masing-masing. Tentu saja kecuali murid di depan untuk melakukan hukuman lebih dulu.

" Lo telat Le? " tanya Dhika.

" Iye bang, apes banget gue. Gak ada yang bangunin gue sumpah. Punya abang gak ada yang bener heran. " ucap Leya tak lupa raut masamnya.

" Lo kali' yang tidurnya susah dibangunin. Alarm kan bisa. " sahut Arsen.

Leya yang mendengar itu pun melihat ke arah Arsen. Sementara yang lain melihat Leya menunggu jawaban. Namun baru saja mau menjawab, seorang guru laki-laki datang menghampiri mereka.

" Kalian lagi kalian lagi.. Bosan saya ngurusin kalian mulu. " ucap bapak itu.

" Aduh bapak bisa aja. Saya gak bosan kok sama bapak. " ucap Renal.

" Diam kamu Renal! Kalian ini apa tidak bisa tidak membuat masalah sehari saja. Kalian ini sudah kelas 12 dan mau lulus. Belajar yang benar supaya nilai kalian bagus, bukannya buat ulah terus. " ujar Pak Aron.

Keenam lelaki itu hanya diam dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Mereka malas meladeni omongan Pak Aron.

" Ya gak seru dong pak kalo kayak gitu. Hidup tanpa buat masalah itu kurang lengkap. "

Leya menyahut. Padahal bukan dia yang diajak bicara.

Pak Aron yang mendengar suara pun memandang ke arah Leya yang berdiri tepat di sebelah Dhika.

" Kamu.. Pasti murid yang dibilang Bu Sarah telat tadi kan? Sebut nama, kelas, dan alasan telat! " ucap Pak Aron tanpa basa basi.

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang