27

57K 6.8K 158
                                    

⚠️Awas Typo
*
*
*
*
Happy Reading🔆

*****

Triiiingggg!!!

Bel pelajaran berakhir sudah berbunyi. Dan saat ini kelas Leya masih belum juga istirahat. Bu Sarah masih saja sibuk menjelaskan di depan, sepertinya beliau terlalu fokus hingga bel berbunyi tidak mendengarnya.

Beda lagi dengan siswanya yang gelisah. Pantat mereka rasanya sudah gatal ingin beranjak dari kursi. Bagaimanapun bel istirahat adalah bunyi favorit selain bunyi bel pulang sekolah.

" Buka halaman 123 dan kerjakan seka - "

" Eh eh enggak bisa gitu buk.. Udah bel istirahat buk yaAllah, saya kan pengen ke kantin makan gorengan nya mbak jenny. "

Bisa ditebak siapa yang berani memotong ucapan Bu Sarah, Leya lah siapa lagi emang.

Sementara siswa lainnya merasa bahagia karena ada yang mau bersuara mengingatkan Bu Sarah. Bu Sarah ini termasuk jajaran guru galak dan selama ini tidak ada yang berani memotong penjelasannya. Namun sekarang, Leya sepertinya memecahkan rekor itu.

" Eh? Udah bel ya.. Aduh maaf ya anak-anak ibu nggak tau. Ya sudah pelajaran kita sambung lain hari. Silahkan istirahat dan sampai jumpa di pertemuan berikutnya. "

Kemudian Bu Sarah langsung beranjak keluar dari kelas. Semua murid Mipa 1 langsung buru-buru merapikan alat tulisnya dan bergegas menuju kantin. Begitu pula Leya dkk.

" Sumpah Le, kalo aja tuh guru gak lo ingetin, bisa gak makan dah kita. " ucap Somi dramatis.

" Hahahaaa.. Muka Somi udah kusut banget tadi dengerin Bu Sarah ngajar. " sambil tertawa Minju mengatai Somi.

Minju sekarang tidak malu-malu lagi sejak gabung geng an Leya. Bau-bau ketularan ke bobrok an Leya ini mah, mana partner sebangku pulak.

" Maklum Ju, cacingan dia. Laper dikit gak bisa diem ni anak, sama kayak si Ale noh. " ucap Ryujin.

" Wah solimi lo sama gue. " ucap Leya.

" Udah ayok kantin katanya laper pengen gorengan mbak jenny. " lerai Chaewon.

Mereka pun keluar kelas dan berjalan menuju kantin. Begitu sampai di kantin, semua bangku sudah penuh. Sekarang mereka berlima bingung akan duduk dimana.

" Le! Woy! Sini aja masih muat. "

Leya pun mengedarkan pandangan nya mencari asal suara. Itu adalah suara Junkyu. Leya yang melihat itu masih memproses ingatannya. Maklum Leya lupa lagi dia siapa.

' Gue inget. Kalo gak salah namanya Jun.. Jun.. Jun.. Ah iya! '

" Eh Junkuy... Kebetulan banget gue butuh bangku. Sok lah gaes kita duduk sini. " ucap Leya percaya diri sambil menepuk bahu Junkyu sok akrab.

Junkyu yang namanya salah disebut pun biasa saja. Dia tidak keberatan. Lagipula dia tidak melarang teman-teman nya memanggil dengan sebutan lain, se nyaman mereka saja katanya. Yang penting sopan di dengar, tidak sembrono maksutnya.

" Iyeee... Baik hati kan temen gue sama adek kelas gak ada akhlak kayak lo. " sindir Jihoon yang duduk di sebelah Junkyu.

Sebelumnya Junkyu memang tidak duduk sendiri. Jihoon dan Eric juga ada disana dan satu orang lagi yang sepertinya juga temannya.

" Iya lah Junkuy baik, gak kayak sebelahnya. " balas Leya tak kalah sengit.

Jihoon yang mendengar balasan Leya pun hanya mendengus. Yang lain mah ketawa pelan aja.

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang